Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Lionel Messi Piala Dunia Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial Timnas Argentina Timnas Inggris

    Hasil Piala Dunia 2026 - Asis Dobel Lionel Messi Hancurkan Inggris dalam 7 Menit, Argentina ke Final Lagi - Semua Halaman - Bolasport

    6 min read

     

    .com

    BOLASPORT.COM - Lionel Messi mengukir dua asis dalam perjumpaan pertamanya melawan Inggris, Argentina menang comeback lagi dan lolos ke final Piala Dunia 2026.

    Sang juara bertahan turnamen berhasil melanjutkan tren lolos ke final sebagai lawan Spanyol pada partai puncak Piala Dunia 2026 secara dramatis.

    Dalam duel semifinal di Stadion Atlanta, Rabu (15/7/2026), Timnas Argentina mengalahkan Inggris dengan skor 2-1 melalui aksi remuntada dalam 7 menit di ujung pertandingan.

    Partai ini spesial bagi Lionel Messi karena menandakan pertemuan pertamanya melawan The Three Lions.

    Sepanjang karier gemerlap dua dekade, hanya Timnas Inggris lawan yang belum pernah dihadapi Messi di antara para kolektor gelar juara Piala Dunia.

    Kesempatan La Pulga ketemu Inggris pada permulaan karier di tim nasional kandas gara-gara kartu merah dalam debutnya.

    Pada 17 Agustus 2005, Messi yang baru berusia 18 tahun melakoni penampilan pertamanya di tim senior Albiceleste dalam laga uji coba melawan Hungaria.

    Nahas, dia melakukan aksi ceroboh dengan melakukan pelanggaran berbuah kartu merah hanya 47 detik setelah masuk menggantikan Lisandro Lopez.

    Debutnya berakhir tragis dalam waktu kurang dari semenit saja.

    Messi terpaksa absen di partai uji coba internasional berikutnya, ya, saat negaranya meladeni Inggris.

    Partai di Jenewa tanpa Messi yang berakhir dengan kemenangan Inggris 3-2 pada 11 November 2005 adalah bentrokan terakhir bagi kedua tim sebelum laga semifinal di Atlanta.

    Pertandingan bertema mencari lawan Spanyol di final Piala Dunia 2026 dihiasi bentrokan misi penting.

    Setelah juara di Qatar 2022, Messi dkk mengincar tiket final dua kali beruntun, meniru langkah generasi Diego Maradona pada 1986 dan 1990.

    Adapun Inggris bertekad menyudahi penantian 60 tahun lolos ke partai puncak. Terakhir mereka merasakannya saat juara di kandang sendiri pada 1966.

    Benturan misi ini membuat pertandingan berjalan ketat di babak pertama walau belum menghasilkan gol.

    Baik Inggris maupun Argentina masih berhati-hati dalam melakukan manuver serangan sembari menjaga pertahanan agar tak kecolongan.

    Buntutnya, kontak fisik antarpemain lebih banyak terjadi di tengah upaya mereka mempertahankan setiap wilayah di lapangan.

    Bukannya gol, kartu kuning lebih banyak dikeluarkan wasit Ismael Elfath di babak pertama, masing-masing satu untuk setiap kubu.

    BBC mencatat tidak satu pun tembakan on target dilepaskan kedua tim sepanjang 45 menit awal. Inggris hanya melepaskan satu ancaman, sedangkan Argentina dua kali.

    Aksi saling menjatuhkan justru lebih dominan. Timnas Argentina paling sering melakukan pelanggaran (12) dibandingkan Inggris (7).

    Tembakan roket Enzo Fernandez dan sepakan bebas Reece James adalah dua dari sedikit momen peluang yang cukup mendatangkan gereget.

    Lionel Messi juga berhasil dibatasi pergerakannya. Sang raja gol Piala Dunia dibikin kehilangan bola 15 kali di paruh pertama ini.

    Hanya 14 dari 21 operannya berhasil menemui rekan setim. Pengawalan cermat Elliot Anderson dkk meredam eksplosivitas sang superstar.

    Memasuki babak kedua, telur akhirnya pecah. Bukan Timnas Argentina yang sedikit dominan di paruh awal, melainkan Inggris lebih dulu unggul.

    Kejelian Harry Kane melontarkan umpan lambung dari tengah membuka ruang Morgan Rogers untuk mengusik pertahanan musuh.

    Sempat dihalau salto Leandro Paredes, bola direbut kembali oleh Declan Rice, yang mengopernya kepada Rogers.

    Winger Aston Villa tersebut meneruskannya dengan kiriman umpan jitu ke kotak penalti yang disambut terjangan jitu Anthony Gordon.

    Lepas dari pengamatan Nahuel Molina, pemain anyar Barcelona itu berhasil mendorong bola masuk ke gawang dan bikin Inggris memimpin 1-0.

    Posisi tertinggal bikin Timnas Argentina terlecut. Manuver-manuver Messi semakin liar dan memicu banyak peluang.

    Kans terbaik pertama dari umpan super Messi ditanduk Nico Gonzalez di muka gawang, tapi berhasil dimentahkan Jordan Pickford secara brilian.

    Hujan suplai ke kotak penalti Inggris kembali melahirkan peluang emas melalui sundulan Alexis Mac Allister yang membentur tiang. Disusul tandukan Gonzalez melenceng tipis dari gawang.

    Bau-bau gol penyeimbang makin pekat saat Inggris berusaha mempertahankan keunggulan. Pickford menepis tembakan roket Fernandez.

    Tapi pemain yang sama akhirnya bisa juga menaklukkan kiper Inggris dari percobaan lanjutannya dari luar kotak penalti. Messi tercatat sebagai pemberi asis.

    Hasrat Timnas Argentina membalikkan kedudukan membuncah lagi layaknya di pertandingan terakhir.

    Gelombang serangan makin deras. Percobaan kedua Mac Allister mengenai tiang lagi. Benar saja, ini tinggal menunggu waktu lahirnya gol susulan.

    Dari rangkaian skema yang sama, asis dobel Messi mengarsiteki lahirnya gol pembalik kedudukan dari sundulan Lautaro Martinez.

    Timnas Argentina pun melakoni comeback lagi dalam 7 menit, mengubah defisit 0-1 menjadi 2-1 dan lolos ke final untuk menantang Spanyol.

    Hasil Pertandingan

    Inggris 1-2 Argentina (Anthony Gordon 55'; Enzo Fernandez 85', Lautaro Martinez 90+2')

    Susunan Pemain

    Inggris (4-2-3-1): 1-Jordan Pickford; 24-Reece James (Dan Burn 82'), 5-John Stones, 6-Marc Guehi, 25-Djed Spence; 4-Declan Rice (Nico O'Reilly 82'), 8-Elliot Anderson; 17-Morgan Rogers, 10-Jude Bellingham, 18-Anthony Gordon (Ezri Konsa 72'); 9-Harry Kane. Pelatih: Thomas Tuchel

    Argentina (4-4-2): 23-Emi Martinez; 26-Nahuel Molina (Gonzalo Montiel 72'), 13-Cristian Romero, 6-Lisandro Martinez (Nicolas Otamendi 72'), 3-Nico Tagliafico (Lautaro Martinez 81'); 17-Giuliano Simeone (Rodrigo De Paul 72'), 5-Leandro Paredes (Nico Gonzalez 64'), 20-Alexis Mac Allister, 24-Enzo Fernandez; 10-Lionel Messi, 9-Julian Alvarez. Pelatih: Lionel Scaloni

    Wasit: Ismael Elfath (AS)

    Komentar
    Additional JS