Di Balik Hydration Break Piala Dunia 2026, Stasiun TV Raup Keuntungan Fantastis hingga Rp 9,7 Triliun! - Jawa Poz

JawaPos.com - Piala Dunia 2026 tidak hanya menghadirkan persaingan sengit di lapangan, tetapi juga memunculkan perdebatan mengenai kebijakan jeda hidrasi yang diterapkan FIFA.
Aturan tersebut awalnya diperkenalkan demi menjaga kondisi fisik pemain, namun belakangan justru disebut membawa keuntungan finansial yang sangat besar bagi perusahaan penyiaran.
Turnamen yang kini telah memasuki babak perempat final menyisakan delapan tim terbaik yang masih bersaing menuju partai puncak pada 19 Juli 2026 di New York.
Di tengah ketatnya persaingan, perhatian publik juga tertuju pada jeda hidrasi yang wajib dilakukan dalam setiap pertandingan.
FIFA menetapkan penghentian permainan selama sekitar tiga menit pada menit ke-22 dan menit ke-67.
Secara resmi, kebijakan tersebut bertujuan memberi kesempatan kepada para pemain untuk mengembalikan cairan tubuh, terutama saat bertanding dalam kondisi cuaca panas.
Namun, sejumlah pihak mempertanyakan urgensi aturan itu. Pasalnya, beberapa pertandingan digelar di stadion tertutup yang dilengkapi sistem pendingin udara sehingga suhu di dalam arena relatif stabil dan tidak terlalu memengaruhi kondisi fisik pemain.
Di balik alasan kesehatan, jeda tersebut ternyata membuka peluang bisnis yang sangat menguntungkan bagi pemegang hak siar televisi.
Salah satu yang paling diuntungkan adalah Fox Sports, pemegang hak siar berbahasa Inggris Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat.
Perusahaan tersebut diketahui mengeluarkan dana sekitar 485 juta dolar Amerika Serikat untuk memperoleh hak menayangkan turnamen.
Dengan adanya jeda hidrasi, Fox mendapat tambahan waktu sekitar 260 detik iklan pada setiap pertandingan.
Selama jeda berlangsung, siaran pertandingan dihentikan sementara dan digantikan dengan iklan layar penuh yang dapat dijual kepada para pengiklan.
Tambahan durasi tersebut memberikan dampak ekonomi yang sangat besar. Berbagai laporan menyebutkan Fox mampu memperoleh hampir 200 juta dolar AS hanya dari pendapatan iklan tambahan selama fase grup berlangsung.
Nilai iklan yang ditawarkan pun tidak murah. Satu slot iklan berdurasi 30 detik dibanderol mulai 200 ribu hingga 750 ribu dolar AS, bergantung pada besarnya pertandingan yang sedang berlangsung.
Jika dihitung sepanjang turnamen yang terdiri dari 104 pertandingan, total pemasukan dari jeda hidrasi diperkirakan dapat mencapai 500 hingga 600 juta dolar AS.
Nilai itu bahkan melampaui biaya yang sebelumnya dikeluarkan Fox untuk mendapatkan hak siar Piala Dunia.
Kondisi tersebut memunculkan anggapan bahwa jeda hidrasi kini tidak lagi sekadar menjadi bagian dari upaya menjaga kebugaran pemain.
Aturan itu juga telah menciptakan inventaris iklan baru yang sangat bernilai bagi industri penyiaran olahraga.
Menariknya, aturan tersebut diumumkan FIFA setelah proses penjualan hak siar selesai. Artinya, tambahan waktu iklan itu menjadi keuntungan di luar perhitungan awal bagi perusahaan televisi yang telah membeli hak siar turnamen.
Sementara itu, reaksi dari para penonton di stadion tidak selalu positif. Tidak sedikit suporter yang menyuarakan ketidakpuasan ketika pertandingan dihentikan di tengah babak karena dinilai mengganggu ritme permainan dan mengurangi tensi pertandingan.
Meski demikian, besarnya keuntungan ekonomi yang dihasilkan membuat banyak pihak menilai kebijakan tersebut berpotensi dipertahankan pada turnamen-turnamen FIFA berikutnya.
FIFA sendiri tetap menegaskan bahwa jeda hidrasi diterapkan demi melindungi kesehatan para pemain.
Namun, di balik alasan tersebut, kebijakan itu kini juga menjadi salah satu sumber pendapatan baru yang sangat menguntungkan bagi industri penyiaran olahraga.
Perdebatan pun diperkirakan masih akan terus berlanjut mengenai apakah jeda tersebut benar-benar murni untuk kepentingan pemain atau telah berkembang menjadi bagian dari strategi bisnis dalam sepak bola modern.