Diklaim Diskriminasi ke Timnas Iran, FIFA Dituntut Nyaris Rp18 Triliun - Semua Halaman - Bolasport
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Sabtu, 4 Juli 2026 | 06:45 WIB
BOLASPORT.COM – FIFA tengah ketar-ketir seiring munculnya gugatan sebesar 1 miliar dolar AS atau nyaris Rp18 triliun karena diklaim diskriminasi ke Timnas Iran sepanjang Piala Dunia 2026.
Timnas Iran mengalami kejadian kurang menyenangkan sepanjang partisipasinya di Piala Dunia 2026.
Di turnamen tersebut, Team Melli sempat diancam tak mendapat visa dari pemerintah Amerika Serikat karena hubungan buruk kedua negara.
Setelah FIFA ikut turun tangan menuntaskan masalah visa itu, Iran tak bisa begitu saja tampil dengan tenang.
Pasalnya Mehdi Taremi dkk. tak bisa bermarkas di Amerika Serikat kendati semua pertandingan fase grupnya digelar di Negeri Paman Sam.
Walhasil, mereka harus menerima bermarkas di Tijuana, Meksiko, dan melakukan perjalanan jauh untuk bertanding.
Anggapan bahwa wakil Asia itu didiskriminasi pun kian menjadi-jadi usai gol kemenangannya yang dicetak Shoja Khalilzadeh kontra Mesir dianulir wasit.
Padahal banyak yang meyakini gol Iran tersebut tak layak dianulir. Terlebih gol itu membuat mimpi mereka lolos ke babak gugur Piala Dunia 2026 sirna.
Tak ayal apa yang dialami oleh peraih 3 gelar juara Piala Asia itu melahirkan anggapan jika FIFA melakukan diskriminasi.
Baca Juga: Kecam Perlakuan FIFA, Bomber Timnas Iran: Mereka Ingin Kami Tersingkir
Anggapan ini kemudian membuat seseorang bernama Lotfolah Kaveh Afrasiabi menuntut ganti rugi ke induk sepak bola dunia tersebut.
Tak tanggung-tanggung, pria yang dikenal sebagai ilmuwan politik menuntut ganti rugi sebesar 1 miliar dolar AS atau setara hampir Rp18 triliun.
Dilansir BolaSport.com dari The Independent, Afrasiabi mengaku dirinya mewakili 91 juta warga Iran yang merasakan aroma kental diskriminasi terhadap tim nasionalnya.
Pria berusia 68 tahun itu menyebut FIFA terlah bertindak hipokrit, standar ganda, dan diskriminasi secara terang-terangan terhadap Team Melli.
Afrasiabi merujuk pada sederet masalah seperti visa, akomodasi, hingga keputusan wasit yang menganulir gol kontra Mesir.
Dalam keterangannya, Afrasiabi merasa tuntutan ganti rugi nyaris Rp18 triliun itu tergolong rendah bila dibandingkan dengan perlakuan yang didapatkan tim nasionalnya.
"Jika saya mendapatkan juri yang adil, mereka bahkan mungkin mempertimbangkan jumlah yang lebih tinggi mengingat betapa parahnya pelanggaran FIFA dalam kasus ini," ujar Afrasiabi.
Di matanya, organisasi yang dipimpin Gianni Infantino itu seharusnya bisa melakukan sesuatu terhadap masalah-masalah tersebut.
Namun mereka memilih diam dan Afrasiabi menganggap perlakuan tersebut telah merugikan tim nasionalnya dan masyarakat Iran di Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Curhat Juru Taktik Timnas Iran, Dipersulit sampai Dikucilkan Pelatih Lainnya di Piala Dunia 2026
Sekadar informasi pelengkap, Team Melli menganggap diri mereka sebagai tim yang paling dirugikan di turnamen tersebut.
Masih segar dalam ingatan pengakuan pelatihnya, Amir Ghalenoei, yang menyebut timnya tak diperlakukan adil oleh penyelenggara.
"Setelah bertanding, kondisi fisik pemain biasanya menurun. Dan ketika mereka harus langsung naik pesawat untuk penerbangan pulang selama tiga jam, proses pemulihan pun jadi terhambat," ujarnya.
"Perlakuan mereka terhadap kami sungguh buruk, dan saya harap dunia menyadari hal itu. Semua ini benar-benar merugikan kami," pungkas Ghalenoei.