Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Ayala Berita Featured FIFA Leandro Paredes Romain Molina Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial

    FIFA Dakwa Paredes, Molina dan Ayala Terkait Kericuhan Usai Final Piala Dunia 2026 -

    2 min read

     


    A-AA+

    JAKARTA – FIFA memulai proses disipliner terhadap sejumlah pemain dan ofisial Argentina menyusul insiden yang terjadi setelah final Piala Dunia 2026, serta aksi politik yang dilakukan tim usai laga semifinal melawan Inggris.

    Dalam daftar kasus disipliner yang diumumkan Rabu (29/7/2026), FIFA mendakwa gelandang Leandro Paredes, bek Nahuel Molina, dan pelatih Roberto Ayala terkait kericuhan yang terjadi sesaat setelah Argentina kalah 0-1 dari Spanyol pada final 19 Juli lalu.

    Paredes menghadapi tiga dakwaan atas dugaan tindakan menyerang pemain lawan dalam insiden pascalaga. Sementara Molina dikenai dua dakwaan serupa, sedangkan Ayala juga masuk dalam daftar individu yang diproses.

    Selain itu, Molina dan Thiago Almada didakwa melakukan tindakan tidak sportif. Dakwaan yang sama juga dijatuhkan kepada gelandang Spanyol, Gavi.

    Tak hanya menyasar individu, FIFA juga menjerat Asosiasi Sepak Bola Argentina atas tindakan para pemain yang membentangkan spanduk bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas" atau "Malvinas adalah milik Argentina" setelah mengalahkan Inggris 2-1 pada semifinal.

    Argentina menyebut Kepulauan Falkland sebagai Islas Malvinas. Wilayah tersebut menjadi sumber sengketa lama dengan Inggris dan pernah memicu perang selama 10 pekan pada 1982 setelah invasi yang diperintahkan rezim militer Argentina. Konflik itu berakhir dengan kemenangan Inggris.

    Aksi membentangkan banner tersebut memicu protes dari pejabat pemerintah Inggris yang meminta FIFA melakukan penyelidikan. Badan sepak bola dunia itu kemudian mendakwa federasi Argentina dengan tuduhan menggunakan ajang olahraga sebagai sarana demonstrasi yang tidak berkaitan dengan olahraga.

    Selain kasus tersebut, FIFA juga membuka penyelidikan terhadap dugaan nyanyian dan gestur diskriminatif yang dilakukan suporter Argentina, dugaan penyerangan oleh salah satu asisten pelatih setelah laga final, serta pelemparan benda oleh penonton dalam sejumlah pertandingan sepanjang turnamen.

    FIFA menyatakan seluruh pihak yang didakwa telah diberikan kesempatan untuk menyampaikan pembelaan. Keputusan akhir akan ditetapkan oleh Komite Disiplin FIFA setelah seluruh proses pemeriksaan selesai. (*)

    Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
    Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
    Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

    Komentar
    Additional JS