Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home AVC Cup Berita Bola Voli Featured Spesial Timnas Indonesia Voli

    Keberhasilan Timnas Voli Indonesia Tinggalkan Cerita, Spiker Terbaik India Ungkap Badai dari Laga Tersulit - Semua Halaman - Bolasport

    5 min read

     

    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • Voli
  • Sabtu, 4 Juli 2026 | 08:33 WIB


    Outside hitter timnas voli India, Chirag Yadav, melepaskan spike saat menghadapi Indonesia pada babak semifinal AVC Cup 2026. (ASIAN VOLLEYBALL CONFEDERATION)

    BOLASPORT.COM - Kesuksesan timnas bola voli putra Indonesia meninggalkan cerita tersendiri bagi tim tuan rumah, India setelah AVC Cup 2026.

    Timnas voli India menjadi cerita dalam perjalanan Farhan Halim dkk yang berhasil mencetak sejarah dengan menjadi juara untuk pertama kalinya pada turnamen kasta kedua di Asia itu.

    Indonesia mampu mengalahkan India pada babak semifinal, tim yang tercatat tidak pernah kalah selama babak penyisihan grup.

    India sebenarnya membuka laga dengan berapi-api hingga lebih dulu mencetak kemenangan telak berjarak 10 angka pada set pertama.

    Para pemain tim besutan pelatih Reidel Toiran tampak belum siap menghadapi tim tuan rumah pada set pembuka yang memang tampil lebih ganas.

    Namun, Indonesia pada akhirnya memenangkan laga secara dramatis dalam duel lima set dengan skor 3-2 (15-25, 26-24, 25-20, 19-25, 15-13).

    Kemenangan Indonesia memberikan pukulan bagi India karena kehilangan kesempatan untuk lolos ke final dengan keuntungan sebagai tim tuan rumah.

    Setelah kekalahan itu, panitia penyelenggara disebut tidak membuka secara penuh tribune di Veer Savarkar Sports Complex, Amdavad untuk laga India pada final peringkat 3-4.

    Akan tetapi, penonton tetap datang untuk memberikan dukungan. Outside hitter timnas India, Chirag Yadav, mengaku kaget dengan respons tersebut.

    Baca Juga: Jadwal Kejuaraan Voli Asia U-18 2026 - Tim Putri Indonesia Tantang Thailand pada Perempat Final

    "Sejujurnya, tak seorang pun dari kami mengira akan ada respons yang begitu luar biasa, dan bahkan pemerintah Gujarat pun tidak menduganya," kata Chirag kepada The Bridge, dilansir BolaSport.com.

    "Mereka hanya membuka sebagian dari pintu stadion karena mengira tidak akan banyak orang yang datang. Namun, jumlah penontonnya sungguh luar biasa."

    "Orang-orang begitu banyak sehingga jumlah yang harus menunggu di luar justru lebih banyak daripada yang benar-benar berada di dalam menonton pertandingan."

    Yadav membeberkan bahwa situasi di dalam timnya sendiri benar-benar sulit setelah takluk dari Indonesia pada laga semifinal.

    "Sebenarnya, semifinal adalah pertandingan tersulit karena jika menang, Anda lolos ke final dan dijamin setidaknya meraih medali," kata pemain berusia 25 tahun itu.

    "Namun, ketika kalah, situasinya benar-benar sulit. Pada saat itu, tubuh Anda sudah kelelahan, dan secara mental, Anda juga lelah."

    Alih-alih terus meratapi kekalahan, tim yang merupakan runner-up CAVA Volleyball itu memilih bangkit untuk menghadapi Bahrain pada laga perebutan tempat ketiga.

    "Kami meyakinkan diri sendiri bahwa kami telah memberikan segalanya," kata Yadav lagi.

    "Begitulah olahraga. Selalu ada pasang surut. Hari itu adalah hari keberuntungan mereka."

    "Mereka bermain bagus, mereka juga telah bekerja keras, dan mereka pantas meraih kemenangan."

    "Satu-satunya fokus kami setelah itu adalah memastikan kami memenangkan medali perunggu,” ujar pemain yang menorehkan 111 poin selama AVC Cup 2026 itu.

    India mengobati luka dari kekalahan melawan Indonesia dengan meraih peringkat ketiga. Mereka mengalahkan juara bertahan, Bahrain dengan skor 3-1 (25-23, 23-25, 25-21, 25-17).

    Bagi India, AVC Cup menjadi pembelajaran berharga karena mereka akan tampil pada dua ajang bergengsi tahun ini yaitu Kejuaraan Voli Asia 2026 dan Asian Games 2026.

    "Turnamen seperti ini jelas membantu meningkatkan kepercayaan diri kami," kata Yadav.

    "Namun, turnamen ini juga menunjukkan kepada kami di mana kami melakukan kesalahan. Seberapa keras pun kami berlatih, ujian sesungguhnya baru datang saat kami bertanding."

    Komentar
    Additional JS