Piala Dunia 2026 - Jadi MVP Kontra Spanyol, Kiper Tanjung Verde Ungkap Alasan Menangis Pascalaga - Semua Halaman - Bolasport
Piala Dunia 2026 - Jadi MVP Kontra Spanyol, Kiper Tanjung Verde Ungkap Alasan Menangis Pascalaga - Semua Halaman - Bolasport.com
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Selasa, 16 Juni 2026 | 07:00 WIB
BOLASPORT.COM – Kiper Timnas Tanjung Verde, Vozinha, ungkap alasan dirinya menangis pascalaga kontra Timnas Spanyol di laga perdana Grup H Piala Dunia 2026.
Kiper berusia 40 tahun itu tampil menggila dan keluar sebagai man of the match (MVP) atau pemain terbaik di pertandingan tersebut.
Bagaimana tidak, Vozinha sukses membuat 7 penyelamatan saat Timnas Tanjung Verde menahan imbang Timnas Spanyol dengan skor 0-0.
Tampil di bawah mistar, kiper milik GD Chaves ini secara perkasa menghentikan setiap tembakan ke gawang yang datang dari kubu La Furia Roja.
Penampilan heroiknya itu membuatnya dipuja-puja, apalagi jika mengingat usianya dan statusnya sebagai debutan di Piala Dunia.
Setelah tampil apik di laga tersebut, dia tampak menitikkan air mata tepat setelah peluit panjang dibunyikan.
Banyak yang menduga, tangisan tersebut sebagai bentuk kegembiraannya karena menjadi pahlawan Timnas Tanjung Verde.
Tetapi di balik dugaan tersebut, Vozinha menangis karena rindu kakek dan neneknya yang tak bisa menyaksikan debut apiknya di Piala Dunia 2026.
"Saya menangis setelah pertandingan karena saya dibesarkan oleh kakek-nenek saya dan mereka tidak bisa hadir. Mereka meninggal beberapa tahun yang lalu," ujarnya, dikutip BolaSport.com dari Tuttomercato.
Maçın oyuncusu seçilen Yeşil Burun Adaları kalecisi Vozinha:
"Hep böyle bir an için çalıştım. Maçtan sonra ağladım çünkü büyükannem ve dedem burada olamadı, onları kaybettim.
Annem de vize problemi nedeniyle burada olamadı.#FIFAWorldCuppic.twitter.com/Or1zCOlZRF
— Koala Haber (@KoalaNews_) June 15, 2026
Selain itu, kesedihan Vozinha makin terlihat karena ibunya tak bisa hadir langsung karena masalah visa dan masalah biaya.
Kiper bernama lengkap Josimar Jose Evora Dias itu menuturkan jika keluarganya tak bisa mengumpulkan uang dalam waktu cepat sehingga visa untuk ibunya tak terbit.
"Ibu saya tidak bisa datang karena masalah visa, dan uang yang harus kami bayarkan. Kami tidak berhasil tepat waktu," ujarnya.
Terlepas dari kesedihannya itu, Vozinha mengaku bangga karena bisa menjadi pahlawan saat Tanjung Verde melakoni debut di Piala Dunia 2026.
Apalagi dirinya berjuang keras dan mengalami periode naik-turun dalam kariernya hingga bisa bermain di event empat tahunan tersebut.
"Kita bekerja keras dalam hidup untuk momen-momen seperti ini. Saya berusia 40 tahun, tetapi saya baru bermain secara profesional saat berusia 25 tahun," ujarnya.
"Ini (gelar MVP) adalah hadiah untuk seluruh perjalanan ini."
"Sejujurnya, saya tidak pernah memimpikan hal-hal seperti ini ketika masih kecil."
"Tetapi setelah pertandingan ini, saya dapat mengatakan kepada diri saya yang lebih muda bahwa itu sepadan," katanya.
Dengan keberhasilan menahan imbang Spanyol, Tanjung Verde membuka asa lolos dari fase grup Piala Dunia 2026.
Dengan satu poin di tangan, tim nasional berjulukan Si Hiu Biru ini hanya perlu meraih hasil positif di dua laga terakhir Grup H.
Di laga selanjutnya, mereka akan bersua Uruguay dan hanya perlu hasil imbang untuk menjaga asa lolos fase grup.
Andai bisa menahan imbang La Celeste, Tanjung Verde tinggal menang di laga terakhir Grup H kontra Arab Saudi untuk memastikan tiket ke babak 32 besar.