Cape Verde Kalah dari Argentina, tapi Menang di Hati Warganet Dunia - Kompas
KOMPAS.com – Cape Verde kalah dari Argentina di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Tapi di media sosial, timnas negara kepulauan kecil di Afrika Barat itu justru dipuja bak pemenang.
Salah satu ungkapan cinta yang paling banyak dibagikan ulang datang dari Fabrizio Romano, jurnalis sepak bola paling berpengaruh di dunia. Lewat akun Instagram-nya @fabriziorom, ia mengunggah pesan haru untuk Tanjung Verde tak lama setelah laga usai.
"Kalian tidak tersingkir, Cape Verde. Tidak sama sekali, dari hati penggemar sepak bola, selamanya di kenangan," tulis Romano.
"Kalian memenangkan hati kami. Kalian mengingatkan kami bahwa tidak ada yang mustahil. Salah satu cerita sepak bola terbaik sepanjang masa. Cape Verde, kalian benar-benar memenangkan hati seluruh dunia. Ini akan selalu terkenang," lanjutnya.
Jejak Tanjung Verde di Piala Dunia: Kalah Terhormat, Menang di Hati Penggemar Sepak Bola
Romano menyoroti fakta bahwa Cape Verde jadi negara terkecil sepanjang sejarah yang mencetak gol di babak gugur Piala Dunia. Ia juga memuji perjuangan Vozinha dan kawan-kawan melawan Spanyol dan Argentina.
Baca Juga :
"500.000 orang, tempat yang kecil. Tapi punya hati yang paling besar. Cerita magis seperti ini yang membuat kami jatuh cinta pada permainan ini. Obrigado, Cape Verde. Dari semua penggemar sepak bola," tulis Romano menutup postingannya.
Akun sepak bola paling berpengaruh di Instagram, @433, tak mau ketinggalan. Mereka mengunggah pesan yang bahkan lebih dramatis.
"Dari semua 8.301.044.324 orang di dunia untuk Cape Verde: terima kasih," tulis @433 dalam postingannya.
"Kalian membuat satu negara utuh percaya. 530.000 orang. Negara terkecil sepanjang sejarah yang bermain di babak gugur Piala Dunia. Negara terkecil sepanjang sejarah yang mencetak gol di babak gugur Piala Dunia," lanjutnya.
Akun @433 juga menyoroti rangkaian pertandingan Cape Verde yang tak pernah kalah di fase grup. Menahan imbang Spanyol, Uruguay, dan Arab Saudi. Lalu memaksa juara bertahan Argentina main sampai babak tambahan waktu alias *extra time*.
"Tim Cape Verde ini menunjukkan satu hal kepada kami: kalau kalian percaya, kalian bisa pergi jauh sekali. Petualangan Piala Dunia yang luar biasa bagi mereka. Cape Verde, kalian bisa sangat bangga," tutup @433.
Postingan @433 itu pun langsung viral, mendapat jutaan like dari penggemar sepak bola di seluruh dunia. Warganet dari seluruh dunia mengaminkan pesannya.
"Cape Verde kalah skor, tapi menang di hati kami," tulis salah satu warganet di X.
"Vozinha adalah pemenang sesungguhnya Piala Dunia ini," tulis warganet lain, merujuk pada kiper Cape Verde yang jadi bintang media sosial turnamen ini.
Ada juga warganet yang menyoroti kualitas permainan Cape Verde. "Argentina menang pertandingan, tapi Cape Verde menang internet," tulis pengguna Instagram.
"Menonton Cape Verde main itu seperti melihat mimpi hidup jadi kenyataan. Kalian bikin kami percaya lagi sama sepak bola," tulis warganet di Instagram.
"Ini bukan cerita sepak bola. Ini cerita cinta. Cinta ke negara, cinta ke tim, cinta ke permainan," tulis warganet Portugal yang punya kedekatan bahasa dengan Cape Verde.
Bahkan warganet Argentina yang timnya baru saja menang pun ikut memberi pujian.
"Kami menang, tapi jujur, tim yang harus dipuji malam ini adalah Cape Verde. Terima kasih sudah membuat pertandingan ini luar biasa," tulis salah satu penggemar Albiceleste di X.
Warganet Indonesia juga tak ketinggalan. "Nonton Cape Verde bikin nangis. Negara kecil, tapi hati sebesar samudra. Semoga Indonesia bisa kayak gini suatu hari," tulis sebuah akun langsung diserbu ratusan komentar setuju.
Ungkapan terima kasih juga banyak dilontarkan. Cukup banyak yang menyampaikan bahwa berkat Cape Verde, Piala Dunia 2026 kali ini jadi punya "jiwa".
Komentar-komentar semacam itu membanjiri media sosial dari seluruh dunia setelah laga Argentina vs Cape Verde yang berlangsung di Miami pada Sabtu (4/7/2026) pagi WIB.
Tagar #CapeVerde dan #BlueSharks langsung menempati posisi teratas trending topic di X, Instagram, dan TikTok tak lama setelah laga selesai.
Baca juga: Link Bagan 16 Besar Piala Dunia 2026, Argentina Lawan Siapa
Beberapa media internasional bahkan menyebut Cape Verde sebagai pemenang sesungguhnya dari Piala Dunia 2026.
"Lupakan skor akhirnya, abaikan bagan pertandingan. Di luar lapangan, aksi sesungguhnya sedang diputuskan lewat meme, momen viral, dan pahlawan rakyat tak terduga yang memenangkan perang atmosfer di turnamen ini," tulis Hollywood Reporter.
Bagi Cape Verde, Piala Dunia 2026 memang berakhir di babak 32 besar. Namun kisah mereka baru saja dimulai.
Setiap warganet yang ikut menyemangati Cape Verde, jadi bagian dari cerita rakyat baru dari sepak bola dunia. Cerita bahwa negara kepulauan kecil dengan penduduk 500.000 jiwa, bisa menaklukkan hati miliaran orang di seluruh dunia.
Drama 120 menit yang menegangkan
Laga Argentina vs Cape Verde di babak 32 besar berlangsung seperti roller coaster yang menahan napas seluruh penonton.
Argentina mendominasi babak pertama. Messi membuka keunggulan pada menit 29 memanfaatkan umpan Lisandro Martínez. Skor 1-0 untuk Argentina bertahan sampai babak pertama usai.
Tapi Cape Verde tidak menyerah. Di menit 59, Deroy Duarte menggetarkan gawang Emiliano Martínez. Cape Verde menyamakan kedudukan jadi 1-1. Stadion Miami langsung riuh.
Menit 73, sebuah momen yang langsung viral. Messi mengambil tendangan bebas berbahaya di depan kotak penalti Cape Verde. Bola meluncur ke sudut atas gawang. Vozinha melompat dari sisi ke sisi, dan berhasil menepis bola.
Sampai peluit panjang berbunyi, skor tetap 1-1. Pertandingan lanjut ke extra time alias babak tambahan waktu.
Di menit 92, baru dua menit babak tambahan berjalan, Lisandro Martínez mencetak gol dari sepak pojok. Argentina memimpin 2-1.
Tapi lagi-lagi Cape Verde tidak menyerah. Di menit 103, Sidny Lopes Cabral melepaskan tendangan melengkung dari luar kotak penalti. Bola meluncur ke pojok gawang dengan sempurna. Skor 2-2. Salah satu gol paling indah di sepanjang turnamen.
Akhirnya, di menit 111, Cristian Romero menyudul umpan sepak pojok Messi. Bola sempat mengenai tangan bek Cape Verde Diney Borges sebelum bergulir ke gawang. Gol itu awalnya dicatat sebagai gol Romero, kemudian diubah jadi gol bunuh diri Borges.
Argentina unggul 3-2. Cape Verde mencoba menyerang balik, tapi waktu tidak mencukupi. Peluit panjang berbunyi.
Argentina menang. Tapi Vozinha mencatat 8 penyelamatan sepanjang pertandingan. Cape Verde memaksa juara bertahan bermain habis-habisan selama 120 menit.
Sejumlah media internasional menyebut laga ini sebagai salah satu momen paling ikonik di Piala Dunia 2026.
Baca juga: FIFA Rilis PDF Resmi Jadwal dan Bagan Piala Dunia 2026, Cocok Disimpan di HP
Bagi kami, tidak ada yang mustahil
Yang membuat cerita Cape Verde makin menyentuh adalah pernyataan pelatih mereka setelah lolos ke babak 32 besar.
"Bagi kami, tidak ada yang mustahil. Kami dan rakyat Cape Verde harus bangga dengan apa yang telah dilakukan tim ini. Pertama-tama, kami bangga bisa bermain melawan Argentina," kata Bubista, pelatih Cape Verde.
"Sejak awal, kami mengatakan salah satu tujuan kami adalah menunjukkan negara kami kepada dunia. Bisa bermain melawan Argentina dan Messi di fase seperti ini luar biasa untuk negara kami, terlepas dari hasil pertandingannya," lanjut Bubista.
Pernyataan itu langsung viral. Banyak warganet menyebut Bubista sebagai contoh pemimpin sejati.
Yang menarik, meski akhirnya kalah dari Argentina, Cape Verde sudah mencatat berbagai rekor di Piala Dunia 2026:
- Negara dengan penduduk paling sedikit sepanjang sejarah yang lolos ke babak gugur Piala Dunia
- Negara dengan penduduk paling sedikit yang pernah mencetak gol di babak gugur Piala Dunia
- Tim debutan Piala Dunia yang lolos fase grup tanpa kekalahan
- Kiper tertua yang jadi bintang media sosial di Piala Dunia (Vozinha, 40 tahun)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang