Timnas Malaysia Pro Asing, Blak-blakan Ogah Dilatih Pelatih Lokal: Contoh Indonesia Dong! - Semua Halaman - Superball
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Rabu, 24 Juni 2026 | 20:00 WIB
SUPERBALL.ID - Timnas Malaysia tengah mencari juru latih baru, pengamat ternama tegaskan menolak nama lokal dan lebih memilih sosok asing.
Kursi kepelatihan Timnas Malaysia masih mencari pemilik baru menyusul kepergian Peter Cklamovski kurang dari satu bulan menuju ASEAN Championship 2026.
Pengamat lokal Malaysia, Zakaria Rahim meminta sosok pelatih baru nanti bukan hanya mengandalkan nama besar saja tapi yang mampu membentuk identitas tim.
Selain itu, pelatih baru Malaysia juga harus memastikan keberlanjutan perkembangan tim dalam jangka panjang untuk Harimau Malaya.
Hal itu dibutuhkan karena Zakaria Rahim merasa target Malaysia saat ini berada di level tinggi tak lagi hanya bisa tampil di Piala Asia.
Akan tetapi, Malaysia saat ini diharapkan bisa mencapai turnamen tertinggi sepak bola di seluruh dunia, yakni Piala Dunia
Inilah mengapa Malaysia membutuhkan pelatih asing, bukan hanya satu orang tapi banyak menurut Zakaria Rahim.
"Menurut saya, Harimau Malaya membutuhkan lebih banyak pelatih asing," kata Zakaria Rahim seperti dikutip dari BHarian.com.
"Ini bukan karena pelatih lokal tidak berkualitas, tetapi kami memiliki target yang terlalu besar untuk ditangani oleh seorang pelatih lokal."
Baca Juga: Malaysia Tanpa Nakhoda Jelang ASEAN Championship 2026, Legenda Harimau Malaya Usulkan 4 Nama
Bagi Zakaria, Malaysia harus memprioritaskan pelatih yang berpengalaman mengelola tim-tim dari liga Jepang, Korea hingga Australia.
Pelatih yang memahami sepak bola Asia akan lebih cocok lagi untuk Malaysia dan mampu bekerja dalam struktur teknis nasional yang lebih komprehensif
"Kami membutuhkan pelatih yang terbiasa dengan tingkat disiplin tinggi di dalam dan di luar lapangan serta memiliki pengalaman di lingkungan sepak bola tingkat tinggi," kata Zakaria lagi.
Zakaria juga mengusulkan sebuah model sisten kepelatihan, di mana pelatih asing sebagai kepala tim nasiona.
Sementara peran asisten senior dan pelatih tim U-23, U-20, dan U-17 akan diberikan kepada pelatih lokal yang memiliki filosofi bermain yang sama.
Zakaria juga menegaskan Malaysia perlu mempertimbangkan menggunakan sistem kepelatihan Timnas Indonesia era Shin Tae-yong.
"Masalah Malaysia selama ini bukanlah kurangnya pelatih lokal, melainkan kurangnya ekosistem yang memungkinkan mereka untuk berkembang di tingkat internasional."
"Itulah mengapa transfer pengetahuan perlu dilakukan secara terus-menerus agar pelatih lokal dapat membangun pengalaman dalam sistem yang lebih profesional," pungkas Zakaria Rahim.
Timnas Malaysia memang sedang dalam keterpurukan imbas skandal pemalsuan identitas pemain naturalisasi.
Saat ini dampak yang paling terlihat adalah merosotnya ranking FIFA milik Harimau Malaya.
Selain persepsi publik Asia Tenggara yang melabeli Malaysia sebagai penipu.
Pasalnya tak cuma satu pemain yang dipalsukan identitasnya oleh Malaysia tapi sebanyak tujuh pemain.
Meski begitu, hingga saat ini status kewarganegaraan yang diberikan Malaysia ke tujuh pemain tersebut belum dicabut.