Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured FIFA Piala Dunia Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial Timnas Argentina Timnas Mesir

    FIFA Tegaskan Tak Ada Intervensi di Laga Argentina vs Mesir, Collina Ungkap Alasan VAR Anulir Gol - Jawa Poz

    4 min read

     


    Pierluigi Collina. (FIFA)

    JawaPos.com - Kontroversi yang mengiringi kemenangan Argentina atas Mesir pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 akhirnya mendapat penjelasan langsung dari FIFA.

    Kepala Komite Perwasitan FIFA, Pierluigi Collina, memastikan seluruh keputusan yang diambil perangkat pertandingan dalam laga tersebut telah sesuai dengan aturan permainan dan tidak dipengaruhi oleh pihak mana pun.

    Laga yang berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan Argentina itu menjadi salah satu pertandingan yang paling banyak diperbincangkan sepanjang turnamen.

    Penyebab utamanya adalah keputusan wasit menganulir gol Mostafa Zico setelah menerima rekomendasi dari Video Assistant Referee (VAR).

    Keputusan tersebut memicu protes keras dari kubu Mesir. Di media sosial, perdebatan semakin meluas hingga muncul tudingan bahwa tim-tim besar mendapat perlakuan istimewa dari perangkat pertandingan. Bahkan, sejumlah pihak mempertanyakan independensi wasit dalam mengambil keputusan.

    Menanggapi berbagai spekulasi tersebut, Collina menegaskan bahwa kritik terhadap keputusan wasit merupakan hal yang wajar dalam sepak bola.

    Namun, ia mengingatkan agar kritik tidak berubah menjadi tuduhan tanpa dasar yang justru dapat merugikan para pengadil lapangan.

    Menurut mantan wasit asal Italia itu, integritas wasit Piala Dunia tidak bisa dipertanyakan begitu saja. Ia menyebut tuduhan yang tidak memiliki bukti dapat memicu ancaman maupun tekanan terhadap wasit beserta keluarganya.

    Collina juga menepis isu yang menyebut adanya campur tangan Presiden FIFA, Gianni Infantino, terhadap keputusan perangkat pertandingan.

    Ia memastikan departemen perwasitan FIFA bekerja secara independen dan tidak menerima intervensi dari siapa pun, termasuk dari pimpinan tertinggi federasi sepak bola dunia tersebut.

    Ia menjelaskan bahwa Infantino selalu memberikan dukungan penuh kepada tim perwasitan, tetapi tetap menghormati independensi mereka dalam menjalankan tugas di lapangan.

    Menurut Collina, para wasit selalu berusaha mengambil keputusan terbaik sebagaimana pemain dan pelatih berusaha memberikan performa terbaik dalam setiap pertandingan.

    Meski demikian, Collina mengakui bahwa kesalahan tetap bisa terjadi dalam sepak bola. Dengan jadwal pertandingan yang sangat padat selama Piala Dunia 2026, evaluasi terhadap kinerja wasit terus dilakukan setelah setiap laga.

    Namun secara keseluruhan, FIFA menilai performa perangkat pertandingan sepanjang turnamen berjalan dengan baik.

    Terkait gol Mesir yang dianulir, Collina memberikan penjelasan rinci mengenai alasan di balik keputusan tersebut.

    Ia mengatakan VAR menemukan adanya pelanggaran yang dilakukan Marwan Attia terhadap Lisandro Martínez dalam fase serangan sebelum Mostafa Zico mencetak gol.

    Berdasarkan protokol VAR, setiap gol yang tercipta akan diperiksa sejak awal proses serangan.

    Apabila ditemukan pelanggaran yang memiliki pengaruh terhadap lahirnya gol, VAR dapat merekomendasikan wasit untuk melakukan peninjauan ulang melalui monitor di pinggir lapangan.

    Collina menegaskan bahwa aturan tidak menetapkan batas jarak maupun waktu antara terjadinya pelanggaran dengan gol yang akhirnya tercipta.

    Selama pelanggaran tersebut masih menjadi bagian dari fase serangan yang sama, VAR tetap memiliki kewenangan untuk melakukan intervensi.

    Ia juga menekankan bahwa sebuah pelanggaran tetap dianggap sebagai pelanggaran meskipun tidak terlihat jelas oleh wasit saat pertandingan berlangsung.

    Dalam kondisi seperti itu, VAR berfungsi membantu wasit agar keputusan yang diambil lebih akurat dan sesuai dengan ketentuan permainan.

    Selain menjelaskan insiden gol yang dianulir, Collina turut menyinggung benturan antara Mohamed Salah dan Julián Álvarez pada menit-menit akhir pertandingan.

    Setelah melalui pemeriksaan, wasit dan VAR menilai insiden tersebut sebagai kontak normal dalam permainan karena pemain bertahan lebih dahulu berhasil memainkan bola.

    Penjelasan resmi dari FIFA mungkin belum sepenuhnya menghapus rasa kecewa yang dirasakan kubu Mesir.

    Namun, pernyataan Collina sekaligus menjadi penegasan bahwa seluruh keputusan dalam laga Argentina melawan Mesir diambil berdasarkan aturan permainan dan hasil pemeriksaan VAR, bukan karena adanya intervensi atau kepentingan tertentu.

    Komentar
    Additional JS