Usai Ditolak AS dan Dicoret FIFA dari Piala Dunia 2026, Wasit Terbaik Afrika Dapat Berkah dari UEFA - Semua Halaman - Bolasport
Usai Ditolak AS dan Dicoret FIFA dari Piala Dunia 2026, Wasit Terbaik Afrika Dapat Berkah dari UEFA - Semua Halaman - Bolasport.com
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Kamis, 11 Juni 2026 | 21:00 WIB
BOLASPORT.COM - Wasit asal Somalia, Omar Artan, mendapat berkah dari UEFA usai ditolak masuk Amerika Serikat (AS) dan dicoret FIFA dari Piala Dunia 2026.
Wasit terbaik Afrika 2025 itu menjadi bahan perbincangan di kalangan pecinta sepak bola dalam beberapa hari terakhir.
Padahal wasit berusia 34 tahun tersebut sudah datang ke Negeri Paman Sam dengan paspor diplomatik untuk mempermudah perjalanannya.
Sayangnya, travel ban atau larangan perjalanan bagi warga Somalia ke AS digadang-gadang menjadi penyebab dirinya batal memimpin pertandingan Piala Dunia.
"Saya dapat mengatakan bahwa itu adalah keputusan yang tepat dari bea cukai dan patroli perbatasan, dan saya mendukung keputusan tersebut," kata Andrew Giuliani, pimpinan Gugus Tugas Piala Dunia.
"Sesuai dengan ajang FIFA sebelumnya, pemerintah tuan rumah pada akhirnya menentukan siapa yang menerima visa dan siapa yang diizinkan masuk ke negara mereka," bunyi pernyataan FIFA.
Usai mendapat penolakan dari AS dan dicoret FIFA, Omar Artan justru mendapat durian runtuh dari UEFA.
Induk sepak bola Uni-Eropa itu memberikannya tugas untuk memimpin pertandingan Piala Super Eropa 2026 antara PSG vs Aston Villa.
Baca Juga: FIFA Tak Berkutik, Wasit Terbaik Afrika Ditolak Masuk AS dan Batal Bertugas di Piala Dunia 2026
Dilansir BolaSport.com dari laman UEFA, Artan terpilih sebagai pengadil duel pemenang Liga Champions dan Liga Europa berdasarkan kerja samanya dengan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF).
Organisasi pimpinan Aleksander Ceferin itu menyebut Artan sebagai salah satu wasit terbaik di dunia berkat kiprahnya di kancah internasional sejak 2018.
Ditunjuknya Artan berdasarkan nota kesepahaman (MoU) antara UEFA dan CAF yang baru-baru ini diteken kedua pihak.
Dalam nota kesepahaman itu, kedua pihak menjalin kerja sama di berbagai bidang, termasuk perwasitan.
"Omar Artan adalah wasit muda yang luar biasa namun sudah berpengalaman, yang telah membuktikan dirinya di level kompetisi tertinggi CAF," ujar Ceferin.
"Sepak bola diciptakan untuk menghubungkan orang-orang, dan UEFA ingin menunjukkan rasa hormatnya kepada Omar dan keterampilan perwasitannya yang luar biasa," tambahnya.
Sementara itu, Presiden CAF, Patrice Motsepe, berterima kasih ke UEFA yang telah memilih Artan untuk memimpin duel PSG vs Aston Villa.
Baginya penunjukan ini sebagai bentuk penghargaan tertinggi dari salah satu induk sepak bola terkemuka dunia terhadap sepak bola Afrika.
"Ini adalah kehormatan besar bagi Omar Artan dan bagi para wasit Afrika, dan juga merupakan contoh yang sangat baik dari sepak bola," tutur Motsepe.
Baca Juga: Respons Berkelas Wasit Terbaik Afrika usai Ditolak Masuk AS dan Dicoret FIFA dari Piala Dunia 2026
Terlepas dari penunjukan tersebut, duel Piala Super Eropa 2026 dijadwalkan akan digelar di Salzburg, Austria, pada 13 Agustus 2026 waktu Indonesia.
Duel ini akan mempertemukan PSG selaku kampiun Liga Champions 2025-2026 dan Aston Villa selaku pemenang Liga Europa 2025-2026.
Sebelum pertandingan ini, para pemain kedua tim tengah disibukkan dengan Piala Dunia 2026 dan waktu berlibur.
Sementara Artan dikabarkan telah kembali ke Somalia, di mana dirinya disambut hangat oleh masyarakat usai ditolak masuk ke AS.