Sesumbar Pelatih Maroko, Sebut Timnya Punya Semua Modal untuk Juara Dunia - Republika
Sesumbar Pelatih Maroko, Sebut Timnya Punya Semua Modal untuk Juara Dunia
Maroko hanya kalah selisih gol dari Brasil yang keluar sebagai juara Grup C.
Rep: Frederikus Dominggus Bata
EPA/OLGA FEDOROVA Para pemain timnas Maroko
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih tim nasional Maroko Mohamed Ouahbi menegaskan target tinggi bagi timnya setelah memastikan tempat pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Menurut dia, Singa Atlas memiliki kualitas dan mentalitas yang cukup untuk bersaing memperebutkan gelar juara dunia.
Maroko menuntaskan fase grup dengan kemenangan 4-2 atas Haiti di Stadion Atlanta, AS, Kamis (25/6/2026) dini hari WIB. Hasil tersebut memastikan wakil Afrika Utara itu melaju ke fase gugur tanpa terkalahkan. Mereka hanya kalah selisih gol dari Brasil yang keluar sebagai juara Grup C.
Kepercayaan diri Ouahbi lahir dari perkembangan pesat yang diperlihatkan Maroko dalam beberapa tahun terakhir. Setelah mencatat sejarah sebagai tim Afrika pertama yang mencapai semifinal Piala Dunia 2022 di Qatar, Maroko kini merasa mampu melangkah lebih jauh.
"Kami telah memasuki dimensi yang benar-benar baru. Para pemain dan suporter percaya kepada tim mereka, dan para lawan juga menghormati tim kami," kata Ouahbi seperti dikutip dari NDTV Sports.
Pelatih berusia 49 tahun itu menilai pencapaian tersebut seharusnya menjadi pijakan untuk membidik target yang lebih ambisius. Ia meminta para pemainnya berani bermimpi menjadi negara Afrika pertama yang mengangkat trofi Piala Dunia.
"Kami harus percaya pada tujuan ini, target ini, yaitu menjuarai Piala Dunia. Kami harus memberikan segalanya, menghormati lawan, dan berkomitmen 100 persen terhadap ambisi tersebut," ujar Ouahbi.
Optimisme itu juga didasarkan pada kualitas skuad yang dimiliki Maroko saat ini. Ouahbi, yang sebelumnya membawa negaranya menjuarai Piala Dunia U-20, menegaskan keyakinannya terhadap kemampuan para pemain dan staf pelatih.
"Saya sangat percaya pada pekerjaan saya dan pekerjaan staf pelatih saya. Kami memiliki semua modal untuk menjadi negara terbaik," katanya.
Karakter pantang menyerah kembali terlihat saat menghadapi Haiti. Maroko sempat tertinggal dua kali, tetapi mampu bangkit dan membalikkan keadaan untuk mengamankan kemenangan. Mentalitas seperti itu menjadi salah satu faktor yang membuat Singa Atlas semakin diperhitungkan di panggung internasional.
Halaman 2 / 2
Maroko kini tidak lagi dipandang sebagai sekadar kuda hitam. Konsistensi performa dalam beberapa turnamen besar membuat mereka mulai disejajarkan dengan negara-negara elite sepak bola dunia.
Pada babak 32 besar, Maroko berpotensi menghadapi Belanda, Jepang, atau Swedia. Belanda menjadi kandidat lawan terkuat karena memimpin klasemen Grup F menjelang pertandingan terakhir fase grup.
Meski demikian, Ouahbi memilih tidak terlalu memikirkan calon lawan. Ia menegaskan fokus timnya tetap sama, yakni melanjutkan performa positif yang telah ditunjukkan sepanjang turnamen.
"Saya tidak memiliki preferensi. Besok kami akan melihat siapa yang akan menjadi lawan kami," kata Ouahbi.
"Kami akan memainkan pertandingan itu dengan tujuan dan kepercayaan diri yang sama."
Di sisi lain, Haiti harus mengakhiri kiprahnya di Piala Dunia 2026 tanpa meraih poin. Namun, tim berjuluk Les Grenadiers tetap meninggalkan catatan bersejarah dalam penampilan pertama mereka di putaran final sejak 1974.
Haiti berhasil mencetak gol Piala Dunia pertama mereka setelah penantian selama 52 tahun. Bahkan saat menghadapi Maroko, mereka sempat dua kali unggul melalui gol bunuh diri kiper Yassine Bounou dan tendangan spektakuler Wilson Isidor.
Pelatih Haiti Sebastien Migne tetap memberikan apresiasi kepada anak asuhnya meski gagal melaju ke fase berikutnya.
"Saya kecewa dengan hasil akhirnya, tetapi saya tidak merasa para pemain saya menyerah," kata Migne.
"Mereka mencerminkan rakyat Haiti yang tidak pernah menyerah."
Menurut Migne, para pemainnya telah mewakili Haiti dengan penuh kehormatan sepanjang turnamen, bersaing melawan tim-tim kuat dari Amerika Selatan, Eropa, dan Afrika.
Berita Terkait
Preview Jepang Vs Swedia: Samurai Biru Bidik Juara Grup, Blue and Yellow Berjuang Lolos
Sport - 32 menit yang lalu
Neymar tak Kuasa Menahan Tangis, Setelah 981 Hari Akhirnya Kembali Bela Brasil
Sport - 3 jam yang lalu
Vinicius Tempel Messi dalam Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026
Sport - 5 jam yang lalu
Pelatih Afsel Bangga Pertahanan Rapat Timnya, Hong Myung-bo Siap Tanggung Jawab Kekalahan Korsel
Sport - 8 jam yang lalu
Afsel Cetak Sejarah, Bafana Bafana Gusur Korsel di Grup A untuk Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Sport - 10 jam yang lalu