Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Jakarta Kejuaraan Taekwondo Asia Spesial Taekwondo

    Jakarta Gelar Kejuaraan Taekwondo Asia: Tidak Cuma Prestasi, tapi Ekonomi - detkm

    2 min read

     

    Jakarta -

    Indonesia lagi jadi tuan rumah Asian Taekwondo Indonesia Open Championships. Ini bukan sekadar ajang memburu prestasi, tapi diharapkan juga mendatangkan cuan.

    Asian Taekwondo Indonesia Open Championships akan diselenggarakan di Tennis Indoor Senayan, 1-5 Agustus. Ajang bergengsi ini masuk dalam turnamen level G2 World Taekwondo (WT) sekaligus jadi salah satu ajang perburuan poin menuju Olimpiade Los Angeles 2028 dan Kejuaraan Dunia.

    Ada kategori dipertandingkan, yakni poomsae (seni) dan kyorugi (tarung). Untuk kategori poomsae recognized dan freestyle dijadwalkan berlangsung 1-2 Agustus. Sedangkan Kyorugi Senior Putra dan Putri digelar pada 3-5 Agustus.

    Sebanyak 478 taekwondoin dari 36 negara tercatat akan berpartisipasi. Indonesia sebagai tuan rumah menurunkan 233 taekwondoin, 31 di antaranya merupakan atlet yang telah dipersiapkan PBTI berdasarkan hasil dari rangkaian Kejuaraan Ksatria Nusantara Series di Lampung, Surabaya, Bandung, Bali, dan Kediri.

    Tiga dari 31 taekwondoin tersebut yang disiapkan PBTI juga merupakan atlet yang akan mewakili Merah Putih di Asian Games Aichi Nagoya 2026, yakni Muhammad Bassam Raihan (U68kg), Arya Danu (U80kg), serta Andi Sultan yang turun di poomsae.

    Sementara itu, sebanyak 245 taekwondoin lainnya berasal dari berbagai negara di kawasan Asia, Eropa, Amerika, Afrika, dan Timur Tengah. India menjadi negara dengan jumlah peserta asing terbanyak, yakni 61 atlet, disusul Hong Kong dengan 34 atlet dan Filipina dengan 33 atlet.

    Sekretaris Jenderal PBTI, Rafael Hotasi Siagian, mengatakan tingginya antusiasme membuat panitia harus membatasi peserta jumlah peserta. Hal ini untuk menjaga durasi waktu pertandingan.

    "478 atlet dari 36 negara merupakan angka final. Kami harus membatasi karena ada aturan dari World Taekwondo, turnamen tidak bisa diselenggarakan hingga malam hari. Kami harus mengikuti itu," kata Rafael dalam keterangan pers.

    Melihat banyaknya jumlah peserta, PBTI senang karena bukan hanya turnamen yang akan berlangsung lebih kompetitif dan sengit, tapi juga efek yang bisa diberikan untuk perekonomian, tidak cuma bagi DKI Jakarta namun juga Indonesia.

    Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Richard Tampubolon, mengatakan bahwa penyelenggaraan turnamen ini menjadi kesempatan untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu destinasi penyelenggaraan kompetisi olahraga internasional.

    "Kejuaraan ini bukan hanya tentang pertandingan dan menjadi tempat bagi atlet-atlet kita untuk mengasah kemampuan terbaik mereka, tetapi juga dapat memberikan dampak positif bagi Indonesia. Kehadiran atlet dan ofisial dari berbagai negara dapat memberikan manfaat yang lebih luas, khususnya bagi DKI Jakarta, melalui sektor perhotelan, transportasi, kuliner, usaha mikro, dan pariwisata yang diharapkan dapat menggerakkan roda perekonomian," ujar Richard.

    "Sport tourism merupakan salah satu cara untuk memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat internasional. Semakin banyak event berkualitas yang digelar, semakin besar pula peluang untuk meningkatkan kunjungan sekaligus membangun citra Jakarta sebagai kota olahraga dan destinasi internasional."

    (mrp/rin)

    Komentar
    Additional JS