Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home ASEAN Championship ASEAN Cup Berita Featured Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial Timnas Indonesia

    Bosan Jadi Spesialis Runner-up, Timnas Indonesia Usung Misi Harga Mati Juara di ASEAN Championship 2026 - Semua Halaman - Bolasport

    6 min read

     

    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • Timnas
  • Sabtu, 4 Juli 2026 | 03:00 WIB

    Kiper Timnas Indonesia Cahya Supriadi (kiri), Ketua Badan Tim Nasional PSSI Sumardji (kedua dari kiri), Gelandang Timnas Indonesia Rayhan Hannan (kedua dari kanan), pengamat sepak bola Marco Tampubolon (kanan). (PSSI PERS)

    BOLASPORT.COM - Timnas Indonesia sepertinya sudah muak dengan label “spesialis runner-up” di kancah Asia Tenggara. Menatap gelaran ASEAN Hyundai Championship 2026, skuad Garuda mengusung misi yang tak bisa ditawar lagi yakni menjemput gelar juara untuk pertama kalinya dalam sejarah.

    Ambisi besar ini menjadi garis merah dalam diskusi Water Break bertajuk “ASEAN Hyundai Championship 2026: Menjemput Gelar Pertama Indonesia” yang digelar PSSI Pers di N Brand Experience Center, SCBD, Jakarta, Jumat (3/7/2026).

    Timnas Indonesia akan tampil di ASEAN Championship 2026 yang bergulir pada 24 Juli hingga 26 Agustus 2026.

    Dalam ajang ini, skuad Garuda dipastikan bergabung dalam Grup A bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, dan Timor Leste.

    Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, menegaskan bahwa federasi tidak main-main dalam mempersiapkan Timnas Indonesia jelang ajang bergengsi se-Asia Tenggara ini.

    Menurutnya, momentum tahun 2026 adalah saat yang paling tepat bagi Indonesia untuk pecah telur setelah enam kali hanya mampu mencapai babak final tanpa pernah mengangkat trofi.

    “Sampai saat ini negara kita belum pernah merasakan indahnya euforia menjadi juara Piala AFF di level senior. Karena itu, menurut saya momentum tahun 2026 ini sangat tepat,” ujar Sumardji kepada awak media termasuk BolaSport.com, di Jakarta, Jumat (3/7/2026).

    Demi memuluskan target tersebut, pelatih John Herdman telah merancang skema persiapan yang intens.

    Baca Juga: PSSI Bongkar Kesiapan Stadion Pakansari yang Jadi Markas Timnas Indonesia Lawan Vietnam dan Kamboja di ASEAN Championship 2026

    Timnas Indonesia dijadwalkan akan langsung menjalani pemusatan latihan (TC) di Bali mulai 5 sampe 25 Juli 2026.

    Pria yang juga menjabat sebagai Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI itu mengatakan bahwa sudah ada 46 pemain yang masuk dalam daftar.

    Namun, jumlah tersebut akan dikerucutkan melalui dua tahap seleksi menjadi 24 hingga 26 pemain saja.

    Menurutnya, John Herdman sangat selektif, tak hanya memilih kualitas teknik saja, tetapi juga ketahanan fisik dan mental petarung.

    “Saya optimistis pada Piala AFF 2026 nanti kita bisa meraih apa yang menjadi cita-cita, keinginan, dan harapan seluruh masyarakat Indonesia,” ucapnya.

    Optimisme serupa juga disampaikan penjaga gawang Timnas Indonesia Cahya Supriadi yang menyatakan siap melahap menu latihan berat dari John Herdman.

    Baginya, target juara bukan beban melainkan motivasi.

    “Kami bertekad untuk meraih gelar juara. Karena itu, kami akan menjalani seluruh program latihan yang sudah disiapkan oleh coach John dan berusaha melaksanakan setiap menu latihan dengan maksimal,” kata Cahya Supriadi.

    Dalam kesempatan ini, Cahya pun membagikan cerita menarik bahwa ia memiliki memori masa kecil yang kuat tentang turnamen Piala AFF ini.

    Ia mengaku dulu sangat mengidolakan sosok Markus Horison saat gelar Piala AFF 2010.

    “Dulu saya sangat ingin membeli jersey kiper yang bermotif polkadot tapi belum kesampaian. Tapi alhamdulillah sekarang saya justru bisa memakai jersey Timnas secara langsung dan berjuang meraih gelar pertama,” ungkap Cahya.

    Sisi menarik lainnya datang dari Rayhan Hannan yang mengakui bahwa pelatih John Herdman telah memiliki roadmap yang jelas.

    Oemain persija ini membeberkan bagaimana pelatih asal Inggris tersebut menanamkan mentalitas juara sejak awal lewat roadmap yang sangat terukur.

    Gelar ASEAN Hyundai Championship hanyalah pintu pembuka, karena target selanjutnya adalah bersaing di FIFA ASEAN Cup hingga meraih prestasi di Piala Asia.

    Hal ini yang membuat motivasi para pemain Timnas Indonesia.

    “Targetnya adalah menjadi juara Piala AFF, kemudian melanjutkannya di FIFA ASEAN Cup, dan selanjutnya mencapai target di Piala Asia,” jelas Rayhan Hannan.

    Baca Juga: Tak Terima Disebut 'Piala Ciki', Sumardji Ungkap Ambisi Besar Timnas Indonesia di ASEAN Championship 2026

    “Roadmap tersebut secara tidak langsung memberikan motivasi yang lebih besar kepada seluruh pemain.”

    Hannan pun tak bisa menutupi ra bangga bisa satu lapangan dengan para pemain senior yang dulu hanya bisa ia saksikan di televisi, seperti Witan Sulaeman hingga Egy Maulana Vikri.

    Ia bersama para pemain ini pun bertekad bisa membawa tim meraih gelar juara di ASEAN Championship 2026 ini.

    Di sisi lain, pengamat sepak bola Marco Tampubolon mengingatkan bahwa trofi adalah satu-satunya indikator valid bagi kesuksesan sebuah tim nasional.

    Sejarah tidak akan mengingat siapa yang paling sering masuk final, melainkan siapa yang berhasil membawa pulang piala.

    “Sebuah tim nasional pada akhirnya akan dinilai dari trofi yang berhasil diraih. Semoga pada 2026 ini Indonesia akhirnya bisa meraih gelar pertama yang sudah lama kita nantikan,” tuturnya.

    Komentar
    Additional JS