0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home AFC Berita Featured Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial

    Pakar Malaysia Sebut Reformasi AFC Bisa Bawa Harimau Malaya Ikuti Jejak Jepang - Semua Halaman - Superballp

    4 min read

     

    Pakar Malaysia Sebut Reformasi AFC Bisa Bawa Harimau Malaya Ikuti Jejak Jepang - Semua Halaman - Superball.id

    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • TIMNAS
  • Minggu, 7 Juni 2026 | 08:59 WIB

    Selebrasi para pemain Timnas Jepang usai mengalahkan Timnas Brasil 3-2 di laga FIFA Matchday Oktober 2025. (YUICHI YAMAZAKI/AFP)

    SUPERBALL.ID - Timnas Malaysia diyakini mampu mengikuti jejak Timnas Jepang jika Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) menerapkan model yang diusulkan AFC.

    Sebelumnya, anggota koalisi dengan suara bulat menyetujui amandemen terhadap statuta FAM yang melibatkan 94 pasal yang diusulkan oleh AFC pada Kongres Luar Biasa FAM.

    Salah satu hal yang menjadi fokus amandemen terhadap peraturan tersebut adalah keterlibatan klub-klub dalam FAM.

    Klub-klub Liga Super Malaysia dan beberapa perwakilan klub dari kompetisi lain akan menjadi anggota afiliasi dari FAM.

    Baca Juga: Sekjen AFC Pastikan Federasi Malaysia Sakit Kronis: Sembuhnya Dua Tahun Lagi!

    Selain itu, struktur administrasi FAM akan menyertakan perwakilan dari Liga Sepak Bola Malaysia (MFL), asosiasi pemain, dan asosiasi wasit.

    Bahkan, struktur baru ini juga menetapkan persyaratan yang lebih ketat bagi kandidat yang ingin mencalonkan diri untuk posisi di FAM.

    Para kandidat harus memiliki pengalaman minimal lima tahun di bidang sepak bola dan berusia di bawah 70 tahun.

    Amandemen terhadap statuta FAM dianggap berpotensi menjadi titik balik penting bagi lanskap sepak bola Malaysia.

    Bahkan, amandemen tersebut diyakini bisa menempatkan Malaysia pada jalur yang sama dengan raksasa sepak bola Asia seperti Jepang.

    Keyakinan tersebut disampaikan oleh Mantan Wakil Presiden Asosiasi Pelatih Sepak Bola Malaysia (PJBM), Profesor Madya Dr. Zulakbal Abdul Karim.

    Zulakbal menganggap perubahan statuta FAM sebagai langkah awal menuju reformasi komprehensif sepak bola Malaysia.

    Ia optimistis bahwa jika apa yang diusulkan AFC benar-benar diterapkan, hal itu akan membawa perubahan besar.

    Terutama yang melibatkan tata kelola FAM, dengan badan pengatur tersebut juga dipantau oleh AFC selama periode dua tahun.

    Baca Juga: Dalang Skandal Naturalisasi Nggak Ketemu, Presiden Kehormatan Federasi Malaysia: Mari Kita Lupakan Saja!

    "Saya diberitahu bahwa AFC mengusulkan restrukturisasi sejalan dengan apa yang telah dilakukan negara-negara sukses seperti Jepang."

    "Jadi, jika Jepang bisa berhasil, insya Allah, kita juga akan berubah ke arah yang lebih baik daripada sebelumnya."

    "Oleh karena itu, saya optimis bahwa FAM akan dikelola dengan lebih baik melalui manajemen keuangan yang lebih terstruktur, integritas, dan sebagainya."

    "Berdasarkan hasil audit yang dilakukan oleh AFC, saya yakin FAM telah melihat di mana kekurangan-kekurangan tersebut dan kekurangan-kekurangan itu harus diperbaiki."

    "Sudah saatnya kita berpikir jauh ke depan dan sekarang dengan bantuan AFC, saya yakin kita bisa bercita-cita setinggi Jepang."

    "Jepang telah lolos ke Piala Dunia berkali-kali, dan mereka bahkan bermimpi menjadi juara dunia pada tahun 2050," kata Zulakbal.

    Zulakbal mengatakan bahwa keterlibatan semua pemangku kepentingan termasuk klub, asosiasi pemain, dan asosiasi wasit dalam FAM akan memberikan nilai tambah bagi pengembangan sepak bola Malaysia.

    Mengomentari persyaratan ketat bagi calon pejabat FAM, ia menilai ini adalah langkah yang tepat untuk memastikan bahwa FAM dipimpin oleh individu-individu yang benar-benar memahami kebutuhan dan tantangan sepak bola Malaysia.

    "Pengalaman sangat penting dan persyaratan memiliki pengalaman lima tahun untuk memenuhi syarat untuk berkompetisi itu bagus, setidaknya individu tersebut tahu tentang sepak bola," katanya.

    Komentar
    Additional JS