Indonesia Raih 1 Medali pada Kejuaraan Asia Junior 2026, PBSI Fokus Benahi Kekurangan Jelang Kejuaraan Dunia Junior 2026 - Semua Halaman - Bolasport
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Selasa, 7 Juli 2026 | 11:58 WIB
BOLASPORT.COM – Manajer Tim Indonesia pada Kejuaraan Asia Junior 2026 (Asia Junior Championships/AJC), Eskar Denatara memetakan hasil penampilan tim Indonesia sepanjang kejuaraan.
Meski target yang telah ditetapkan belum berhasil dicapai, AJC 2026 memberikan sejumlah catatan penting yang akan menjadi bahan pembenahan dalam persiapan menuju Kejuaraan Dunia Junior 2026.
Menurut Eskar, format pertandingan beregu dengan sistem game 55 poin membuat setiap pertandingan berlangsung sangat dinamis sehingga kemampuan memanfaatkan momentum menjadi faktor penentu.
“Saat menghadapi Korea pada fase grup, anak-anak mampu memanfaatkan momentum dengan baik sehingga berhasil meraih kemenangan," kata Eskar dalam siaran resmi PBSI.
"Sebaliknya saat melawan Malaysia dan Thailand, kami kehilangan beberapa poin penting pada momen-momen krusial."
"Secara kualitas kami mampu bersaing, tetapi lawan tampil lebih tenang karena memiliki pengalaman internasional yang lebih banyak,” ujar Eskar.
Ia menilai secara umum kemampuan teknik, fisik, dan mental para atlet sudah cukup baik.
Namun, masih ada pekerjaan rumah pada aspek taktikal, ketenangan dalam pertandingan, serta jam terbang di level internasional.
“Beberapa atlet bahkan baru menjalani debut internasional di AJC. Pengalaman menghadapi tekanan di pertandingan besar menjadi hal yang harus terus dibangun agar mereka semakin matang,” katanya.
Pada nomor perorangan, Indonesia berhasil menempatkan tujuh wakil pada babak perempat final, dengan sektor tunggal putra menyumbangkan hasil terbaik melalui Fardhan Joe yang meraih medali perak, meningkat dari perunggu pada edisi sebelumnya.
Eskar menilai sektor putri masih perlu meningkatkan kekuatan fisik, khususnya strength dan power endurance, agar mampu bersaing secara konsisten di level Asia.
Dari sektor ganda putra, kemampuan mengelola tekanan serta mengambil keputusan pada poin-poin penting menjadi fokus pembenahan.
“Sektor ganda putri menunjukkan perkembangan dengan meloloskan dua pasangan ke perempat final," ucap Eskar.
"Di sektor ganda campuran, pasangan-pasangan non-pelatnas juga mampu memberikan perlawanan yang cukup baik."
"Namun secara keseluruhan masih banyak detail yang harus kami benahi agar hasilnya lebih maksimal."
Menurut Eskar, perkembangan negara-negara lain juga menjadi perhatian. Tidak hanya kekuatan tradisional seperti China, Jepang, dan Korea.
Negara-negara seperti Hong Kong Thailand, dan Taiwan uga menunjukkan peningkatan yang signifikan sehingga persaingan di level junior Asia kini semakin merata dan kompetitif.
“Karena itu kami tidak bisa hanya melihat hasil akhir. Kami harus terus meningkatkan kualitas pembinaan agar mampu mengikuti perkembangan persaingan yang semakin ketat,” katanya.
Eskar juga menyampaikan permohonan maaf karena tim Indonesia belum mampu memenuhi target yang telah ditetapkan.
“Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia karena belum berhasil meraih gelar juara di AJC 2026," ucap Eskar.
"Hasil ini tentu menjadi tanggung jawab kami. Ke depan kami akan menjadikan seluruh catatan dari AJC sebagai bahan pembenahan, baik dari sisi taktikal, peningkatan fisik, maupun penambahan jam terbang internasional."
"Kami berharap para atlet dapat menunjukkan penampilan yang lebih baik pada World Junior Championships nanti."
Baca Juga: Kejuaraan Asia Junior 2026 - Upgrade ke Medali Perak, Sesal Fardhan Rainanda Joe Tetap Masih Ada