Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Gakuto Notsuda Persib Bandung Piala Presiden Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial

    Keistimewaan Gakuto Notsuda Dalam 12 Menit Menjanjikan di Persib - Kompas

    5 min read

     


    BANDUNG, KOMPAS.com - Gelandang baru Persib Bandung asal Jepang Gakuto Notsuda merasakan menit bermain pertamanya di ajang pramusim Piala Presiden 2026. 

    Dirinya tampil di babak kedua ketika Persib mengalahkan Arema FC di partai pembuka, Sabtu (25/7/2026) di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung. 

    Gakuto Notsuda tak risau ketika pelatih Igor Tolic menyimpannya terlebih dahulu di bangku cadangan. 

    Ia justru memberikan spirit tambahan dengan memberikan salam apresiasi untuk pemain yang telah berjuang di paruh pertama. 

    Presiden Pezeshkian: Kegembiraan Spanyol adalah Kegembiraan Rakyat Iran

    Baca juga: DPMM FC Vs Persib, Menang Clean Sheet Modal Berharga Maung

    Sikapnya tersebut menunjukkan nilai-nilai hormat, identitas sejati pemain-pemain Jepang. 

    Ketika ia tampil pada menit 78, Notsuda mulai beraksi dengan sentuhan-sentuhan magisnya, kontrol bola brilian, passing berbobot yang akurat, visi membaca permainan yang tangkas. 

    Dalam 12 menit Bobotoh dibuat kagum dengan gaya permainannya sebagai gelandang tengah murni yang bisa mengontrol ritme permainan. Igor Tolic tak salah merekrutnya dari klub BG Pathum United

    “Gakuto adalah pemain bertipe pekerja keras di lini tengah. Dia bisa membantu dalam semua situasi pressing,” kata Tolic. 

    “Kalau kami ingin bertahan dari area atas lapangan, dia sangat bagus membaca permainan dan menjadi pemain pertama yang menginisiasi pressing,” sambung pelatih asal Kroasia itu. 

    Baca juga: Janji Bomber Persib Balsa Sekulic Usai Gagal Cetak Gol di Laga Debut

    Notsuda Bikin Tolic Terkesan

    Salah satu aksi gelandang Persib Bandung asal Jepang Gakuto Notsuda saat mengelabui pemain Arema FC di ajang Piala Presiden 2026, Sabtu (25/7/2026) di Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung.

    Lihat Foto

    Tolic terus memantau personel anyarnya di skuad Persib, ia melihat Notsuda sebagai pemain yang tak ingin bersinar sendirian. 

    Sebagai pemain senior berpengalaman ia turut membantu pemain di sekitarnya agar bisa berkembang bersama-sama menjadi sebuat unit yang solid. 

    “Anda bisa melihat bahwa saat dia datang, dia ingin meningkatkan (performa) pemain di sekitarnya. Dia sedikit memberi arahan kepada teman satu timnya, dia berbicara misalnya dalam hal kerja sama yang baik dengan Dedi (Kusnandar), dengan Lucho (Guaycochea) , di posisi yang sama,” papar Tolic. 

    Baca juga: Pesan Igor Tolic untuk 7 Pemain Persib yang Bela Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

    Cara Menjalin Chemistry Bermain

    Lebih lanjut Tolic terus memantau pemainnya terus berkomunikasi dan berkoordinasi dalam sistem permainan. 

    Itu yang ia inginkan dalam masa pramusim, ada pemain baru dan pemain lama di dalam skuadnya kini, mereka perlu bersatu padu. 

    Notsuda adalah sosok yang tak gengsi memulai percakapan, meski ia serba terbatas dalam berbahasa Inggris apalagi Indonesia. 

    “Saya pikir ini akan menjadi sangat bagus. Tujuannya adalah, pertama-tama, pemain harus tahu siapa dirinya, apa yang menjadi kelebihannya,” urai Tolic. 

    “Misalnya 'Saya bagus dalam umpan jauh, tapi saya tidak begitu bagus dalam umpan pendek' atau apa pun itu. Anda perlu tahu siapa diri anda,” jelasnya. 

    Baca juga: Persib Bandung Kalahkan Arema FC 1-0, Igor Tolic: Saya Lebih dari Senang

    “Kemudian, tahap kedua adalah mengetahui siapa rekan setim anda. Karena jika anda tidak tahu siapa rekan satu tim anda, maka anda tidak bisa bermain sepak bola dengan baik.”

    “Jadi tugas dari kami adalah membuat mereka berkomunikasi, untuk saling mengenal satu sama lain dan kualitas masing-masing,” beber Tolic. 

    “Mungkin seseorang itu cepat, mungkin ada seseorang suka bola pendek ke kaki, mungkin seseorang suka bola ke ruang kosong.”

    “Jadi jika mereka terhubung di tingkat alam bawah sadar, maka ini akan menjadi tim yang bagus. Jadi ini tugas kami. Menciptakan banyak situasi di mana mereka bisa berkomunikasi di lapangan,” tukasnya. 

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Tangis Pecah di Buenos Aires Usai Argentina Kalah dari Spanyol di Final Piala Dunia 2026

    Komentar
    Additional JS