Gol Penalti Spanyol Jadi Kontroversi, Kenapa Lamine Yamal Tak Dianggap Handball? - Semua Halaman - Bolasport
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Rabu, 15 Juli 2026 | 07:00 WIB
Momen pelanggaran Lucas Digne terhadap Lamine Yamal yang menyebabkan tendangan penalti bagi Timnas Spanyol dalam laga semifinal Piala Dunia 2026 di Stadion Dallas, Amerika Serikat (14/7/2026). (CHARLY TRIBALLEAU/AFP)
BOLASPORT.COM - Insiden gol penalti menyertai kelolosan Timnas Spanyol ke final Piala Dunia 2026 seusai menyingkirkan Prancis.
Tim Matador mengalahkan tetangganya dengan skor 2-0 pada laga semifinal di Stadion Dallas, Selasa (14/7/2026) waktu setempat.
Dua gol yang bersarang ke gawang Timnas Prancis berasal dari tendangan penalti Mikel Oyarzabal dan sepakan Pedro Porro dalam situasi satu lawan satu dengan kiper.
Gol pertama memicu kontroversi. Timnas Spanyol mendapatkan tendangan penalti setelah Lamine Yamal dijatuhkan Lucas Digne di zona terlarang.
Prosesnya diawali aksi Digne yang hendak menyapu bola udara yang lebih dulu dikontrolnya dengan kepala.
Dari arah berlawanan, ternyata datang Yamal yang hendak merebut bola.
Benturan tak terhindarkan. Kaki Digne yang siap menyapu bola tadi malah mengenai badan sang winger belia hingga terjatuh.
Wasit Ivan Barton asal El Salvador menunjuk titik putih. Eksekusi berhasil dilakukan Oyarzabal untuk membawa Spanyol unggul 1-0 pada menit ke-22 dan meraih momentum.
Kylian Mbappe dkk jelas melakukan protes. Ada dugaan Yamal sengaja melemparkan dirinya sendiri ke arah kaki Digne hingga mendapatkan tendangan di badannya.
Pemain Barcelona itu juga diklaim melakukan handball sebelum terjatuh.
Dari tayangan lambat, bola memang tampak mengenai lengan Yamal lebih dulu sehingga keabsahan penalti dipertanyakan.
Mantan wasit pro yang kini menjadi analis pertandingan di ITV, Christina Unkel, menilai keputusan wasit sudah benar.
Menurutnya, bola memang mengenai lengan Yamal tetapi berada di batas legal karena sejajar dengan ketiak.
Regulasi bagian lengan/tangan yang dianggap handball atau tidak menurut regulasi IFAB. (FOOTBALLRULES.COM)
Sesuai regulasi IFAB (badan penyusun peraturan sepak bola), sikap badan Yamal juga dianggap tidak mencoba membuat ukuran tubuhnya lebih besar (unnatural position).
Posisi lengannya dilipat rapat, bukan direntangkan jauh sehingga tampak tidak alamiah.
Akibatnya, karena sanksi handball tidak valid, maka pelanggaran Digne terhadap Yamal tetap diberlakukan dan menyebabkan konsekuensi penalti.
"Kontak (dengan bola) tersebut terjadi di area ujung lengan baju Yamal, sehingga tidak dianggap sebagai bagian dari tangan."
"Hal itu tidak akan dianggap sebagai pelanggaran (handball). Sanksi tersebut (penalti) harus tetap berlaku," kata Unkel, dikutip BolaSport.com dari The Independent.
Did Lamine Yamal handball before digne kicked him??? Not sure whether its a penalty pic.twitter.com/wXkzqDXb0B
— Danis (@DanisMCFC) July 14, 2026
Pandit top Timnas Inggris yang juga mantan bek sayap mereka, Gary Neville, ikut mengkritik Lucas Digne yang lengah menyadari keberadaan Lamine Yamal di sekitarnya.
"Dia harus selalu waspada terhadap posisinya, terutama ketika ada pemain bagus di sekitarnya (Yamal)."
"Awalnya dia menutup ruang geraknya, dia harus waspada terhadap posisi Yamal."
"Dia bahkan tidak sadar kalau Yamal ada di sana, dia sama sekali tidak tahu," ucap legenda Man United tersebut.
Di balik kontroversi ini, Timnas Spanyol berhasil memastikan tiket final Piala Dunia 2026 dan semakin dekat dengan mimpi meraih trofi kedua setelah 2010.
La Furia Roja tinggal menanti pemenang duel Inggris vs Argentina di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Rabu (15/7/2026).