Jelang Prancis vs Inggris: Deschamps Akan Berpisah, Tuchel Disorot, Mbappe Kejar Sepatu Emas - Kompas TV
Kompas.tv - 18 Juli 2026, 08:35 WIB
MIAMI, KOMPAS.TV - Prancis dan Inggris sama-sama gagal mencapai final Piala Dunia 2026. Namun, duel perebutan tempat ketiga yang berlangsung di Miami, Minggu (19/7/2026) dini hari WIB.
Para pemain Prancis mengakui pertandingan ini bukan laga yang mereka harapkan. Bek Les Bleus, Ibrahima Konate, mengatakan target utama kedua tim sejak awal adalah tampil di final.
"Tak satu pun dari kami ingin memainkan pertandingan perebutan tempat ketiga. Namun, kami tidak punya pilihan selain tetap bermain. Prancis dan Inggris memiliki sejarah panjang, jadi kami menantikan pertandingan ini dan akan melihat hasilnya nanti," kata Konate melansir dari AP.
Meski demikian, pertandingan tersebut tetap memiliki arti berbeda bagi masing-masing tim.
Prancis membawa misi menutup era Didier Deschamps dengan hasil positif, sementara Inggris berusaha mengakhiri turnamen di tengah kritik terhadap Thomas Tuchel.
Di sisi lain, Mbappe masih memiliki kesempatan terakhir menambah pundi-pundi golnya untuk sepatu emas.
Baca Juga: Percaya Takhayul, Javier Milei Enggan Nonton Langsung Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina
Penutup Era Didier Deschamps
Laga melawan Inggris akan menjadi pertandingan terakhir Didier Deschamps sebagai pelatih tim nasional Prancis setelah memimpin Les Bleus selama 14 tahun.
Di bawah kepemimpinannya, Prancis menjuarai Piala Dunia 2018, menjadi finalis Piala Dunia 2022, serta mencapai final Piala Eropa 2016.
Deschamps mengaku akan merindukan tim nasional yang telah menjadi bagian terbesar dalam karier kepelatihannya.
"Saya tahu ini akan menjadi pertandingan terakhir saya. Saya juga tahu saya akan merindukan tim nasional Prancis. Saya mendapat kehormatan mengenakan lambang negara ini selama bertahun-tahun, melewati banyak momen indah maupun masa-masa sulit. Tim nasional Prancis adalah hal terbaik yang pernah terjadi dalam karier profesional saya," ujar Deschamps.
Konate mengatakan para pemain ingin mengakhiri perjalanan Deschamps dengan kemenangan.
"Dia telah membimbing banyak pemain Prancis. Kami memang pernah mengalami masa-masa sulit, tetapi dia juga memberi kami begitu banyak kebahagiaan. Kami ingin membalas semua itu dengan kemenangan pada pertandingan terakhirnya," ucap Konate.
Tuchel Datang di Tengah Sorotan
Jika Prancis membawa misi menutup era Deschamps, Inggris justru datang dengan situasi berbeda.
Kekalahan 1-2 dari Argentina di semifinal memicu kritik terhadap Thomas Tuchel. Sejumlah media Inggris menyoroti keputusan taktik pelatih asal Jerman itu setelah The Three Lions gagal mempertahankan keunggulan hingga akhirnya tersingkir.
Baca Juga: Profil Slavko Vincic: Wasit Final Piala Dunia 2026 dan Saksi Kekalahan Terakhir Argentina
Meski menjadi sasaran kritik, Tuchel memilih menerimanya sebagai bagian dari pekerjaannya.
"Setiap kali kalah, Anda pasti akan dikritik. Itulah sepak bola. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi jika saya mengambil keputusan berbeda. Saya bertanggung jawab atas keputusan-keputusan itu dan saya juga menerima kritiknya," kata Tuchel.
Bagi Inggris, kemenangan atas Prancis setidaknya dapat menjadi penutup yang lebih baik setelah kembali gagal mengakhiri penantian gelar Piala Dunia yang telah berlangsung sejak 1966.
Mbappe Masih Punya Peluang
Di luar cerita dua pelatih, perebutan tempat ketiga juga masih berpengaruh dalam persaingan individu.
Kylian Mbappe telah mengoleksi delapan gol, jumlah yang sama dengan kapten Argentina Lionel Messi. Namun, Messi masih unggul dalam jumlah assist sehingga memimpin persaingan peraih Sepatu Emas Piala Dunia 2026.
Sementara itu, Harry Kane dan Jude Bellingham juga belum sepenuhnya tersingkir dari persaingan setelah masing-masing mengoleksi enam gol.
Deschamps memastikan Mbappe berada dalam kondisi siap bermain meski akan melakukan sejumlah perubahan dalam susunan pemain.
"Kami tetap memiliki pertandingan untuk dimainkan dan kami memiliki tanggung jawab. Saya, staf pelatih, dan para pemain memikul tanggung jawab mengenakan seragam ini untuk seluruh rakyat Prancis yang selalu memberikan dukungan," ujar Deschamps.
Sumber : Kompas TV