Dipulangkan Paraguay, Julian Nagelsmann Luapkan Kekecewaan: Timnas Jerman Bukan Lagi Tim Kelas Satu - Jawa Poz
Pelatih Julian Nagelsmann mengakui Jerman bukan lagi tim elite dunia usai tersingkir di Piala Dunia 2026. (Istimewa)
JawaPos.com - Kegagalan timnas Jerman di Piala Dunia 2026 meninggalkan luka mendalam bagi Julian Nagelsmann. Setelah Der Panzer disingkirkan Paraguay lewat adu penalti di babak 32 besar, sang pelatih mengakui negaranya kini tak lagi bisa disebut sebagai tim kelas satu di sepak bola dunia.
Timnas Jerman asuhan Julian Nagelsmann sebenarnya sempat berharap mengakhiri tren buruk setelah untuk pertama kalinya dalam 12 tahun kembali tampil di fase gugur Piala Dunia. Namun, harapan itu pupus usai bermain imbang 1-1 lawan Paraguay selama 120 menit sebelum kalah dalam drama adu penalti.
Kai Havertz, Nick Woltemade, dan Jonathan Tah, gagal menjalankan tugasnya dari titik putih saat lawan Paraguay, membuat juara piala dunia empat kali itu kembali pulang lebih cepat. Melansir ESPN, Julian Nagelsmann tidak menutupi rasa kecewa atas hasil tersebut.
Menurut pelatih berusia 38 tahun itu, tiga kali tersingkir lebih awal secara beruntun menjadi bukti bahwa Jerman sudah tidak lagi berada di jajaran tim elite dunia.
"Jika Anda tersingkir setelah tahap pertama, itu tidak cukup untuk sepak bola Jerman. Ini adalah eliminasi ketiga berturut-turut, jadi kami bukan bagian dari tim kelas satu lagi. Saya kecewa," ungkap Julian Nagelsmann.
Tetap Ingin Melatih Jerman
Kekalahan dari Paraguay langsung memunculkan spekulasi mengenai masa depan Nagelsmann. Sejak menangani tim nasional pada 2023, ia masih terikat kontrak hingga berakhirnya Euro 2028.
Dalam konferensi pers usai pertandingan, Nagelsmann mengakui dirinya memahami banyak pihak yang menginginkan pergantian pelatih. Meski demikian, dia menegaskan belum memiliki niat untuk mundur.
"Jika DFB menginginkan saya, saya akan melanjutkan," tandas Julian Nagelsmann.
Nagelsmann sadar bahwa opini publik saat ini tidak berpihak kepadanya. "Saya tahu banyak orang ingin saya pergi, tetapi saya ingin sekali melanjutkan jika DFB menginginkan saya. Saya akan menyampaikan argumen saya kepada atasan saya," ucap dia.
Dia juga mengakui performa tim selama turnamen memang belum memuaskan. "Jika ada survei hari ini di Jerman, orang-orang jelas tidak akan berbicara positif tentang saya. Kami belum melakukan banyak hal selama turnamen ini," papar Julian Nagelsmann.
Tak Ingin Lari dari Tanggung Jawab
Meski berada di bawah tekanan besar, Nagelsmann menegaskan dirinya bukan tipe pelatih yang meninggalkan tanggung jawab ketika situasi sedang sulit. "Aku bukan tipe orang yang suka kabur," tegas dia.
Kini keputusan berada di tangan Federasi Sepak Bola Jerman (DFB). Apakah tetap mempertahankan Nagelsmann hingga Euro 2028 atau memilih memulai era baru setelah kegagalan beruntun di tiga edisi Piala Dunia menjadi pertanyaan besar yang akan segera terjawab.
Editor: Latu Ratri Mubyarsah