Luis de la Fuente Soroti Wasit Final Spanyol vs Argentina, Minta Vincic Tegas kepada Messi Cs - Tribunnews

Ringkasan Berita:
- Pelatih Spanyol Luis de la Fuente berharap wasit Slavko Vincic memimpin final Piala Dunia 2026 secara tegas agar laga melawan Argentina berjalan sesuai aturan.
- De la Fuente menegaskan Spanyol harus tetap setia dengan filosofi bermainnya karena keluar dari identitas permainan hanya akan menguntungkan Argentina.
- Ketegasan wasit dinilai penting agar laga final tetap berjalan menarik tanpa banyak drama yang terjadi.
TRIBUNNEWS.COM - Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, menaruh perhatian khusus terhadap kepemimpinan wasit jelang final Piala Dunia 2026 melawan Argentina.
La Roja akan menghadapi juara bertahan Argentina di New York New Jersey Stadium, Senin (20/7/2026) pukul 02.00 WIB.
Baga tersebut diprediksi berlangsung ketat karena mempertemukan juara Euro 2024 dengan juara bertahan Piala Dunia sekaligus Copa America.
Spanyol datang dengan modal impresif usai menyingkirkan Prancis 2-0 di semifinal, sementara Argentina memastikan tiket final setelah melakukan comeback dramatis untuk menaklukkan Inggris 2-1.
Final ini juga menjadi pertemuan bersejarah antara dua tim yang sama-sama sedang berada di puncak performa dalam beberapa tahun terakhir.
Di tengah besarnya sorotan terhadap duel tersebut, FIFA menunjuk wasit asal Slovenia, Slavko Vincic, sebagai pengadil lapangan.
Penunjukan ini langsung menjadi perhatian karena Vincic merupakan wasit yang pernah memimpin laga terakhir Argentina yang berakhir dengan kekalahan di Piala Dunia, yakni saat tumbang 1-2 dari Arab Saudi pada fase grup edisi 2022.
Meski saat itu kalah, namun Argentina setelah itu justru menjelas sebagai kekuatan besar dan bahkan kini menembus dua kali final Piala Dunia secara beruntun.

Baca juga: Slavko Vincic Jadi Wasit Argentina vs Spanyol, Pernah Pimpin Kekalahan Terakhir Messi di Piala Dunia
De la Fuente Minta Wasit Tegakkan Aturan
Dalam wawancara menjelang pertandingan, Luis de la Fuente menegaskan dirinya percaya penuh kepada perangkat pertandingan.
Namun, ia berharap Vincic memimpin laga dengan ketegasan sehingga pertandingan tetap berjalan sesuai aturan.
Menurut De la Fuente, wasit tidak boleh memberikan toleransi berlebihan terhadap pelanggaran yang dapat merusak kualitas pertandingan.
"Wasit tidak boleh bertindak terlalu permisif dan membiarkan pertandingan melampaui batas aturan. Garis legalitas dalam sepak bola harus tetap dijaga," ujar De la Fuente, dikutip TycSports.
Meski demikian, pelatih yang membawa Spanyol menjuarai Euro 2024 itu menolak membangun kontroversi terhadap calon lawannya.
Ia justru menyampaikan rasa hormat kepada Argentina yang dinilainya sebagai salah satu tim terbaik dunia dalam beberapa tahun terakhir.
"Saya sangat menghormati Argentina. Mereka juara dunia, juara Copa America, juara Finalissima, dan dilatih sahabat saya, Lionel Scaloni. Kami hanya akan menggunakan senjata sepak bola yang kami miliki," kata dia.
De la Fuente mengingatkan anak asuhnya agar tidak terpancing bermain di luar karakter mereka sendiri.
Menurutnya, keberhasilan Spanyol mencapai final dibangun lewat penguasaan bola, organisasi permainan, serta kesabaran dalam mengontrol pertandingan.
Karena itu, ia menilai La Roja akan berada dalam bahaya apabila mencoba mengikuti ritme permainan Argentina.
"Mereka akan memainkan sepak bola mereka sendiri, tetapi kami harus fokus pada permainan kami. Jika kami menjauh dari ide dan model permainan kami, kami akan menderita," jelasnya.
De la Fuente juga menegaskan Spanyol harus tetap tenang dan tidak terpancing situasi pertandingan.
"Kami merasa nyaman ketika memainkan sepak bola sesuai identitas kami, tanpa harus masuk ke dalam provokasi, yang bukan berarti Argentina pasti akan melakukannya," sambung de la Fuente.
Baca juga: Efek Domino Final Piala Dunia 2026, Spanyol vs Argentina Ubah Peta Pemenang Ballon dOr
Tim Produktif vs Pertahanan Solid
Pernyataan De la Fuente tak lepas dari sorotan yang mengiringi perjalanan Argentina di Piala Dunia 2026 ini.
Argentina menjadi tim yang cukup produkif dengan mencetaj 19 gol dari tujuh laga yang dimainkan sampai memasuki final.
Messi mencetak 8 gol dan 4 assist untuk membuat namanya berada di jalur terdepan persaingan sepatu emas.
Meski telah berusia 39 tahun, Messi masih menjadi pemain paling menentukan sepanjang Piala Dunia 2026.
Namun, Argentina juga mendapat kritik karena dianggap tampil di bawah standar dan dinilai hanya lolos ke fase berikutnya dengan keberuntungan.
Bahkan, sejumlah pihak sebelumnya menilai Argentina selalu diuntungkan dengan keputusan wasit yang kemudian menyelamatkan mereka dari kekalahan.
Hal itu seperti yang terjadi saat gol Mesir ke gawang Argentina yang dianulir dan kemudian menjadi sorotan banyak pihak.
Namun terlepas dari sederet kontroversi yang ada, Argentina memang menunjukkan mental yang patut diacungi jempol.
Saat melawan Inggris di semifinal, Albiceleste juga tertinggal lebih dulu dan baru berhasil membalikkan keadaaan di saat pertandingan akan berakhir.
Football enthusiast Bayu Ajianto menilai kekuatan terbesar Argentina justru terletak pada mental juara yang terus mereka tunjukkan sepanjang turnamen.
"Argentina sudah berkali-kali membuktikan bahwa mereka tidak kehilangan ketenangan saat ditekan. Mereka mampu keluar dari situasi tersulit," kata Bayu.
"Kalau Argentina akhirnya mampu mempertahankan gelar, bukan karena mereka selalu bermain paling indah, tetapi karena mereka adalah tim yang paling kompak, paling tangguh secara mental, dan tahu bagaimana memenangkan pertandingan ketika berada dalam situasi tersulit," katanya.
Sebaliknya, Spanyol datang dengan pertahanan yang cukup solid dengan hanya kebobolan satu gol setelah tujuh kali bermain.
Dengan kualitas dua tim yang sama-sama sedang berada di puncak performa, ketegasan Slavko Vincic diperkirakan akan menjadi salah satu faktor penting yang dapat menentukan jalannya final Piala Dunia 2026.
Bagi De la Fuente, menjaga identitas permainan Spanyol dan memastikan laga berjalan sesuai aturan menjadi modal utama untuk menghentikan langkah sang juara bertahan.

(Tribunnews.com/Tio)