Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Piala Dunia Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial UEFA

    Kecewa Berat, Alasan Presiden UEFA Boikot Final Piala Dunia 2026 - detik

    3 min read

     


    Yanu Arifin - detikSport Selasa, 21 Jul 2026 08:40 WIB

    New Jersey -

    Presiden UEFA Aleksander Ceferin tak datang ke final Piala Dunia 2026. Aksi boikot itu dilakukan lantaran kecewa berat dengan FIFA.

    The Times menyebut, Ceferin memilih tidak datang ke final Piala Dunia 2026, yang menggelar pertandingan Spanyol vs Argentina, di New Jersey Stadium, Senin (20/7) dini hari WIB. Ada beberapa alasan yang bikin pemimpin sepakbola Eropa itu memilih absen, meski sempat hadir pada pembukaan di Mexico City, Meksiko.

    UEFA kecewa dengan FIFA terkait karena beberapa hal. Dari mulai menabrak aturan sepakbola hingga hilangnya integritas institusi global tersebut.

    Kasus kartu merah Folarin Balogun yang ditangguhkan FIFA di babak 16 besar yang bikin UEFA kecewa berat. FIFA menangguhkan kartu merah striker Amerika Serikat tersebut sehingga bisa bermain di 16 besar.

    Diketahui, sempat ada intervensi dari Gedung Putih, yakni Pemerintahan Donald Trump, untuk menggugurkan kartu merah itu. FIFA lantas mendadak menangguhkan kartu merah itu, meski berkilah semua diputuskan panel independen yakni Komite Disiplin. UEFA langsung bikin pernyataan keras, menyebut FIFA melewati batas dan merusak integritas sepakbola.

    Dalam banyak hal, UEFA terlihat berseberangan dengan FIFA. Keputusan atau sikap Presiden Gianni Infantino jadi pemicunya.

    Soal FIFA yang kehilangan power pada tuan rumah Amerika Serikat terkait aturan imigrasinya bikin UEFA memerlihatkan sikap berbeda. Kasus ditolaknya wasit Somalia, Omar Artan, direspons UEFA dengan menunjuk sang pengadil memimpin pertandingan Piala Super Eropa antara Paris Saint-Germain melawan Aston Villa, Agustus mendatang.

    UEFA juga kecewa pada FIFA, yang terlalu banyak merombak aturan teknis permainan. Penerapan hydration break atau jeda minum bikin laga menjadi terbagi empat kuarter. Aturan itu dinilai bikin pertandingan terganggu, demi meraih keuntungan finansial dari iklan. Bahkan, jeda pertandingan di final yang mencapai hampir setengah jam juga dianggap menyalahi aturan, seharusnya maksimal 15 menit waktu istirahat diberikan.

    Terakhir soal penerapan harga tiket yang terlalu 'gila' bikin UEFA bersikap berbeda dengan FIFA. Penerapan kenaikan harga dinamis yang dibelakukan bikin harga tiket melambung tinggi, menyulitkan penggemar untuk menonton langsung pertandingan.

    UEFA, yang bakal punya hajatan Euro 2028, menegaskan harga tiketnya tetap terjangkau, yakni di kisaran 30-60 paun saja. Mereka juga takkan menerapkan kenaikan harga dinamis untuk tiket, tidak meniru FIFA.

    Bahkan, UEFA juga disebut menolak gagasan Infantino untuk menambah jumlah peserta Piala Dunia 2030 jadi 64 tim. Proposal FIFA itu ditolak mentah-mentah oleh Ceferin.

    Final Piala Dunia 2026 dimenangkan Spanyol, yang juga juara Euro 2024 lalu. La Furia Roja mengalahkan Argentina 1-0 lewat gol emas Ferran Torres pada menit ke-113, membuat Tim Matador mengoleksi trofi juara dunia keduanya sepanjang sejarah.

    (yna/mrp)

    Komentar
    Additional JS