Veda Terselamatkan oleh Rival yang Didiskualifikasi saat Practice Moto3 Ceko 2026, Murid Mantan Manajer Marquez Kehabisan Kata-kata - Semua Halaman - Bolasport
Veda Terselamatkan oleh Rival yang Didiskualifikasi saat Practice Moto3 Ceko 2026, Murid Mantan Manajer Marquez Kehabisan Kata-kata - Semua Halaman - Bolasport.com
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:40 WIB
BOLASPORT.COM - Guido Pini tak habis piker dirinya sangat sulit mengembangkan ritme balap di lintasan pada hari pertama Moto3 Ceko 2026 walau sempat mengancam Veda Ega Pratama.
Hari pembuka Moto3 Ceko 2026 yang digelar di Sirkuit Brno pada Jumat (19/6/2026) kemarin menjadi hari yang tidak mudah untuk dijalani bagi seorang Guido Pini.
Andalan Leopard Racing tersebut kesulitan dalam menemukan ritme terbaiknya hingga sesi practice, sesi krusial untuk penentuan lolos kualifikasi 2/Q2 berakhir.
Sepanjang sesi tersebut, upaya-upaya Pini membukukan waktu lap terbaik mengalami kebuntuan untuk membawanya berada di zona minimal Q2 yaitu urutan ke-14.
Memasuki masa akhir sesi, murid mantan manajer Marc Marquez, Emilio Alzamora tersebut akhirnya mengunci 1 tempat Q2 dengan berada di urutan ke-14.
Dengan waktu lap terbaiknya 2 menit 05,911 detik, Pini berhasil menggusur rider Indonesia Veda Ega Pratama yang sebelumnya berada di posisi itu.
Walau tak bisa menembus zona Q2 dengan mengakhiri sesi practice di tempat ke-15 karena digusur Pini, andalan Honda Team Asia itu masih dinaungi keberuntungan.
Veda pada akhirnya menjadi salah satu pembalap yang memeriahkan persaingan Q2 dengan mendapatkan tiket cuma-cuma karena 1 rivalnya didiskualifikasi.
Dengan dibatalkannya hasil rider GRYD Racing Eddie O'Shea yang menduduki posisi ke-11, bakat muda asal Gunungkidul, Yogyakarta itu akhirnya melaju.
O'Shea sendiri didiskualifikasi karena dia melanggar ambang batas minimal kombinasi bobot motor dan pembalap yaitu 149 kg dari batas seharusnay 152 kg.
Keuntungan yang didapatkan Veda karena diskualifikasinya O'Shea ini juga mengerek posisi Pini, di mana hasil revisi practice membuatnya berada di urutan ke-13.
Walau berhasil mengamankan tiket menuju Q2, rider Italia tersebut sama sekali tidak menunjukkan gelagat yang puas terhadap penampilannya sepanjang hari pertama.
Sebelumnya pada sesi pagi atau latihan bebas 1 (Free Practice1/FP1), Pini menuntaskan aksinya di tempat ke-26 atau posisi paling belakang.
Tidak ada yang bisa dikatakan lagi oleh Pini saat mengakhiri hari pertama yang sulit ini selain dia merasa beruntung karena bisa melaju ke Q2.
“Pada akhirnya kami berhasil menyelamatkan hari ini!" ucap Pini, dilansir dari laman resmi Leopard Racing.
"Tidak mudah untuk finis di 14 besar setelah hanya menyelesaikan tiga lap pagi ini karena kecelakaan," tuturnya menambahkan.
Menghadapi sesi yang tersisa, Pini sepenuhnya menyadari dirinya harus bekerja dengan keras lantaran masih ada gap yang harus dipangkas.
Terlepas dari apa yang dialami, keberhasilan dalam mengamankan tiket Q2 setidaknya menjadi angin segar bagi Pini untuk menjaga asa meraih hasil terbaik.
"Kami sudah berusaha dan hasilnya bagus, tetapi kami masih terpaut 1,1 detik dari pembalap tercepat," ucap Pini.
"Jadi kami perlu terus berupaya meningkatkan feeling dan catatan waktu lap kami."
"Ini bukan hari terbaik, tetapi saya senang kami berhasil masuk ke Q2," tuturnya menambahkan.