Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Bisnis CONCACAF Featured FFE FIFA Piala Dunia Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial UEFA

    FIFA Langsung Turun Tangan usai Koalisi UEFA-CONCACAF Boikot Piala Dunia, Tetap Ngeyel Jualan Lewat FFE? - Semua Halaman - Bolasport

    6 min read


    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • Internasional
  • Jumat, 31 Juli 2026 | 12:20 WIB

    Presiden FIFA, Gianni Infantino (kanan) berbicara dengan Presiden UEFA, Aleksandar Ceferin, saat menyaksikan partai babak 16 besar Euro 2024 di Olympiastadion Berlin (29/6/2024). (ODD ANDERSEN/AFP)

    BOLASPORT.COM - FIFA langsung turun tangan seusai koalisi UEFA-CONCACAF memboikot propsal baru Piala Dunia yang akan dijual ke investor melalui FFE (FIFA Forward Enterprise).

    FFE merupakan semacam anak perusahaan yang akan mengatur penjualan hak-hak komersial dan operasional turnamen yang dikelola FIFA, seperti Piala Dunia kategori pria dan wanita hingga Piala Dunia Klub.

    Entitas bisnis tersebut ditaksir mempunyai valuasi sekitar 20 miliar dolar AS (361 trillium rupiah).

    FIFA berencana menjual 20 persen saham kepemilikaannya kepada investor.

    Nah, proposal dari FIFA ini butuh disetujui oleh para anggota sebelum dilaksanakan.

    Namun, proposal FIFA untuk menjual hak komersial Piala Dunia langsung ramai-ramai ditolak oleh banyak kubu.

    UEFA menjadi pemimpin kubu oposisi untuk mencegah program kontroversial besutan Gianni Infantino.

    UEFA kompak membawa 55 anggotanya di benua Eropa menolak secara tegas proposal FIFA Forward Enterpise untuk mengalihkan hak kepemilikan Piala Dunia.

    Aksi serupa juga dilancarkan oleh CONCACAF yang beranggotakan 41 negara di Amerika Utara dan Karibia.

    Baca Juga: Erick Thohir Indikasikan Dukung FIFA Jual Saham Piala Dunia ke Investor Swasta meski AFC Kecewa dan UEFA-CONCACAF Melawan

    FIFA pun langsung turun tangan untuk menanggapi penolakan massal dari UEFA dan CONCACAF.

    FIFA siap mendengar keluhan para anggotanya soal proposal FFE untuk hak pengelolaan ekonomi Piala Dunia.

    "FIFA mengakui dan menghormati masukan dan kekhawatiran yang disampaikan di depan umum," tulis rilis resmi FIFA yang diterima BolaSport.com pada Jumat (31/7/2026).

    "FIFA menegaskan kembali komitmennya terhadap konsultasi yang terbuka dan demokratis."

    "Pemberitaan yang keliru di media mengganggu proses konsultasi yang direncanakan."

    "Kami telah mendengar masukan yang diberikan oleh masing-masing konfederasi terkait usulan pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE) dan ingin membahas isu-isu yang muncul sejak pemberitaan media awal pada hari Selasa," imbuhnya.

    Meski begitu, FIFA menegaskan tidak akan menjual sepak bola seperti yang berhembus di muka publik.

    "FFE diusulkan semata-mata untuk memastikan bahwa semua Asosiasi Anggota FIFA (MA) memiliki kesempatan untuk mengambil kepemilikan yang berarti atas peluang komersial sepak bola di negara masing-masing, dan bahwa hal ini tidak mengorbankan semangat atau tata kelola FIFA atau sepak bola itu sendiri," tulis FIFA.

    Baca Juga: FIFA Turun Tangan, Barcelona Didesak Tanggapi Tuduhan Atletico soal Julian Alvarez

    "Tidak ada yang menjual sepak bola. Ini bukan sesuatu yang akan pernah dipertimbangkan FIFA," imbuhnya.

    Meski begitu, FIFA juga menegaskan bahwa FIFA Fast Forward dijalankan dengan niat baik untuk membantu anggota-anggotanya untuk mengembangkan pembinaan sepak bola.

    Sejumlah insentif ekonomi akan dibuat oleh FIFA melalui inisiasi FFE sebagai entitas terpisah.

    Meski begitu, FIFA masih belum menerangkan secara rinci mekanisme cara kerja FFE ke publik.

    Rilis tersebut masih berpotensi mendapatkan tekanan publik, terutama dari para anggotanya.

    AFC (Asia), CAF (Afrika) sudah merilis pernyataan resmi, tetapi masih belum mengeluarkan sikap bulat atas proposal FFE.

    Kini, tinggal CONEMBOL yang belum mengeluarkan pernyataan resmi soal proposal FIFA tentang Piala Dunia.

    Komentar
    Additional JS