Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured FIFA Gianni Infantino Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial

    Gianni Infantino Tawarkan Rp720 Miliar per Negara demi Loloskan Rencana Kontroversial FIFA - Kompas

    6 min read

     


    KOMPAS.com - Presiden FIFA Gianni Infantino menawarkan insentif pendanaan hingga 40 juta dollar AS (sekitar Rp720 miliar) kepada setiap asosiasi anggota FIFA yang mendukung rencana pembentukan perusahaan komersial baru FIFA dengan melibatkan investor swasta.

    Penawaran tersebut tertuang dalam surat yang dikirim kepada 211 asosiasi anggota FIFA. Mereka diberi tenggat hingga 19 September 2026 untuk menyatakan dukungan terhadap proposal tersebut.

    Rencana itu memicu penolakan keras dari UEFA.

    Federasi sepak bola Eropa bahkan dijadwalkan menggelar pertemuan darurat untuk membahas langkah lanjutan, termasuk kemungkinan memboikot Piala Dunia apabila proposal tetap dijalankan.

    Spanyol Hapus Sosok Trump dari Foto Selebrasi Juara Piala Dunia 2026

    Baca juga: FIFA Ternyata Kasih Rp 6,38 Triliun untuk Klub-klub yang Lepas Pemain ke Piala Dunia 2026

    FIFA Ingin Galang Dana 4,2 Miliar Dollar AS

    Melalui perusahaan baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE), FIFA berencana mengelola seluruh hak komersial turnamen, termasuk hak siar, sponsor, penjualan tiket, hingga lisensi.

    Untuk membentuk perusahaan tersebut, FIFA ingin menjual kepemilikan minoritas yang tidak mengendalikan perusahaan kepada investor eksternal.

    Langkah itu ditargetkan menghasilkan dana hingga 4,2 miliar dollar AS (sekitar Rp75,6 triliun).

    FIFA menaksir nilai FIFA Forward Enterprise mencapai 20 miliar dollar AS (sekitar Rp360 triliun).

    Baca juga: Infantino: Rencana Penjualan Saham Piala Dunia Bukan Kewajiban

    Menurut FIFA, skema tersebut akan meningkatkan dana pengembangan sepak bola dunia menjadi lebih dari 10 miliar dollar AS (sekitar Rp180 triliun) dalam empat tahun ke depan.

    Federasi yang Menolak Terancam Kehilangan Dana

    Dalam suratnya, Infantino menyebut setiap asosiasi anggota yang mendukung proposal akan memperoleh akses pendanaan sebesar 40 juta dollar AS (sekitar Rp720 miliar) mulai Januari 2027.

    Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat dibanding proposal awal yang hanya menawarkan 20 juta dollar AS (sekitar Rp360 miliar) untuk periode 2027-2030.

    Presiden FIFA Gianni Infantino saat tiba untuk peluncuran kampanye Piala Dunia 2026 #WeAre26 di Los Angeles, Negara Bagian California, 17 Mei 2023.

    Lihat Foto

    Sebaliknya, apabila proposal tidak memperoleh dukungan mayoritas, FIFA akan tetap menjalankan Program FIFA Forward 4.0.

    Dalam skenario tersebut, setiap asosiasi hanya akan menerima sekitar 10 juta dollar AS (sekitar Rp180 miliar) pada siklus pendanaan berikutnya.

    Baca juga: Javier Tebas Desak Gianni Infantino Mundur, Sebut FIFA Korbankan Liga Domestik dan Klub

    Infantino juga mengisyaratkan bahwa asosiasi yang tidak mendukung pembentukan FFE berpotensi kehilangan kesempatan memperoleh pendanaan tambahan apabila mayoritas anggota FIFA menyetujui proyek tersebut.

    "Dana ini merupakan kesempatan pendanaan yang unik bagi asosiasi anggota yang memilih untuk berpartisipasi. Keputusan harus dibuat paling lambat 19 September 2026 sehingga dana dapat tersedia mulai 1 Januari 2027," tulis Infantino dalam suratnya.

    UEFA Tetap Menolak Rencana FIFA

    Proposal FIFA langsung mendapat penolakan dari UEFA.

    Baca juga: IOC Tak Akan Selidiki Dugaan Peran Bos FIFA dalam Pencabutan Sanksi Balogun, Kok Bisa?

    Konfederasi sepak bola Eropa sebelumnya menyebut rencana tersebut telah melewati batas karena membuka peluang masuknya investor swasta ke dalam pengelolaan aset komersial sepak bola dunia.

    Meski demikian, FIFA menegaskan pihaknya tetap akan memegang kendali penuh atas tata kelola organisasi dan seluruh keputusan olahraga.

    Infantino menyebut tujuan utama FIFA Forward Enterprise adalah meningkatkan nilai komersial sepak bola sehingga lebih banyak dana dapat disalurkan kepada seluruh asosiasi anggota.

    Baca juga: FIFA Rencana Jual Saham Komersial Piala Dunia, UEFA Geram dan Ancam Boikot

    "Entitas ini akan sepenuhnya berfokus pada satu tujuan, yaitu menghasilkan nilai sebesar mungkin bagi asosiasi anggota FIFA," tulis Infantino.

    Hingga kini, FIFA belum memberikan penjelasan mengenai potensi keuntungan finansial yang dapat diterima Infantino dari proyek senilai 20 miliar dollar AS (sekitar Rp360 triliun) tersebut, maupun kaitannya dengan masa jabatannya yang secara aturan akan berakhir pada 2031 apabila kembali terpilih sebagai presiden FIFA.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Piala Dunia 2030 Berlangsung di 6 Negara, Ini Jadwal, Tuan Rumah, dan Formatnya

    Komentar
    Additional JS