Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Piala Dunia Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial Timnas Belanda

    Gugur di Piala Dunia 2026 dan Dilanda Krisis Pelatih Top, Saatnya Timnas Belanda Dipimpin Wanita Super? - Semua Halaman - Bolasport

    6 min read

     

    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • DEMAM BOLA
  • Kamis, 2 Juli 2026 | 17:00 WIB

    Pelatih Timnas Wanita Inggris, Sarina Wiegman, masuk daftar kandidat nakhoda Timnas Belanda seusai gugur di Piala Dunia 2026. (FRANCK FIFE/AFP)

    BOLASPORT.COM - Nama Sarina Wiegman mencuat sebagai kandidat paling menarik untuk mengisi jabatan pelatih Timnas Belanda selepas gagal di Piala Dunia 2026.

    Posisi bondscoach atau pelatih kepala tim nasional di Negeri Kincir Angin sedang lowong setelah Ronald Koeman mundur.

    Bek legendaris Oranje itu melengserkan diri selepas gagal membawa Timnas Belanda lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.

    Secara tragis, Virgil van Dijk cs disingkirkan Maroko via adu penalti di Stadion BBVA, Monterrey, Senin (29/6/2026).

    Gugurnya Belanda sebagai salah satu kontestan unggulan bikin publik Negeri Tulip kecewa berat.

    Bukan hanya mengalami penurunan dibandingkan edisi sebelumnya, di mana Belanda mencapai perempat final, Koeman habis dihajar kritik soal strategi permainannya.

    Ia dianggap mengkhianati skema permainan ofensif ala Total Football yang menjadi identitas Oranje dengan memainkan pola bertahan 5-3-2.

    Ironis karena pertahanan Belanda jadi bulan-bulanan Timnas Maroko, yang sangat dominan menguasai bola dan penciptaan serangan.

    Koeman sudah mundur, tapi belum cukup menyelesaikan masalah. Kendala berikutnya, Belanda kudu mencari pengganti mumpuni yang saat ini terbatas opsinya.

    Baca Juga: Timnas Belanda Disingkirkan Pemain Buangan Sendiri, Efek Kualat Ucapan Legenda?

    Publik Oranje menuntut pembaruan masif di tengah minimnya sosok nakhoda lokal generasi baru, bukan sosok itu-itu saja.

    Akan tetapi, kandidat yang beredar sekarang belum cukup meyakinkan. Bisa dibilang Belanda sedang dilanda krisis pelatih top untuk berkancah di level internasional.

    Nama-nama seperti Arne Slot, Erik ten Hag, Peter Bosz, hingga Michael Reiziger atau Ruud van Nistelrooy minim pengalaman di turnamen antarnegara.

    Adapun juru taktik lawas macam Louis van Gaal, Frank de Boer, Guus Hiddink, atau Bert van Marwijk dan Dick Advocaat sudah tak lagi dijagokan.

    Ronald Koeman mundur dari Timnas Belanda setelah gugur di babak 32 besar Piala Dunia 2026.Ronald Koeman mundur dari Timnas Belanda setelah gugur di babak 32 besar Piala Dunia 2026. (NICOLAS TUCAT/AFP)

    Wanita Super

    Kondisi ini memunculkan ide menarik dari publik dengan munculnya nama Sarina Wiegman dalam daftar kandidat.

    Wanita super yang satu ini memiliki rekam jejak yang jauh lebih gemilang dibandingan sederet kandidat pria tadi.

    Wiegman, 56 tahun, menuai sukses besar bersama anak asuhnya di Timnas Wanita Inggris.

    Ia membawa The Lionesses juara Piala Eropa Wanita 2022 dan 2025, serta mencapai final Piala Dunia Wanita 2023.

    Adapun bagi Timnas Wanita Belanda, Wiegman juga pernah juara Euro 2017 dan menjadi runner-up Piala Dunia 2019.

    Tanpa memandang perbedaan gender, wanita kelahiran The Hague ini bahkan layak menyandang predikat salah satu pelatih terbaik dalam sejarah.

    Baca Juga: Calon Pengganti Ronald Koeman di Timnas Belanda, Erik Ten Hag atau Arne Slot?

    Modal mutlaknya adalah lima trofi sebagai Pelatih Terbaik Wanita FIFA pada 2017, 2020, 2022, 2023, dan 2025.

    Dengan bekal riwayat hidup sementereng itu, pencalonan nama Wiegman sebagai nakhoda baru tim nasional pria dianggap bukan lagi sekadar wacana.

    "Ini olahraga yang sama, hanya dimainkan oleh orang berbeda, dan dari jenis kelamin yang berbeda," ucap pengamat sepak bola yang juga eks striker Timnas Belanda, Youri Mulder, kepada NOS.

    "Saya pernah melihat seorang pelatih wanita yang menangani sebuah tim, dan dia telah membuktikan kemampuannya."

    "Dia meraih kesuksesan besar di sana dan memiliki visi yang sangat jelas."

    "Pemahamannya tentang permainan tepat serta memiliki cara bekerja dengan sebuah kelompok. Di KNVB (Asosiasi Sepak Bola Belanda), mereka juga mengetahuinya."

    "Di Jerman pun, seorang wanita pernah memimpin sebuah tim pria."

    "Saya bisa saja melakukan wawancara dengan seorang kandidat wanita untuk posisi pelatih. Mengapa tidak?" kata mantan pemain dan pelatih Schalke itu.

    Keberadaan pelatih wanita yang menukangi skuad sepak bola pria mungkin belum lazim, tapi sudah dilakukan sejumlah tim di berbagai penjuru dunia.

    Fenomena terbaru muncul di Liga Jerman saat Marie-Louise Eta dilantik sebagai pelatih interim Union Berlin di sisa musim Bundesliga 2025-2026.

    Eta mencatatkan rekor sebagai pelatih wanita pertama yang menangani sebuah tim sepak bola pria di lima liga terelite Eropa.

    Di tengah badai kritik, dia berhasil menyelamatkan klub dari degradasi sebelum meletakkan jabatannya dan beralih menukangi tim wanita Union Berlin untuk musim 2026-2027.

    Komentar
    Additional JS