Tunku Ismail Ngamuk! Kroninya Dilenyapkan dari Timnas Malaysia usai Kegagalan Proyek Naturalisasi Rp130 Miliar - Semua Halaman - Superball
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Kamis, 18 Juni 2026 | 20:09 WIB
SUPERBALL.ID - Babak baru drama Timnas Malaysia, Tunku Ismail mengamuk usai proyek Rp130 Miliar gagal hingga kroni-kroninya dilenyapkan oleh federasi (FAM).
FAM memastikan telah mengakhiri kerja sama dengan Peter Cklamovski dan Nafuzi Zain dari jajaran tim kepelatihan Timnas Malaysia.
Langkah FAM ini sekaligus menandai berakhirnya proyek 30 juta RM atau sekitar Rp130 miliar Timnas Malaysia menuju Piala Asia 2027.
Sial bagi Malaysia, dana sebesar itu menguap tanpa hasil setelah target utama dipastikan tak tercapai usai terbongkarnya skandal naturalisasi.
Proyek sebesar itu tak hanya untuk merekrut Cklamovski sebagai pelatih tetapi juga program naturalisasi para pemain keturunan yang ternyata dipalsukan.
Setelah kegagalan itu, FAM memutuskan untuk memutuskan kerja sama dengan staf kepelatihan Cklamovski dan Nafuzi.
Selain itu, CEO Timnas Malaysia Rob Friend dan jajarannya juga disingkirkan FAM dari posisinya, keputusan ini diambil menyusul reformasi federasi.
Perlu diketahui, Peter Cklamovski dan Rob Friend merupakan orang-orang pilihan Tunku Ismail, sosok di balik skandal naturalisasi pemain keturunan palsu Malaysia.
Sosok yang akrab disapa TMJ itu pun menyindir tindakan beberapa pihak yang dianggap tidak konsisten ketika perubahan struktural pada FAM.
Di mana reformasi itu diprakarsai oleh AFC, meskipun proses yang terlibat dimaksudkan untuk memperkuat tata kelola badan induk.
Tunku Ismail juga mempertanyakan sikap pihak-pihak tertentu terhadap intervensi AFC dalam upaya reformasi tersebut.
"Saya menginginkan perubahan, tetapi ketika AFC ikut campur untuk melakukan perubahan, saya tidak bisa menerimanya."
"Yang tidak dapat diterima adalah upaya untuk melindungi kepentingan pribadi dan kroni-kroninya," tulis Tunku Ismail dalam unggahan akun Instagram pribadi.
Tak lama setelah kritik itu muncul dan pengumuman kepergian Cklamovski, FAM memastikan Timnas Malaysia tetap berada di bawah kendali mereka.
"Tim Harimau Malaya selalu berada di bawah kendali FAM, di mana semua posisi di tim nasional adalah penunjukan yang dilakukan oleh FAM," tulis FAM pada akun X resmi.
Pernyataan FAM ini semakin menguatkan indikasi bahwa sebelumnya Timnas Malaysia tidak berada di bawah kendali mereka.
Terutama semenjak Tunku Ismail ditunjuk sebagai pemimpin pembangunan Timnas Malaysia menuju Piala Asia 2027.
Baca Juga: Piala Dunia 2026 - Patahkan 25.000 Simulasi, Tanjung Verde Bikin Spanyol Setara Malaysia
Ditambah dengan pernyataan Sekjen AFC Datuk Seri Windsor yang meminta pengelolaan Timnas Malaysia kembali ke federasi.
Pernyataan itu dilontarkan Datuk Seri Windsor dalam Kongres Luar Biasa yang digelar FAM pada 4 Juni lalu.
"Kembalikan ke FAM. Komite Tim Nasional harus mengelolanya, yang berarti FAM harus mengelolanya, seperti sebelumnya," kata Windsor.
Akankah perubahan ini bisa membuat Malaysia mengembalikan citra sepak bola mereka?
Atau langkah yang diambil tidak berdampak apapun terhadap kondisi saat ini, terutama di tim nasional Malaysia.