Preview Jepang Vs Swedia: Samurai Biru Bidik Juara Grup, Blue and Yellow Berjuang Lolos - Viva
Jepang datang dengan modal empat poin dari dua pertandingan.
Rep: Frederikus Dominggus Bata
EPA/Miguel Sierra Ayase Ueda (tengah) dari Jepang merayakan gol ke gawang Tunisia dalam pertandingan Grup F Piala Dunia FIFA 2026 di Stadion BBVA, Monterrey, Meksiko, Ahad (21/6/2026) siang WIB.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim nasional Jepang dan Swedia akan berhadapan pada laga penentuan Grup F Piala Dunia 2026 di Stadion AT&T, Dallas, Amerika Serikat, Jumat (26/6/2026) pukul 06.00 WIB. Pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiket ke babak 32 besar, melainkan juga menentukan tim yang berhak mengakhiri fase grup sebagai pemuncak klasemen.
Jepang datang dengan modal empat poin dari dua pertandingan. Setelah bermain imbang 2-2 melawan Belanda pada laga pembuka, Samurai Biru tampil impresif ketika membungkam Tunisia 4-0.
Sponsored
Hasil seri sebenarnya sudah cukup untuk memastikan langkah mereka ke fase gugur. Namun, target yang diusung pasukan Hajime Moriyasu jauh lebih tinggi.
Moriyasu menegaskan timnya hanya memikirkan kemenangan. Menurut dia, finis sebagai juara grup menjadi sasaran utama karena dapat memberikan keuntungan strategis pada fase berikutnya.
"Kami ingin menang dan lolos sebagai juara grup," ujar Moriyasu dalam konferensi pers jelang pertandingan.
Posisi puncak klasemen berpotensi membuat Jepang terhindar dari lawan berat pada babak 32 besar. Selain itu, Moriyasu menilai faktor lokasi pertandingan juga menguntungkan timnya.
Monterrey dan wilayah sekitarnya bukan lingkungan yang asing bagi Jepang. Samurai Biru sempat menjalani pemusatan latihan sebelum turnamen dimulai serta memainkan laga melawan Tunisia di wilayah tersebut.
Kepercayaan diri Jepang semakin meningkat setelah dua penampilan meyakinkan pada fase grup. Meski dihantam badai cedera yang membuat sejumlah pemain kunci seperti Wataru Endo, Kaoru Mitoma, Takumi Minamino, hingga Takefusa Kubo absen atau diragukan tampil, kualitas permainan mereka tetap terjaga.
Kekuatan utama Jepang justru terlihat pada kolektivitas tim. Moriyasu berhasil menjaga identitas permainan meski terus melakukan rotasi pemain. Organisasi permainan yang rapi, disiplin taktik, dan transisi cepat menjadi senjata utama wakil Asia tersebut.
Halaman 2 / 2
Pelatih Swedia Graham Potter mengakui hal itu. Menurut dia, ancaman terbesar Jepang bukan berasal dari satu atau dua pemain bintang, melainkan kemampuan seluruh skuad menjalankan sistem yang sama dengan kualitas serupa.
"Siapa pun yang dimainkan, gaya bermain dasar, organisasi tim, dan kualitas permainan mereka tetap konsisten. Pergantian pemain tidak menyebabkan kekacauan taktis," kata Potter.
Meski demikian, Jepang tetap menaruh kewaspadaan tinggi terhadap lawannya. Moriyasu secara khusus menyoroti kekuatan lini depan Swedia yang diperkuat Alexander Isak dan Viktor Gyokeres. Kedua penyerang tersebut dinilai mampu menghadirkan ancaman serius melalui kecepatan, kekuatan fisik, dan efektivitas penyelesaian akhir.
Di sisi lain, Swedia datang ke Dallas dengan tekanan lebih besar. Setelah membuka turnamen dengan kemenangan telak 5-1 atas Tunisia, mereka justru terpuruk ketika dihajar Belanda 1-5 pada pertandingan kedua. Kekalahan tersebut membuat posisi Blue and Yellow belum sepenuhnya aman.
Kemenangan atas Jepang akan memastikan langkah Swedia ke babak gugur. Bahkan, peluang finis sebagai juara grup masih terbuka apabila mereka menang dan Belanda gagal meraih hasil maksimal saat menghadapi Tunisia.
Media-media Swedia juga menilai pertandingan ini akan menjadi ujian berat. Sejumlah analis menyebut kualitas Jepang saat ini setara dengan Belanda, bahkan dalam beberapa aspek dianggap lebih komplet. Karena itu, mereka mengingatkan tim nasional Swedia agar tidak meremehkan wakil Asia tersebut.
Pertarungan dua tim dengan karakter permainan disiplin dan agresif itu berpotensi menjadi salah satu laga paling menarik pada penutupan fase grup Piala Dunia 2026.
Prediksi Susunan Pemain Jepang Vs Swedia
Berita Terkait
Sesumbar Pelatih Maroko, Sebut Timnya Punya Semua Modal untuk Juara Dunia
Sport - 2 jam yang lalu
Neymar tak Kuasa Menahan Tangis, Setelah 981 Hari Akhirnya Kembali Bela Brasil
Sport - 3 jam yang lalu
Vinicius Tempel Messi dalam Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026
Sport - 5 jam yang lalu
Pelatih Afsel Bangga Pertahanan Rapat Timnya, Hong Myung-bo Siap Tanggung Jawab Kekalahan Korsel
Sport - 8 jam yang lalu
Afsel Cetak Sejarah, Bafana Bafana Gusur Korsel di Grup A untuk Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Sport - 10 jam yang lalu