Rafael van der Vaart Minta Maaf atas Komentarnya terhadap Timnas Jepang - Kompas
Rafael van der Vaart Minta Maaf atas Komentarnya terhadap Timnas Jepang
KOMPAS.com - Mantan pemain bintang Timnas Belanda, Rafael van der Vaart, akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik.
Hal ini menyusul ucapannya yang memicu kontroversi saat mengomentari penampilan Timnas Jepang pada Grup F Piala Dunia 2026 di Stadion Dallas, Texas, Amerika Serikat, Senin (15/6/2026) dini hari WIB yang berakhir dengan skor imbang 2-2.
Insiden tersebut bermula ketika Rafael van der Vaart, yang kini berusia 43 tahun dan bertugas sebagai pandit untuk stasiun televisi NOS TV, memberikan analisis terkait kelengahan bek Micky van de Ven.
Sang pemain bertahan gagal mengawal pergerakan Koki Ogawa, sehingga berujung pada gol penyeimbang bagi skuad Samurai Biru pada menit krusial di akhir pertandingan.
Saat mengomentari momen lepasnya penjagaan tersebut, eks penggawa Tottenham Hotspur itu melontarkan kalimat yang dinilai bernada rasial.
Baca juga: Klasemen Piala Dunia 2026: Argentina dan Inggris Teratas, Belanda Pimpin Peringkat 3 Terbaik
"Mereka semua terlihat sama, tentu saja, mungkin dia berpikir begitu," katanya ketika menganalisis pertahanan Van de Ven dikutip dari BBC Sport, Jumat (19/6/2026).
Klarifikasi dan Penyesalan
Menyadari ucapannya memicu reaksi negatif, sosok yang pernah mencatatkan 109 penampilan dan membawa negaranya ke final turnamen edisi 2010 ini segera meluruskan niatnya.
"Saya tidak pernah berniat untuk menyinggung, menyakiti, atau mendiskriminasi siapa pun," jelas Rafael van der Vaart.
Baca juga: Respons Mehdi Taremi soal Polemik Penolakan Visa di Piala Dunia 2026
"Saya menentang rasisme dalam segala bentuknya dan menghormati orang-orang dari setiap latar belakang, etnis, dan budaya."
Ia pun menambahkan penyesalan mendalam atas kegaduhan yang telah terjadi akibat komentarnya saat siaran berlangsung.
"Saya mengerti bahwa beberapa orang mungkin menganggap kata-kata saya menyinggung atau menyakitkan. Saya sangat menyesalinya."
Baca juga: Belanda Ditahan Imbang Jepang 2-2, Virgil Van Dijk Kritik Aturan Jeda Minum
"Jika komentar saya telah menyebabkan rasa sakit atau kekecewaan, saya ingin menyampaikan permintaan maaf yang tulus."
"Itu bukanlah niat saya sama sekali," tutup pria kelahiran Heemskerk, Belanda, pada 11 Februari 1983.
Kecaman dari Lembaga Anti-Diskriminasi

Lihat Foto
Daichi Kamada (tengah) menyundul bola dan mencetak gol kedua timnya dalam pertandingan sepak bola Grup F Piala Dunia 2026 Belanda vs Jepang di Stadion Dallas di Arlington pada 14 Juni 2026. (Foto oleh Aric Becker / AFP)(AFP/ARIC BECKER)
Baca juga: Respons Rodri Usai Benturan Keras dengan Gavi di Latihan Timnas Spanyol
Meskipun telah mengutarakan penyesalannya, pernyataan pandit televisi tersebut terlanjur mendapat sorotan tajam dari berbagai pihak, termasuk lembaga amal anti-diskriminasi Kick It Out.
Mereka mendesak pihak penyiaran untuk bersikap lebih berhati-hati.
Dalam sebuah teguran gabungan bersama Frank Soo Foundation, sebuah lembaga amal yang berfokus pada dukungan bagi komunitas Asia Timur dan Asia Tenggara, mereka sangat menyayangkan kejadian ini.
Baca juga: Hasil Amerika Serikat Vs Paraguay 4-1, Intervensi VAR Tuai Komentar
"Sangat mengecewakan mendengar mantan pemain menyebarkan hinaan rasis tentang tim Jepang dan kemudian malah memperburuk keadaan dengan mencoba membela komentar tersebut sebagai lelucon," bunyi pernyataan Kick It Out dan Frank Soo Foundation.
Lebih lanjut, mereka menyoroti dampak dari stigma yang dilontarkan di televisi nasional maupun internasional.
"Meskipun dia mengklaim tidak ada niat rasis dalam apa yang dia katakan, komentar tersebut tetap dapat berdampak pada pihak-pihak yang terlibat, dan komunitas Asia Timur dan Asia Tenggara yang lebih luas, seperti yang telah kita lihat pada contoh-contoh sebelumnya yang ditujukan kepada para pemain."
Baca juga: Marc Klok Jagokan Belanda di Piala Dunia 2026, Siap Terbang ke Miami
Kasus yang menjerat Rafael van der Vaart ini menjadi pengingat keras bagi para pengisi acara di layar kaca.
Pernyataan gabungan itu diakhiri dengan teguran tegas terkait tanggung jawab siaran.
"Piala Dunia menarik banyak sekali penonton televisi global, jadi selalu penting bagi para tamu untuk berhati-hati dengan bahasa mereka dan bagi stasiun televisi untuk bertanggung jawab atas mereka yang tampil di acara
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang