Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Folarin Balogun Piala Dunia Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial Timnas Amerika Serikat Timnas Belgia

    Bantai Amerika Serikat Tak Cukup! Belgia Tetap Tuntut FIFA soal Skandal Folarin Balogun - Semua Halaman - Bolasport

    5 min read


    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • DEMAM BOLA
  • Rabu, 8 Juli 2026 | 17:15 WIB

    Meskipun sukses membantai Amerika Serikat, Federasi Sepak Bola Kerajaan Belgia tetap menuntut transparansi dari FIFA buntut pencabutan kartu merah Folarin Balogun.Meskipun sukses membantai Amerika Serikat, Federasi Sepak Bola Kerajaan Belgia tetap menuntut transparansi dari FIFA buntut pencabutan kartu merah Folarin Balogun. (MICHAEL STEELE/AFP)

    BOLASPORT.COM - Kemenangan meyakinkan Timnas Belgia atas Amerika Serikat di Piala Dunia 2026 tak membuat Federasi Sepak Bola Kerajaan Belgia (RBFA) melunak. Mereka akan tetap menuntut FIFA agar lebih transparan terkait skandal intervensi politik.

    Timnas Belgia sukses mengalahkan Amerika Serikat 4-1 dalam laga babak 16 besar Piala Dunia 2026, di Lumen Field, Seattle, Senin (6/7/2026).

    Laga ini sejatinya berakhir manis untuk Belgia karena tim asuhan Rudi Garcia sukses memulangkan tuan rumah dengan skor mencolok.

    Namun, drama sebenarnya justru terjadi di luar lapangan hijau. Kemenangan telak tersebut rupanya dianggap belum cukup untuk menghapus kekecewaan Belgia terhadap FIFA.

    Seperti diketahui, RBFA secara resmi menyatakan akan tetap melanjutkan tuntutan hukum dan meminta transparansi penuh dari FIFA terkait "kasus spesial" striker Timnas Amerika Serikat (AS), Folarin Balogun.

    Baca Juga: Berkat Lukaku, Belgia Cetak Rekor Mencengangkan di Piala Dunia 2026

    Bukan rahasia lagi, laga ini sempat memanas sebelum peluit kick-off dibunyikan karena Balogun seharusnya absen membela AS.

    Dia mendapat kartu merah akibat menginjak Tarik Muharemovic dalam laga melawan Bosnia dan Herzegovina di babak 32 besar.

    Sesuai regulasi FIFA, seharusnya pemain yang mendapat kartu merah dipastikan memperoleh hukuman larangan bertanding satu laga dan tidak bisa melakukan banding.

    Namun, secara ajaib, FIFA mengumumkan pembatalan sanksi Balogun hanya sehari sebelum laga melawan Belgia di babak 16 besar Piala Dunia 2026.

    Kecurigaan adanya intervensi politik menyeruak setelah Presiden AS, Donald Trump, terang-terangan mengaku telah menelepon Presiden FIFA, Gianni Infantino, untuk meminta peninjauan kembali terhadap hukuman Balogun.

    FIFA berkali-kali membantah adanya campur tangan politik, tetapi dunia sepak bola telanjur gempar. UEFA bahkan menyebut tindakan FIFA ini telah melampaui "garis merah".

    Meski akhirnya menang 4-1, kubu Belgia merasa prinsip keadilan dalam sepak bola telah diinjak-injak sehingga mereka akan tetap melanjutkan tuntutan transparansi ini.

    "RBFA sangat yakin bahwa sepak bola internasional akan berjalan optimal dengan adanya kerangka kerja disiplin dan tata kelola yang sepenuhnya menjunjung tinggi prinsip-prinsip kepastian hukum, transparansi, perlakuan yang setara, dan permainan yang adil," tulis pernyataan RBFA sebagaimana dikutip BolaSpoort.com dari The Athletic, Rabu (8/7/2026).

    Sebagai respons, ada momen menarik saat para pemain Belgia merayakan kemenangan di ruang ganti dengan melakukan gerakan dansa ala Trump sebagai bentuk sindiran keras kepada sang Presiden AS dan FIFA.

    Belgia merasa FIFA berupaya menutup-nutupi proses pengambilan keputusan tersebut.

    Hingga saat ini, badan sepak bola tertinggi dunia belum memberikan alasan teknis mengapa sanksi Balogun bisa dicabut mendadak.

    Presiden mereka, Gianni Infantino, hanya menanggapi bahwa keputusan tersebut diambil Komisi Disiplin FIFA yang sifatnya independen, tanpa campur tangan pihak luar.

    Baca Juga: Sukses Sikat Amerika Serikat, Gelandang Timnas Belgia Pede Tantang Spanyol

    "Prosedur yang jelas, penghormatan terhadap hak pembelaan, dan penerapan peraturan yang konsisten sangat penting untuk menjaga kepercayaan asosiasi anggota (FIFA), pelatih, pemain, pendukung, dan semua pemangku kepentingan lainnya dalam olahraga kami," tulis Federasi Sepak Bola Belgia.

    "Terlepas dari hasil pertandingan, RBFA akan terus memperjuangkan penerapan prinsip-prinsip ini secara benar dan konsisten oleh FIFA, memastikan bahwa segala bentuk kesewenang-wenangan dapat dihindari."

    "Dalam hal ini, kami merasa didukung oleh jutaan penggemar sepak bola di seluruh dunia, serta oleh banyak anggota lainnya."

    Setelah memulangkan Amerika Serikat, Timnas Belgia saat ini fokus menatap babak perempat final Piala Dunia 2026.

    Belgia akan menghadapi Spanyol dalam babak 8 besar di SoFi Stadium, Amerika Serikat, pada Sabtu (11/7/2026) dini hari WIB.

    Komentar
    Additional JS