Bos FIFA Gianni Infantino Terancam Diselidiki IOC akibat Dukungannya ke Trump - Kompas
KOMPAS.com - Presiden FIFA Gianni Infantino terancam menghadapi penyelidikan dari Komite Olimpiade Internasional (IOC) setelah FairSquare mengumumkan akan mengajukan pengaduan resmi terkait dugaan pelanggaran prinsip netralitas politik.
FairSquare adalah organisasi nirlaba yang menggabungkan penelitian hak asasi manusia (HAM) dengan advokasi untuk mendorong perubahan sistemik.
Mereka fokus pada isu-isu seperti migrasi tenaga kerja terutama pekerja migran bergaji rendah, represi politik, dan HAM dalam industri olahraga internasional termasuk mengawasi kebijakan FIFA.
Baca juga: Fasilitas Bos FIFA Gianni Infantino: Gaji Fantastis hingga Rumah Dinas
Infantino dinilai tak netral
Dikutip dari Reuters, Kamis (9/7/2026), FairSquare menilai Infantino berulang kali menunjukkan dukungan terbuka kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, sehingga dianggap melanggar kewajiban bersikap netral sebagai pejabat FIFA sekaligus anggota IOC.
Iran Bersumpah Akan Balas Serangan AS
Infantino diketahui menjadi anggota IOC sejak 2020.
Langkah FairSquare tersebut memperpanjang perselisihan mereka dengan FIFA.
Baca juga: Trump Bantu Balogun Lolos dari Skors, Belgia Pertanyakan Integritas Piala Dunia
Sebelumnya, pada Desember 2025, organisasi itu telah mengajukan laporan kepada Komite Etik FIFA dengan menuding Infantino beberapa kali "menyatakan dukungan publik terhadap tindakan dan kebijakan Donald Trump".
Dalam laporan tersebut, FairSquare juga meminta Komite Etik FIFA menyelidiki proses pembentukan FIFA Peace Prize, termasuk keputusan memberikan penghargaan perdana itu kepada Trump saat acara undian Piala Dunia.
Menurut FairSquare, perlu dipastikan apakah keputusan tersebut diambil oleh Dewan FIFA atau justru merupakan keputusan sepihak dari Infantino.
"Apabila Tuan Infantino bertindak secara sepihak tanpa kewenangan berdasarkan statuta FIFA, maka hal itu merupakan bentuk penyalahgunaan kekuasaan yang sangat serius," demikian isi pengaduan FairSquare.
Baca juga: Trump Blak-blakan Mengaku Minta Infantino Tinjau Skorsing Balogun
Aturan yang dilanggar
FairSquare menilai, tindakan Infantino melanggar Pasal 15 Kode Etik FIFA yang mengatur kewajiban setiap pejabat FIFA untuk tetap netral dalam urusan politik ketika menjalankan tugas resmi.
Dalam aturan tersebut, pelanggaran dapat dikenai sanksi berupa denda minimal 10.000 franc Swiss atau sekitar 12.378 dollar AS, hingga larangan berkecimpung dalam aktivitas sepak bola selama maksimal dua tahun.
Reuters telah menghubungi FIFA untuk meminta tanggapan, namun hingga berita ini ditulis belum ada respons dari badan sepak bola dunia tersebut.
Baca juga: Federasi Belgia Murka usai FIFA Cabut Skors Balogun Jelang AS Vs Belgia
IOC siap nenelaah pengaduan
Presiden IOC Kirsty Coventry mengatakan, pihaknya memang belum menerima pengaduan resmi tersebut.
Namun, ia memastikan Komisi Etik IOC akan mempelajarinya apabila laporan benar-benar diajukan.
"Jelas, jika kami menerimanya, Komisi Etik akan menelaahnya," kata Coventry, dikutip Reuters.
Baca juga: Cara Trump Lobi FIFA hingga Skors Kartu Merah Balogun Dicabut, Kok Bisa?
Sementara itu, FairSquare menyebut Sekretariat Kamar Investigasi Komite Etik FIFA telah mengonfirmasi menerima laporan mereka sejak Desember 2025.
Meski demikian, hingga kini FIFA belum memberikan indikasi bahwa penyelidikan resmi telah dimulai.
Dalam surat yang dilihat Reuters, FIFA menjelaskan sekretariat hanya dapat memulai penyelidikan pendahuluan atas dugaan pelanggaran Kode Etik FIFA apabila mendapat instruksi dari Ketua Kamar Investigasi.
FIFA juga menegaskan bahwa pengajuan laporan tidak otomatis membuat proses etik dibuka. Selain itu, pelapor tidak menjadi pihak dalam proses tersebut sehingga tidak akan menerima perkembangan perkara karena alasan kerahasiaan.
Baca juga: Presiden Trump Benarkan Telah Telepon Infantino demi Bebaskan Sanksi Balogun
Didukung parlemen Eropa dan federasi Norwegia
Menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026, FairSquare meluncurkan kampanye bertajuk "Reboot" yang menyerukan reformasi serius di tubuh FIFA.
Pekan lalu, organisasi itu mengungkapkan bahwa 50 anggota Parlemen Eropa telah mengirim surat kepada Komite Etik FIFA untuk mendukung pengaduan terhadap Infantino.
Dukungan serupa juga datang dari Federasi Sepak Bola Norwegia, yang meminta Komite Etik menilai apakah Infantino melanggar aturan netralitas politik FIFA melalui pemberian FIFA Peace Prize kepada Trump beserta tindakan-tindakan terkait lainnya.
Baca juga: UEFA Kecam Keras Pencabutan Skorsing Balogun: FIFA Lewati Batas!
Kontroversi semakin memanas pada Piala Dunia 2026 setelah FIFA mencabut sanksi larangan bermain terhadap penyerang Amerika Serikat Folarin Balogun, sehingga ia dapat tampil pada laga babak 16 besar melawan Belgia.
Keputusan tersebut diambil setelah Trump secara terbuka meminta Infantino meninjau kembali hukuman Balogun.
Meski demikian, Infantino telah membantah terlibat dalam keputusan akhir mengenai pencabutan sanksi tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang