Kisah Unik Veda Ega dan Mario Aji di Spanyol: Tinggal Bareng hingga Pengalaman Kena Tilang - Kompas
KOMPAS.com - Dua talenta muda kebanggaan Indonesia dalam olahraga balap motor, Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji, memiliki kisah menarik selama menetap di Spanyol.
Keduanya tengah berjuang keras mengarungi kejuaraan dunia paruh musim 2026, di mana Veda bersaing di kelas Moto3 dan Mario berlaga di kelas Moto2.
Di balik ketatnya persaingan sirkuit, mereka tidak hanya menjalani rutinitas latihan harian, tetapi juga mengalami berbagai kejadian tak terduga, termasuk pengalaman terkena tilang.
Bagi Veda Ega Pratama, kejadian yang paling berkesan adalah ketika ia dan seniornya itu harus berurusan dengan polisi setempat.
Hal yang Dirindukan Veda Ega dan Mario Aji Saat Pulang ke Indonesia
Pebalap asal Gunungkidul tersebut mengungkapkan bahwa laju kendaraan mereka pernah dihentikan oleh aparat keamanan ketika sedang dalam perjalanan menuju sirkuit balap.
Baca juga: Jeda Paruh Musim, Mario Aji dan Veda Ega Pratama Cari Motivasi di Bali
"Sempat kena tilang pas perjalanan ke sirkuit di sana, Mas Mario yang bayarin," ujar Veda dikutip dari Antara, Senin (20/7/2026).
Solidaritas dan Disiplin Latihan di Barcelona
Selama berada di Spanyol, Veda berbagi tempat tinggal yang sama dengan Mario di kota Barcelona.
Kedekatan dan lokasinya yang sama membuat mereka selalu menghabiskan waktu bersama, terutama dalam mempersiapkan fisik dan mental guna menghadapi padatnya jadwal kompetisi.
"Saya tinggal bareng (dengan Mario) di Eropa, tiap hari latihan bareng, pergi ke gym," lanjut Veda Ega Pratama.
Kisah lucu mengenai insiden lalu lintas tersebut juga dibenarkan secara langsung oleh Mario.
Ia merespons kenangan saat terkena teguran aparat di jalanan menuju Mora itu dengan santai.
"(Betul) saya yang bayar denda tilangnya," kata Mario Suryo Aji.
Baca juga: Veda Ega Tak Percaya Kutukan Marquez di Sirkuit Mandalika: Itu Buat Dia, Bukan Kami
Terkait rutinitas harian mereka, Mario menegaskan bahwa menjaga kedisiplinan adalah kunci utama selama tinggal di Eropa.

Lihat Foto
Jadwal yang terprogram dengan baik sangat membantu mereka mempertahankan kebugaran.
"Selama musim berjalan kami di Barcelona, seminggu lima kali pasti ada aktivitas dan hampir setiap hari latihan dengan variasi berbeda, mulai motor hingga fisik," katanya.
Baca juga: Mengenal Antonela Roccuzzo, Istri Messi yang Jadi Sorotan Jelang Final Piala Dunia 2026
Mewarisi Darah Pembalap dari Sang Ayah
Kecintaan pada dunia kuda besi nyatanya tidak datang secara kebetulan bagi kedua atlet ini.
Veda menuturkan bahwa ketertarikannya pada lintasan balap bermula dari sosok sang ayah, Sudarmono, yang juga dikenal luas sebagai mantan pembalap nasional.
"Dulu ayah saya mantan pembalap. Saya beberapa kali ikut menonton balapan dan melihat ayah latihan. Dari situ saya ingin menjadi pembalap dan ayah juga mendukung," tegas Veda Ega Pratama.
Sebelum mantap merambah ajang balap internasional, ia terlebih dahulu mengasah kemampuannya di lintasan tanah motocross sejak belia, lalu beralih ke ajang balap jalan raya (road race) saat usianya menginjak sembilan tahun.
"Terus lanjut balap nasional dulu, kemudian tahun 2022 mulai naik ke level internasional," pungka Veda.
Baca juga: Klasemen Moto3 Jerman 2026: Veda Ega Geser Hakim Danish dari Peringkat Enam
Cerita yang tidak jauh berbeda juga dialami oleh Mario yang mewarisi gairah balapan dari mendiang ayahnya, Hartoto.
Peran sang ayah sangat besar dalam memperkenalkan dunia otomotif kepadanya.
"Dulu almarhum ayah juga pembalap, jadi saya dikenalkan dunia balap oleh almarhum ayah," terang Mario Suryo Aji.
Baca juga: Pulang ke Jogja, Pembalap Moto3 Mario Aji Cerita Ditilang di Spanyol
Sama halnya dengan Veda, Mario kecil juga sudah sangat lekat dengan motor sedari dini.
Kecintaannya pada kendaraan roda dua itu menjadi fondasi yang kuat baginya untuk terus berkembang hingga menembus kejuaraan dunia.
"Awalnya motocross umur lima atau enam tahun, dulu kalau sehari enggak naik motor, nangis," pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang