Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Lionel Messi Piala Dunia Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial

    Sisi Gelap Rekor Bersejarah Lionel Messi, Setelah Injak Lawan Kini Golnya Dianggap Tidak Sah - Semua Halaman - Bolasport

    6 min read

     

    BOLASPORT.COM - Penciptaan rekor gol Lionel Messi tidak luput dari kontroversi dalam dua pertandingan pertamanya di Piala Dunia 2026.

    Sang megabintang Timnas Argentina memperbarui catatan sejarah dalam pertandingan kedua di Grup J Piala Dunia 2026, Senin (22/6/2026) waktu setempat.

    Dua gol Lionel Messi membungkam Timnas Austria di AT&T Stadium, Texas, untuk meloloskan negaranya ke fase 32 besar.

    Sejarah yang tercipta dari ukiran brace itu ialah lahirnya predikat raja gol sepanjang masa Piala Dunia bagi pria kelahiran Rosario.

    Messi kini mengumpulkan 18 gol sepanjang keikutsertaan di turnamen terakbar dunia. Jumlahnya melampaui rekor top skor lama, Miroslav Klose (16).

    Namun, ada perdebatan mengenai validitas gol pertama La Pulga yang lahir pada menit ke-38.

    Prosesnya diawali perebutan bola yang dilakukan Alexis Mac Allister terhadap gelandang Austria Xaver Schlager di area tengah lapangan.

    Mac Allister tampak menjatuhkan Schlager dari belakang dan membuat bola lepas dari penguasaannya.

    Dari situlah serangan balik Argentina dimulai. Bola diambil Rodrigo De Paul untuk dioper kepada Messi.

    Messi mengalihkan haluan kepada Thiago Almada, yang meneruskannya kepada Facundo Medina di sayap kiri penyerangan.

    Medina mengirimkan balik umpan ke kotak penalti, diloloskan Almada, dan dihantam kaki kiri Messi untuk menyarangkan bola ke pojok bawah gawang.

    Baca Juga: Hasil Piala Dunia 2026 - Messi Pecah Rekor Gol meski Gagal Penalti, Argentina Lolos ke 32 Besar usai Gasak Austria

    Namun, wasit Amin Omar asal Mesir tidak meninjau ulang pelanggaran Mac Allister terhadap Schlager.

    Kelihatan kaki gelandang Liverpool itu memang mengenai bola, tapi terjadi pula kontak yang jelas saat mendorong badan Schlager dari belakang.

    Pelatih Timnas Austria, Ralf Rangnick, juga tampak melakukan protes kepada wasit.

    Kiper legendaris Man United, Peter Schmeichel, menganggap gol tersebut seharusnya tidak disahkan karena diawali sebuah pelanggaran.

    Dalam analisisnya untuk Fox Sports, Schmeichel menilai wasit semestinya menggunakan tayangan ulang guna memastikan keabsahan gol ini.

    "Menurut saya, gol itu seharusnya tidak sah," kata penjaga gawang Setan Merah pada musim treble winners 1998-1999.

    "Ada tendangan dari belakang yang mengenai tubuh pemain. Kejadian ini (seharusnya) diberikan tendangan bebas."

    "VAR seharusnya membatalkan keputusan itu. Kesalahan yang jelas dan nyata dari wasit," tutur mantan kiper top Timnas Denmark.

    Namun, klaim Schmeichel dipatahkan analisis mantan wasit dan operator VAR Liga Inggris, Andy Davies, dalam artikel di ESPN.

    "VAR tepat tidak melakukan intervensi terhadap kontak antara Mac Allister dan Schlager karena masih bisa diperdebatkan apakah hal itu memenuhi ambang batas untuk dianggap pelanggaran."

    "Kaki Schlager belum menapak saat kontak terjadi antara kedua pemain tersebut; gerakan pemain Austria itu yang terangkat dari tanah dan momentumnya saat menghampiri Mac Allister dinilai tepat sebagai salah satu penyebab kontak tersebut."

    "Dalam situasi ini, setelah protes tersebut ditolak oleh tim wasit di lapangan, VAR tidak akan campur tangan dan merekomendasikan agar gol dibatalkan kecuali ada bukti yang jelas bahwa telah terjadi kesalahan. Hal itu tidak terjadi dalam kasus ini," tulisnya.

    Momen Bersejarah

    Keputusan wasit mengesahkan gol Messi terbukti krusial dan berandil besar menciptakan sejarah lahirnya top skor sepanjang masa Piala Dunia yang baru.

    Torehan tersebut membuat Messi mengoleksi 17 gol, melampaui rekor lama yang dipegang Klose sendirian 12 tahun terakhir.

    Keunggulan ini membuat Timnas Argentina di atas angin dan Messi menggenapkan brace pada menit-menit akhir.

    Baca Juga: Lionel Messi Resmi Jadi Raja Gol Sepanjang Masa di Piala Dunia, Ini Daftar Korban-korbannya

    Dengan memanfaatkan kemelut di depan gawang, Messi menyudahi serangan beruntun Argentina untuk menyegel kemenangan 2-0 dan menjadi gol ke-18 miliknya di Piala Dunia.

    Rangnick ikut mengomentari gol kontroversial sang legenda Barcelona selepas pertandingan.

    "Untuk gol pertama, saya berharap wasit keempat meminta wasit utama buat melakukan apa yang dia lakukan sebelumnya dan berkonsultasi dengan VAR. Ada pelanggaran terhadap Schlager," ucapnya.

    Kritik buat gol Leo Messi pekan ini terjadi setelah penampilan pertamanya di Piala Dunia 2026 juga diwarnai keputusan kontroversial wasit.

    Di tengah kesuksesan Si Kutu bikin hatrik ke gawang Aljazair, Messi disebut beruntung lolos dari sanksi akibat menginjak betis pemain lawan, Aissa Mandi.

    Lionel Messi dianggap selamat dari hukuman kartu saat menginjak betis pemain lawan dalam laga Timnas Argentina melawan Aljazair di fase grup Piala Dunia 2026 (16/6/2026).Lionel Messi dianggap selamat dari hukuman kartu saat menginjak betis pemain lawan dalam laga Timnas Argentina melawan Aljazair di fase grup Piala Dunia 2026 (16/6/2026). (X.COM/CENTREGOALHQ)

    Tidak ada selembar kartu pun, kuning atau merah, yang dicabut wasit Szymon Marciniak dari sakunya buat Messi.

    Mantan Ketua PGMOL (Professional Game Match Officials Limited) atau badan pengelola wasit profesional di Inggris, Keith Hackett, menganggap Messi lolos dari sanksi karena mendapatkan perlakuan berbeda di dunia sepak bola.

    "Messi jelas-jelas mendorong pul sepatunya ke betis lawan. Ini tindakan kekerasan yang seharusnya mendapat kartu merah," kata Hackett, dikutip BolaSport.com dari Yahoo Sports.

    "Pemain-pemain dengan reputasi kelas atas seperti Messi memiliki kewajiban untuk berhati-hati terhadap lawan mereka. Wasit harus memperlakukan pertandingan serta semua pemainnya setara."

    "Sekali lagi, saya tegaskan, Messi seharusnya dikeluarkan dari lapangan karena tindakan kekerasan," ujar pria berusia 81 tahun tersebut.

    Komentar
    Additional JS