Shin Tae-yong Wajib Waspada, Eks Pelatih Asing Timnas Indonesia Belum Tentu Sukses Saat Menukangi Klub Lokal - Semua Halaman - Bolasport.
Shin Tae-yong Wajib Waspada, Eks Pelatih Asing Timnas Indonesia Belum Tentu Sukses Saat Menukangi Klub Lokal - Semua Halaman - Bolasport.com
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Selasa, 9 Juni 2026 | 11:40 WIB
BOLASPORT.COM - Shin Tae-yong harus menghadapi tantangan bagi para pelatih asing yang pernah menjadi juru taktik Timnas Indonesia.
Shin Tae-yong resmi menjadi juru taktik Persija Jakarta untuk kompetisi musim depan.
Pelatih asal Korea Selatan tersebut diikat dengan durasi kontrak tiga tahun.
Sebelum melatih Persija, Shin Tae-yong pernah sukses bersama Timnas Indonesia pada periode 2019-2025 lalu.
Meski sudah mengenal atmosfer sepak bola lokal saat melatih Timnas Indonesia, tantangan akan jauh berbeda saat melatih tim lokal.
Setidaknya ada banyak contoh sukses dan gagal dari para pelatih asing di klub lokal setelah menjadi juru taktik Timnas Indonesia.
Sejak era Liga Indonesia dimulai pada 1994, Shin Tae-yong jadi nama keenam yang melatih klub lokal setelah mengasuh Timnas Indonesia.
Nama pertama adalah Henk Wullems yang melatih Timnas Indonesia pada 1996-1998.
Setelah melatih Timnas Indonesia, Henk Wullems mencoba peruntungannya sebagai Direktur Teknik PSM Makassar pada 1999/2000.
Dengan jabatan barunya, PSM Makassar sukses diantar jadi juara Liga Indonesia 1999/2000 di bawah asuhan Syamsuddin Umar.
Setelah dari PSM, Henk Wullems melatih sejumlah klub lokal seperti Persikota Tangerang, Arema Malang, dan Persegi Gianyar.
Nama berikutnya adalah Ivan Kolev yang pernah melatih Timnas Indonesia dalam dua periode berbeda, yaitu 2002-2004 dan 2007.
Setelah melatih Timnas Indonesia, Ivan Kolev sempat melatih sejumlah klub lokal seperti Persipura, Persija, hingga Sriwijaya FC.
Sayang, Ivan Kolev gagal mempersembahkan trofi Liga Indonesia seperti pendahulunya.
Ivan Kolev hanya mempersembahkan trofi Inter Island Cup dan Community Sheild untuk Sriwijaya FC pada 2010.
Sementara nama ketiga adalah Jacksen F. Tiago yang dulu pernah melatih Timnas Indonesia pada 2013.
Baca Juga: Dulu Bertengkar Hebat dengan Thomas Doll, Kini Shin Tae-yong Berjodoh dengan Persija
Pria asal Brasil tersebut kemudian melanjutkan peruntungannya di sejumlah klub.
Sampai tulisan ini dirilis, Jacksen F. Tiago belum berhasil mempersembahkan trofi di kasta tertinggi seperti sebelum melatih Timnas Indonesia.
Namun, eks striker Persebaya Surabaya tersebut pernah membawa Persis Solo promosi ke Liga 1 pada tahun 2021.
Jacksen F. Tiago membawa Persis Solo jadi juara Liga 2 2021, sayangnya kebersamaannya di Liga 1 bersama Laskar Sambernyawa hanya berlangsung empat laga awal musim 2022/2023 setelah rentetan hasil negatif.
Nama berikutnya adalah Pieter Huistra yang pernah melatih sebentar bersama Timnas Indonesia pada 2015.
Setelah berpetualang di klub lokal, Pieter Huistra sebenarnya berhasil membuktikan kelasnya sebagai salah satu pelatih hebat, meski gagal berujung trofi juara.
Terkini, Pieter Huistra sukses membawa PSS Sleman promosi ke Super League usai menjadi runner-up Championship musim ini.
Saat itu, pria asal Belanda tersebut menjabat sebagai Direktur Teknik PSS Sleman.
Kini, mantan pemain Groningen tersebut akan kembali ke pos aslinya sebagai pelatih kepala PSS Sleman untuk Super League 2025/2026.
Nama terakhir yang masih segar dalam ingatan publik adalah Luis Milla bersama Persib Bandung pada 2022-2023 lalu.
Pria asal Spanyol tersebut memunculkan ekspektasi tinggi di kalangan Bobotoh mengingat rekam jejaknya yang impresif bersama Timnas Indonesia pada 2017-2018.
Luis Milla sempat membawa Persib Bandung ke puncak klasemen pada pertengahan musim Liga 1 2022/2023.
Sayang, inkonsistensi pada beberapa laga sisa membuat Persib harus tergelincir di posisi ketiga pada akhir musim.
Pada musim berikutnya, Luis Milla justru secara mendadak pergi meninggalkan Persib Bandung setelah tiga laga perdana Liga 1 2023/2024.
Luis Milla pergi dengan tangan hampa dari petualangannya di Liga Indonesia.