Balasan Menohok Kylian Mbappe usai Jadi Korban Rasis Senator Paraguay, FFF Tempuh Jalur Hukum - Semua Halaman - Bolasport
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Selasa, 7 Juli 2026 | 22:15 WIB
BOLASPORT.COM - Kapten Timnas Prancis, Kylian Mbappe, tidak tinggal diam setelah menjadi sasaran serangan rasisme keji yang dilakukan oleh seorang senator Paraguay, Celeste Amarilla. Buntut situasi ini Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) dan pemerintah pun tak tinggal diam.
Bintang Prancis Kylian Mbappe memang dibuat meradang olah politisi Paraguay yang melakukan serangan rasis kepadanya dan drama ini bermulai seusai babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Prancis berhasil meraih kemenangan 1-0 atas Paraguay di babak 16 besar Piala Dunia 2026, di Philadelphia, Amerika Serikat, Minggu (5/7/2026).
Gol tunggal Prancis ini dicetak pemain eks Paris Saint Germain (PSG) tersebut lewat titik putih memang menjadi pembeda.
Namun, setelah laga, situasi justru memanas di media sosial, senator asal Praguay dari Partai Liberal Radikal, Celeste Amarilla, meluncurkan serangan rasis melalui akun X miliknya.
Politisi Paraguay itu menyebut Mbappe sebagai sosok Kamerun terjajah yang mencoba berpura-pura menjadi warga Prancis.
Tak hanya itu, ia juga melabeli sang striker sebagai sosok brutal yang tidak tahu cara menulis.
Situasi ini membuat Mbappe memberikan balesan menohok, karena ia tak tinggal diam dan langsung melancarkan serangan balik yang tak kalah tajam.
Melalui pernyataan resminya, pemain Real Madrid ini membela harga dirinya sekaligus memberikan pembelaan kepada rakyat Paraguay.
"Nyonya Celeste Amarilla, Anda adalah wanita yang hina dan tidak layak untuk posisi Anda. Anda tidak mewakili Praguay, negara yang telah berjuang dengan semangat dan kehormatan sepanjang kompetisi," tulis Kylian Mbappe sebagaimana dikutip BolaSport.com dari Reuters, Selasa (7/7/2026).
"Karena kecerobohan dan rasisme Anda yang terang-terangan, seluruh dunia telah melupakan perjalanan dan upaya bersejarah yang dilakukan para pemain Anda selama Piala Dunia ini, memberi jalan bagi seorang wanita yang tidak kompeten yang memberikan citra terburuk bagi negaranya," ucapnya.
Pemain berusia 27 tahun ini bahkan menegaskan tak ingin membiarkan orang-orang seperti Celeste menyebar kebencian dan rasis kepada orang-orang.
Baca Juga: Ayah Haaland Buka Peluang Putranya Duet dengan Mbappe di Real Madrid
"Saya tidak akan pernah membiarkan orang-orang seperti dia bebas menyebarkan kebencian dan rasisme mereka ke seluruh dunia," tegas Mbappe.
Buntut serangan rasisme ini membuat FFF langsung pasang badan dan membawa kasus ini ke ranah pidana.
Ini karena orang-orang seperti ini dinilai merusak perdamaian, sehingga FFF pun mengajukan pengaduan pidana.
"Permnyataan-pernyataan ini bersifat kriminal dan tercela. Mereka harus dituntut di sini seperti di tempat lain. FFF melaporkan masalah ini ke kantor kejaksaan dengan tujuan untuk proses hukum," katanya.
"Pernyataan-pernyataan ini mempermalukan mereka yang mengucapkannya dan mereka yang menyebarluaskannya. Para pemain tim nasional Prancis mewakili Prancis, negara kitalah yang sedang dihina."
Melansir laporan dari Associated Press, Jaksa Paris secara resmi telah membuka penyelidikan atas dugaan penghinaan publik yang diperparah dengan hasutan kebencian dan kekerasan.
Unit nasional pemberantasan ujaran kebencian daring
Prancis kini tengah mendalami bukti-bukti terkait.
"Pernyataan tersebut diduga dibuat karena asal-usul, etnis, kebangsaan, ras, atau agama korban," bunyi pernyataan resmi kantor kejaksaan Paris.
Hukum Prancis tidak main-main dalam menangani kasus ini. Karena apabila terbukti bersalah, Celeste Amarilla terancam hukuman maksimal satu tahun penjara serta denda
sebesar 45.000 euro atau setara dengan Rp790 juta.
Gelombang dukungan untuk Mbappe pun mengalir deras dari tanah airnya, karena Presiden Prancis, Emmanuel Macron, secara terbuka memberikan pembelaan kepada sang kapten
lewat unggahan di media sosial.
"Satu gol lagi untuk Kylian Mbappe. Kali ini melawan rasisme. Dukungan penuh saya untuknya," tulis Macron.
Di sisi lain, Pemerintah Paraguay sendiri telah menyatakan sikap untuk "mencuci tangan" dari perilaku senatornya.
Mereka menegaskan bahwa pernyataan Amarilla merupakan tanggung jawab pribadi dan tidak mewakili nilai-nilai maupun prinsip rakyat Paraguay.