0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial Timnas Indonesia Timnas Oman

    Tak Berdaya, Pelatih Oman Akui Keunggulan Fisik dan Permainan Terorganisir Timnas Indonesia - Semua Halaman - Bolasport

    6 min read

     

    Tak Berdaya, Pelatih Oman Akui Keunggulan Fisik dan Permainan Terorganisir Timnas Indonesia - Semua Halaman - Bolasport.com

    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • Timnas
  • Sabtu, 6 Juni 2026 | 05:00 WIB

    Pelatih Timnas Oman, Tarik Sektioui, mengakui kekalahan dari Timnas Indonesia dan mengungkapkan keunggulan Skuad Garuda dari fisik hingga permainan yang terorganisir di setiap lini. (MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM)

    BOLASPORT.COM - Pelatih Timnas OmanTarik Sektioui, memberikan pengakuan jujur setelah timnya dibuat tak berdaya dan menyerah 0-3 dari Timnas Indonesia. Ia memuji kualitas Skuad Garuda dari fisik hingga permainan yang terorganisir.

    Oman harus mengakui keunggulan Timnas Indonesia usai kalah 0-3 dalam laga persahabatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (5/6/2026).

    Skuad Garuda meraih kemenangan lewat gol yang dicetak Justin Hubner pada menit ke-13, Ole Romeny (27’), dan Ragnar Oratmangoen (55’).

    Setelah dihajar Timnas IndonesiaTarik Sektioui mengatakan bahwa kekalahan ini tidak lepas dari permainan Skuad Garuda.

    Menurutnya, tim asuhan John Herdman tampil sangat terorganisir dan seimbang di setiap lini.

    Baca Juga: Ranking FIFA - Tiga Gol ke Gawang Oman, Timnas Indonesia Melonjak ke Peringkat 118

    Ia bahkan menilai perkembangan sepak bola Indonesia dalam beberapa tahun terakhir telah melampaui ekspektasi.

    “Kami bermain melawan tim yang sangat terorganisir dan seimbang di setiap lini,” ujar Tarik Sektioui kepada awak media termasuk BolaSport.com usai pertandingan.

    “Kemarin kami sudah sampaikan bahwa tim Indonesia telah berkembang pesat. Peringkat mereka saat ini tidak mencerminkan kualitas permainan yang sebenarnya, terutama dengan perkembangan dalam beberapa tahun terakhir,” ucapnya.

    Pelatih asal Maroko tersebut menyoroti kegagalan anak asuhnya membendung kecepatan sisi sayap Timnas Indonesia.

    Beberapa celah berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Skuad Garuda.

    Tim Merah Putih bahkan berhasil mencetak dua gol yakni lewat Justin Hubner dan Ole Romeny seusai memanfaatkan situasi itu.

    “Mengenai jalannya pertandingan, terutama di babak pertama, secara taktis kami tidak berdiri dengan baik dan gagal menangani jalannya pertandingan,” kata Tarik Sektioui.

    “Hal itu membuat kami berada dalam posisi sulit dan memberikan keunggulan bagi lawan, terutama dalam cara kami menjaga sisi sayap. Kesalahan teknis individu juga banyak terjadi.”

    Oman sebenarnya memiliki peluang emas untuk bisa mengejar ketertinggalan pada menit ke-38 melalui titik putih.

    Akan tetapi, eksekusi penalti Hatem Al-Rushadi berhasil dibaca dan ditepis oleh Emil Audero.

    Situasi ini membuat pelatih Oman mengakui bahwa pemainnya sulit bangkit.

    Bahkan saat sempat mencoba melakukan perubahan formasi sekali pun, mereka mengalami kesulitan mencetak gol.

    Justru Oman kembali kebobolan gol Ragnar sehingga Sektioui tak bisa memungkiri bahwa dirinya tak puas dengan hasil ini.

    “Di babak kedua, kami mencoba mengubah citra permainan dan menjadi sedikit lebih baik. Kami memiliki beberapa peluang, tim bisa saja mencetak gol. Ada penalti tetapi kami gagal mengeksekusinya,” jelas Tarik Sektioui.

    “Ada juga beberapa peluang lainnya. Jika mencetak gol, kami bisa menang secara mental. Namun pada akhirnya, itu adalah pertandingan yang bagus, pertandingan yang berat, tetapi kami tidak senang dengan gol-gol yang terjadi.”

    Sektioui memang tak puas tim asuhannya dibuat tak berdaya melawan Timnas Indonesia.

    Akan tetapi, ia senang karena pelajaran dari pertandingan melawan Timnas Indonesia ini sangat berharga.

    Baca Juga: John Herdman Bangga Usai Timnas Indonesia Menang Lawan Oman dan Akhiri Penantian 38 Tahun

    “Tetapi saya senang dengan cara kami mengakhiri pertandingan. Terutama karena ini adalah pertandingan pertama kami dengan grup ini, dengan tim ini,” ungkap Sektioui.

    “Pada akhirnya, saya senang dengan tujuan yang dicapai dalam pertandingan ini dan kami harus mengembangkan tim ke depannya.”

    Lebih lanjut, Sektioui secara khusus menggarisbawahi keunggulan fisik pemain Indonesia yang dianggap berada di level yang sangat kompetitif.

    Menurutnya, organisasi permainan yang sangat terorganisir dan kekuatan fisik inilah yang membuat Oman harus mengakui keunggulan Rizky Ridho dan kawan-kawan.

    Timnas Indonesia memiliki kemampuan yang baik secara umum, terutama dalam hal fisik. Hal itu membuat mereka mengontrol permainan di babak pertama,” tutur Sektioui.

    “Mereka cepat, tetapi juga secara taktis ada kesalahan di pihak kami, itulah yang sebenarnya membantu tim Indonesia,” pungkasnya.

    Komentar
    Additional JS