Roy Keane Merasa Pujian kepada Thomas Tuchel Terlalu Berlebihan usai Inggris Menang atas Kroasia - Semua Halaman - Superball
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Senin, 22 Juni 2026 | 13:00 WIB
SUPERBALL.ID - Thomas Tuchel telah menerima banyak pujian atas pidato motivasi timnya di jeda babak pertama dalam kemenangan Timnas Inggris atas Kroasia.
Akan tetapi, legenda Manchester United Roy Keane berpikir bahwa Tuchel mendapatkan terlalu banyak pujian.
Inggris dua kali unggul di babak pertama melalui gol Harry Kane, tetapi dua kali pula disusul dan pertandingan berakhir imbang 2-2 saat jeda turun minum.
Tuchel kemudian mulai bekerja keras untuk memutar otak dan meracik strateginya.
Ia memberikan pengaruh pada para pemainnya yang membuat mereka tampil agresif di awal babak kedua.
Jude Bellingham membawa Inggris kembali unggul dalam hitungan detik dan bisa saja tercipta lebih banyak gol sebelum Marcus Rashford menutup skor menjadi 4-2 pada menit ke-85.
Baca Juga: Hasil Piala Dunia 2026 - Harry Kane Cetak Brace, Inggris Libas Kroasia Lewat Drama 6 Gol
Kane adalah salah satu pemain yang memuji Tuchel setelah pertandingan atas pidatonya yang berkesan.
"Pujian untuk manajer," kata kapten Inggris itu.
"Manajer memberi kami pidato saat jeda pertandingan hanya untuk mengatakan 'Lihat, jika kita kalah, kita kalah dengan cara kita sendiri'."
"Saya rasa Anda melihat di babak kedua, kami bermain habis-habisan dan mereka tidak mampu mengimbanginya."
"Itulah standar yang harus kita tetapkan di setiap pertandingan, pujian untuk semua orang, pertandingan pertama turnamen dan hasil yang bagus melawan tim yang tangguh."
Declan Rice juga memuji bosnya, dengan mengatakan: "Dia hebat saat jeda babak pertama, kata-kata yang dia gunakan menenangkan semua orang."
"Saya tidak bisa banyak bicara, itu adalah salah satu momen di mana Anda berpikir, 'Wow, manajer yang hebat'."
"Saya rasa kami tampil lebih rileks di babak kedua dan kami langsung menyerang."
Keane percaya Tuchel memang memberikan dampak di babak pertama, tetapi ia tidak yakin sang pelatih pantas mendapatkan begitu banyak pujian karena melakukan apa yang diharapkan darinya.
"Apakah ini reaksi yang berlebihan terhadap arahan timnya saat jeda pertandingan?" tanya Keane di ITV.
"Apa yang seharusnya dia lakukan? Bukankah itu pekerjaannya?"
"Itu tugas manajer untuk memberi mereka informasi dan mereka kemudian keluar dan menghasilkan sesuatu."
"Itulah yang akan dilakukan oleh manajer top mana pun, Anda menemui mereka saat jeda pertandingan dan mengingatkan mereka tentang apa yang seharusnya mereka lakukan. Itu agak berlebihan."
Legenda Setam Merah itu menambahkan: "Setiap pertandingan berbeda dan setiap situasi berbeda. Saya telah bekerja dengan beberapa manajer hebat."
"Terkadang Anda masuk saat jeda babak pertama dan Anda berpikir akan mendapat perlakuan keras, tetapi mereka malah bersikap lunak kepada Anda."
"Terkadang Anda merasa bermain bagus tetapi mereka malah bersikap keras kepada Anda."
"Itulah yang Anda rasakan dalam pertandingan, apa yang menurutnya dibutuhkan para pemain. Dia sangat mumpuni untuk melakukan itu."
Tuchel sendiri menjelaskan apa yang dia katakan kepada para pemainnya.
"Saya mengatakan bahkan jika kita kalah, itu tidak akan mengubah persepsi saya tentang 17 hari terakhir. Tapi mari kita lakukan dengan cara kita sendiri," katanya.
"Kita terlalu fokus pada hasil, terlalu fokus pada melindungi apa yang sebenarnya tidak kita miliki saat ini. Gol kedua hanyalah contoh."
"Saya rasa kita bermain dengan tujuh pemain di belakang dan kita tidak mampu mempertahankan gawang."
"Jadi, mengapa harus bermain dengan tujuh pemain di belakang?"
"Jika sesuatu terjadi, hasilnya tidak sesuai keinginan kami, kami ingin memainkan pertandingan ini sesuai keinginan kami dan seperti yang telah kami lakukan bersama selama 17 hari."
"Saya hanya mencoba untuk menyemangati mereka untuk berjuang habis-habisan."