Brasil Gugur di Piala Dunia 2026, Kenapa Bukan Vinicius Saja yang Ambil Penalti? - Semua Halaman - Bolasport
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Reaksi Bruno Guimaraes setelah gagal mencetak gol penalti untuk Timnas Brasil dalam laga melawan Norwegia di Stadion MetLife, New Jersey (5/7/2026). (MAURO PIMENTEL/AFP)
BOLASPORT.COM - Kegagalan penalti Bruno Guimaraes menjadi sorotan utama dalam momen gugurnya Timnas Brasil di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Selecao harus angkat koper lebih dini akibat disingkirkan Timnas Norwegia di Stadion MetLife, New Jersey, Minggu (5/7/2026) waktu setempat.
Sang raja trofi Piala Dunia kalah 1-2 akibat dwigol Erling Haaland di ujung babak kedua yang hanya dibalas eksekusi penalti Neymar pada masa injury time.
Sejatinya, Timnas Brasil memiliki kans unggul cepat pada menit ke-14. Wasit menunjuk titik putih setelah Matheus Cunha dilanggar di kotak penalti.
Namun, tembakan Bruno Guimaraes mampu dibaca secara baik oleh kiper Orjan Nyland.
Pertanyaan besar muncul. Kenapa gelandang Newcastle United itu yang menjadi algojo?
Padahal sebelum eksekusi diambil, Vinicius Junior ialah sosok yang memegang bola di area titik putih sebelum diserahkannya kepada Guimaraes.
Mungkin logis kalau menyangka Vinicius yang akan melakukan tendangan krusial ini buat membawa Brasil unggul.
Winger Real Madrid tersebut ialah pemain tersubur Selecao di Piala Dunia 2026 dengan koleksi empat gol.
Faktanya, Guimaraes tetap yang menjadi algojo dan eksekusinya ambyar.
Memang tidak digaransi, tetapi publik Negeri Samba pasti berharap alur pertandingan berbeda seandainya tendangan penalti itu berhasil masuk.
Realitasnya pahit bagi Brasil. Gawang Alisson Becker dibobol dua kali oleh bomber raksasa Man City pada menit ke-79 dan 90'.
Tembakan penalti kedua bagi Canarinhas yang kali ini sukses ditembakkan Neymar sudah terlampau larut (90+10').
Gol tersebut sekadar memperkecil defisit dan mungkin menandakan akhir kiprah individual sang penyerang veteran di Piala Dunia.
Momen ini adalah bencana bagi Brasil. Untuk pertama kalinya mereka rontok di fase perdelapan final Piala Dunia sejak 1990.
Bagi Guimaraes sendiri, dia mencatat rekor buruk karena untuk pertama kalinya pula Brasil gagal cetak gol dari titik putih sejak 1986.
Pelatih Carlo Ancelotti menghindari acara interviu tatap muka setelah pertandingan.
Ia menyerahkan tugas itu kepada asisten sekaligus putranya, Davide.
Ihwal keputusan memilih penembak penalti, Davide mengatakan ini memang sudah kesepakatan di tim.
Vinicius Junior memang tidak masuk jajaran atas hierarki algojo. Ironisnya, Guimaraes sebelumnya malah baru tiga kali menembak penalti sepanjang kariernya.
Baca Juga: Bungkam Kritik di Piala Dunia 2026, Cristiano Ronaldo: Kalian Coba Membunuhku Selama 23 Tahun!
"Sudah diputuskan sebelum pertandingan bahwa Bruno Guimaraes yang akan mengambil tendangan penalti."
"Gagal mengeksekusi penalti bisa saja terjadi dalam sepak bola. Hari ini, hal itu terjadi," ucap Davide.
Di ruangan jumpa pers, sang ayah, Carlo Ancelotti, kembali menjabarkan penjelasannya.
"Kami melakukan survei dalam kurun waktu satu tahun terhadap para pemain lawan dan pemain kami sendiri."
"Penendang penalti terbaik di tim adalah Neymar, kemudian urutan berikutnya Igor Thiago, lalu Raphinha, Bruno Guimaraes, dan Gabriel Martinelli."
"Kami memilih Bruno karena menganggap dia yang terbaik di lapangan," kata pria Italia tersebut, dikutip BolaSport.com dari O Globo.
Kekalahan ini membuat Brasil harus menyaksikan target mereka disambar Timnas Norwegia untuk lolos ke perempat final Piala Dunia 2026.
Erlin Haaland dkk akan menghadapi Meksiko atau Inggris pada babak delapan besar.