Tangis Ibrahimovic Kala Bosnia dan Herzegovina Lolos Fase Grup Piala Dunia - Republika
Bosnia dan Herzegovina adalah negara yang sempat dilanda upaya pembersihan etnis.
Rep: Frederikus Dominggus Bata
EPA-EFE/CLAUDIO GIOVANNINI Pemain legendaris Swedia Zlatan Ibrahimovic. Meski lahir di Swedia, Ibrahimovic adalah keturunan Bosnia.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Momen bersejarah Bosnia dan Herzegovina saat berhasil lolos ke fase gugur Piala Dunia 2026 untuk pertama kalinya membuat mantan penyerang Swedia, Zlatan Ibrahimovic, tak kuasa menahan haru. Zlatan memiliki ikatan emosional dengan negara asal sang ayah.
The Dragons memastikan langkah ke fase gugur setelah finis di peringkat ketiga Grup B dengan koleksi empat poin. Pencapaian itu menjadi sejarah baru bagi negara yang saat ini menempati peringkat ke-62 dunia FIFA.
"Itulah makna sepak bola. Terutama bagi Bosnia, melihat begitu banyak penderitaan yang pernah dialami negara ini. Menyaksikan kebahagiaan seperti ini membuat saya sangat emosional dan merinding. Di sanalah asal-usul ayah saya, dan melihat 70.000 orang bernyanyi bersama sungguh luar biasa. Bagi saya, para suporter Bosnia sudah memenangkan Piala Dunia. Saya sangat bahagia dan bangga melihat mereka lolos dari fase grup," kata Zlatan dengan mata berkaca-kaca, dikutip sports.ndtv.com, Jumat (26/6/2026).
Bosnia adalah negara yang sempat mengalami pembersihan etnis secara sistematis menyusul pecahnya Yugoslavia pada awal 1990-an. Salah satu kejadian yang menonjol adalah pembunuhan massal terhadap lebih dari 8.000 pria dan anak laki-laki Bosniak pada bulan Juli 1995 oleh pasukan Serbia Bosnia di "zona aman" PBB di Srebrenica. Terjadi juga berbagai kekejaman lain yang dilakukan di seluruh wilayah Bosnia dan Herzegovina selama Perang Bosnia tahun 1992–1995.
Ini juga yang agaknya memicu pendukung negara itu menunjukkan simpati terhadap penderitaan bangsa Palestina yang juga tengah didera upaya genosida oleh Israel.
Meski sepanjang karier internasionalnya membela timnas Swedia, Ibrahimovic yang berusia 44 tahun itu memiliki darah Bosnia dari garis keturunan ayahnya. Ibunya berasal dari Kroasia sehingga ia sebenarnya memenuhi syarat memperkuat tiga negara, yakni Swedia, Bosnia dan Herzegovina, maupun Kroasia.
Zlatan akhirnya memilih Swedia karena lahir dan besar di negara tersebut. Namun, keberhasilan Bosnia mengukir sejarah di panggung Piala Dunia tetap menghadirkan kebanggaan tersendiri bagi mantan penyerang AC Milan, Paris Saint-Germain, Barcelona, dan Manchester United itu.
Di babak 16 besar, Bosnia akan menghadapi tuan rumah Amerika Serikat pada 1 Juli di Santa Clara, California. Timnas Amerika Serikat sudah lebih dulu mengamankan tiket ke fase gugur meski menutup penyisihan grup dengan kekalahan 2-3 dari Turki di Stadion SoFi, California Selatan.
Bosnia bukan satu-satunya negara yang menciptakan sejarah pada Piala Dunia 2026. Sejumlah tim juga berhasil menorehkan pencapaian baru dengan melangkah ke fase gugur.
Kanada, salah satu tuan rumah turnamen, lolos sebagai runner-up Grup B dengan empat poin hasil satu kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan. Afrika Selatan juga melaju sebagai runner-up Grup A setelah mengumpulkan empat poin, termasuk kemenangan mengejutkan atas Korea Selatan.
Jepang memastikan tempat di babak 16 besar sebagai runner-up Grup F usai bermain imbang 1-1 melawan Swedia. Tantangan berat sudah menanti Samurai Biru karena mereka akan berhadapan dengan juara dunia lima kali, Brasil.
Laga tersebut memiliki makna tersendiri bagi Jepang. Pada 1991, negara itu mendatangkan legenda Brasil, Zico, untuk membantu memprofesionalkan kompetisi domestik sekaligus mendukung ambisi menjadi tuan rumah Piala Dunia 2002. Kini, Raksasa Asia berkesempatan mengukur hasil perkembangan sepak bolanya dengan menghadapi negara yang selama puluhan tahun menjadi tolok ukur dunia.
Belanda menutup fase grup sebagai juara Grup F setelah meraih kemenangan 3-1 atas Tunisia. Maroko juga melaju sebagai runner-up Grup C tanpa menelan kekalahan.
Halaman 2 / 2
Timnas Bosnia-Herzegovina menjaga asa melaju ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Qatar 3-1 pada pertandingan terakhir Grup B di Stadion Lumen Field, Seattle, Rabu waktu setempat.
Pada pertandingan ini Bosnia-Herzegovina mengemas kemenangan berkat gol Kerim Alajbegovic, Sultan Al Brake (GBD) dan Ermin Mahmic, sedangkan Qatar sempat memperkecil ketertinggalan melalui Hassan Al Haydos, demikian catatan FIFA.
Kemenangan ini membuat Bosnia-Herzegovina berada di posisi ketiga klasemen akhir Grup B Piala Dunia 2026 dengan empat poin dari tiga laga, berpeluang melaju ke babak 32 besar sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik.
Di sisi lain, kekalahan membuat Qatar menempati posisi juru kunci Grup B dengan satu poin dari tiga laga dan dipastikan gugur dari Piala Dunia 2026, sekaligus mengulangi hasil buruk gagal lolos fase grup seperti edisi 2022 lalu.
Bosnia mengambil inisiatif menyerang terlebih dahulu dan memberikan ancaman melalui tembakan Ivan Sunjic yang dapat digagalkan kiper Qatar Mahmud Abunada.
Selanjutnya giliran Ivan Basic yang menciptakan peluang untuk Bosnia, namun tembakannya masih melambung tipis di atas mistar gawang.
Bosnia akhirnya mampu unggul terlebih dahulu pada menit 29 setelah aksi individu Kerim Alajbegovic diakhiri dengan sebuah gol sehingga skor berubah menjadi 1-0.
Skuad asuhan Sergej Barbarez berhasil menggandakan keunggulan menjadi 2-0 setelah bek Qatar Sultan Al Brake melakukan gol bunuh diri pada menit 34.
Edin Dzeko hampir membawa Bosnia unggul 3-0 setelah mampu menyambut umpan di kotak penalti Qatar, akan tetapi tendangannya masih membentur tiang gawang.
Qatar mampu memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 pada menit 42 setelah umpan dari Edmilson Junior dapat dikonversikan menjadi gol oleh Hassan Al Haydos.
Memasuki babak kedua, Qatar mengambil inisiatif menyerang terlebih dahulu dan sempat memberikan ancaman melalui tendangan Edmilson Junior yang masih mengenai tiang gawang Bosnia.
Selanjutnya giliran Akram Afif yang menciptakan peluang untuk Qatar, namun tembakannya masih melebar dan hanya mengenai jala luar gawang.
Bosnia dapat menambah keunggulan mereka menjadi 3-1 pada menit 80 setelah Ermin Mahmic yang tendangannya tak dapat dihalau sempurna oleh Abunanda. Qatar terus berupaya untuk mencari gol, sedangkan Bosnia sesekali melakukan tekanan, namun hingga laga usai, skor 1-3 tetap bertahan.
Berita Terkait
Cetak Sejarah, Ousmane Dembele Muslim Perdana yang Cetak Hat Trick di Piala Dunia
Sport - 27 June 2026, 09:01
Susunan Pemain Norwegia vs Prancis: Perebutan Status Juara Grup I Piala Dunia 2026
Sport - 27 June 2026, 02:30
Pochettino Kesal tak Ada yang Ucapkan Selamat Meski AS Juara Grup
Sport - 26 June 2026, 22:36
Kalah Dramatis dari Turki, AS Petik Pelajaran Berharga Jelang Fase Gugur
Sport - 26 June 2026, 21:57
Baru 30 Tahun, Penyerang Ceko Ini Putuskan Pensiun Setelah Timnya Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Sport - 26 June 2026, 21:52