Para Penggemar Negara Peserta Piala Dunia Berisiko Dapat Hukuman usai Melanggar Protokol Ketat FIFA - Semua Halaman - Superball
Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers
Rabu, 24 Juni 2026 | 14:00 WIB
SUPERBALL.ID - Para penggemar dari negara penyelenggara Piala Dunia berisiko dikenai sanksi setelah melanggar protokol ketat FIFA.
Menjelang Piala Dunia 2026, FIFA memperjelas dalam peraturan mereka bahwa segala sesuatu yang bersifat politik, menyinggung, atau diskriminatif dilarang di dalam stadion, termasuk bendera, spanduk, slogan, dan pakaian.
Hal itu bahkan terlihat dalam keputusan mereka untuk memaksa Haiti mengubah desain seragamnya di kompetisi tersebut.
Desain awal jersey Haiti menggambarkan Pertempuran Vertieres di bagian depan.
Konflik yang terkenal pada tahun 1803 itu sangat penting dalam mengamankan kemerdekaan Haiti dari Prancis pada tahun berikutnya.
Para penggemar dari seluruh dunia telah diperingatkan untuk tidak membawa barang-barang ke stadion yang dapat menimbulkan kontroversi karena sifat politiknya.
Namun, tampaknya mereka gagal dalam hal ini dan mungkin perlu mengambil tindakan terhadap penggemar suatu negara karena bendera yang mereka bawa ke pertandingan.
Baca Juga: Iran Mau Ajukan Pengaduan Resmi ke FIFA terkait Perlakuan terhadap Pemain di Piala Dunia 2026
Sebuah bendera 'matahari terbit' terlihat di tribune penonton selama pertandingan Jepang melawan Tunisia.
Hal itu telah menimbulkan kemarahan di berbagai negara termasuk China dan Korea Selatan.
Bendera ini secara luas dianggap sebagai simbol agresi perang dan pemerintahan kolonial Jepang, karena digunakan oleh Tentara Kekaisaran Jepang sebelum dan selama Perang Dunia II.
Ketika itu mereka menginvasi negara-negara di Asia Pasifik, termasuk China, Korea Selatan, dan Filipina, yang membangkitkan trauma dan rasa sakit historis bagi negara-negara Asia Tenggara tersebut.
Akibatnya, penggunaannya di acara olahraga internasional dan platform global lainnya telah berulang kali memicu kontroversi.
Menurut laporan media, seperti yang dikutip oleh Global Times, para penggemar Jepang telah mencoba membawa 'bendera matahari terbit' ke dalam stadion selama Piala Dunia 2022 di Qatar.
Namun, petugas keamanan segera turun tangan dan mencegah para pendukung tersebut mengibarkan bendera di dalam stadion.
Menanggapi terlihatnya bendera 'matahari terbit' di pertandingan tersebut, Seong-Deok Seo, seorang profesor di Universitas Wanita Sungshin, telah mengajukan pengaduan resmi kepada FIFA.
Baca Juga: Donald Trump Diberi Lampu Hijau untuk Melanggar Protokol Ketat FIFA Selama Piala Dunia 2026
Seperti yang dilaporkan di Asia Business Daily, dia mengatakan: "Sangat disayangkan bahwa langkah-langkah seperti itu tidak diambil di Piala Dunia Amerika Utara dan Tengah ini."
"Tidak dapat diterima jika bendera Matahari Terbit dikibarkan di Piala Dunia, sebuah acara yang dimaksudkan untuk menyatukan orang-orang dari berbagai kebangsaan dan ras."
"Penggunaan bendera Matahari Terbit menjadi pengingat yang menyakitkan tentang perang bagi para penggemar sepak bola Asia.
"FIFA harus melarang pendukung Jepang membawa bendera Matahari Terbit ke stadion di masa mendatang."
"Selain itu, FIFA juga harus mengambil tindakan cepat untuk mencegah terulangnya insiden serupa."
"Insiden ini seharusnya menjadi kesempatan untuk mempublikasikan secara luas masalah-masalah yang terkait dengan bendera Matahari Terbit kepada para penggemar sepak bola global yang mungkin belum familiar dengan sejarahnya."
"Yang terpenting, saya akan melakukan yang terbaik untuk memastikan penghapusan total bendera Matahari Terbit melalui dialog internasional yang berkelanjutan."