Ancaman Diabetes Intai Pelajar Bandung, Jam Olahraga Sekolah Dikaji Tambah 3 Kali Seminggu - PRFM News

PRFMNEWS – Berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan gratis beberapa periode terakhir, para pelajar di Kota Bandung tengah menghadapi ancaman kesehatan yang serius.
Ditemukan adanya tren peningkatan masalah kesehatan mental pada anak-anak, mulai dari stres ringan hingga depresi.
Tidak hanya itu, fisik mereka juga terancam karena adanya risiko peningkatan konsumsi gula, lemak, dan karbohidrat secara berlebih.
Baca Juga: Jembatan Bodogol Akan Diperbaiki, Akses Lalu Lintas Ditutup Mulai 3 Agustus 2026
Jika dibiarkan, kebiasaan buruk mengonsumsi makanan maupun minuman tinggi lemak hingga gula ini berpotensi memicu penyakit obesitas dan diabetes di masa depan.
Untuk mengatasi berbagai ancaman kesehatan tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung telah menyiapkan sejumlah langkah strategis.
Solusi nyata untuk mengatasi ancaman kesehatan remaja tersebut diungkap oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di sejumlah SD dan SMP, Senin 13 Juli 2026.
Pemkot Bandung, ucap Farhan, sedang mengkaji rencana untuk menambah frekuensi pelajaran olahraga menjadi tiga kali dalam seminggu.
“Upaya ini bertujuan agar siswa lebih aktif bergerak dan terbiasa hidup sehat sejak usia sekolah,” ucap dia.
Baca Juga: Heboh LGBT Masuk Ancaman Negara di Perpres Baru, Pelakunya Bisa Dipenjara? Ini Kata Pemerintah
Sedangkan untuk memperkuat kesehatan mental bagi para pelajar, Pemkot Bandung menghadirkan layanan psikolog klinis di 12 puskesmas yang bisa diakses secara gratis.
Lebih lanjut, Farhan menekankan upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan sehat dimulai sejak hari pertama siswa masuk sekolah, yaitu melalui MPLS.
Ia menegaskan, pelaksanaan MPLS di seluruh sekolah harus berlangsung tanpa praktik perpeloncoan maupun kekerasan dalam bentuk apa pun.
Menurutnya, MPLS selama lima hari harus difokuskan sebagai kegiatan orientasi dan pengenalan lingkungan sekolah bagi peserta didik baru.
"Perpeloncoan tidak boleh, sama sekali tidak boleh. MPLS hanya untuk pengenalan sekolah," tegasnya. ***




