Inggris Tersingkir Tragis, David Beckham Semprot Kepemimpinan Wasit: Laga Ini Akan Diperdebatkan Lama! - Jakarta Kota
Part Of Lihat Semua
JAKARTA KOTA - Legenda sepakbola Inggris, David Beckham, menyampaikan kekecewaannya setelah Inggris dikalahkan Argentina 2-1 pada babak semifinal Piala Dunia 2026 di Stadion Atlanta, Kamis, 16 Juli.
Beckham menilai sejumlah keputusan wasit menjadi salah satu faktor yang membuat hasil pertandingan terasa begitu menyakitkan bagi The Three Lions.
Misalnya saat terjadi momen kontroversial pada tiga menit pertama setelah Enzo Fernandez melakukan pelanggaran terhadap bintang Inggris, Elliot Anderson.
Fernandez tampak memukul bagian belakang kepala Anderson, dan para pemain Inggris, yang dipimpin oleh Jude Bellingham, bereaksi keras terhadap pelanggaran tersebut.
Beckham mengatakan ekspresi para pendukung Inggris setelah peluit akhir menjadi gambaran nyata betapa besarnya rasa kecewa yang dirasakan.
"Anda hanya perlu melihat wajah para pendukung Inggris untuk memahami betapa menyakitkan hasil ini. Mereka frustrasi, patah hati, dan mempertanyakan beberapa momen terbesar dalam pertandingan," ujar Beckham.
Mantan kapten Inggris itu mengakui emosi para suporter memuncak karena merasa ada beberapa keputusan penting yang seharusnya ditinjau lebih cermat.
"Ada keputusan-keputusan yang layak mendapat perhatian lebih, dan saya mengerti mengapa emosi begitu tinggi. Dalam semifinal Piala Dunia, setiap insiden menjadi sangat besar karena satu momen bisa mengubah segalanya," kata Beckham.
Secara keseluruhan Beckham menilai para pemain Inggris telah memberikan segalanya di lapangan, tetapi sejumlah momen krusial dinilai tidak berpihak kepada mereka.
Ia bahkan menuding gol Argentina berbau offside serta menganggap permainan lawan berlangsung keras.
"Para pemain telah memberikan segalanya, tetapi wasit memutuskan siapa yang ingin menang malam ini. Argentina mencetak gol yang menurut kami offside, dan mereka bermain sangat keras tanpa niat memainkan bola," ujarnya.
Menurut dia, para pemain Inggris akan pulang dengan perasaan berat dan sedih akibat sejumlah momen penting tidak berjalan sesuai harapan mereka.
"Malam ini para pemain akan meninggalkan lapangan dengan perasaan bahwa beberapa momen krusial tidak berpihak kepada mereka, dan mungkin Argentina kembali diuntungkan. Itulah bagian tersulit untuk diterima setelah berjuang demi setiap bola," tuturnya.
Di akhir pernyataannya, Beckham meyakini kontroversi pertandingan ini masih akan menjadi bahan perdebatan dalam waktu yang lama.
"Terlepas apakah orang setuju atau tidak dengan keputusan ofisial pertandingan, laga ini akan diperdebatkan untuk waktu yang lama. Inggris merasa mereka memiliki peluang besar mencapai final, dan itulah mengapa kekalahan ini terasa sangat menyakitkan," pungkasnya.
Kekalahan tersebut memastikan langkah Inggris terhenti di babak semifinal, sementara Argentina melaju ke final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol. (*)




