0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Menpora Pelatnas Prabowo Subianto Spesial

    Menpora Sebut Prabowo Sepakat Anggaran Pelatnas Multiyears - detik

    3 min read

     

    Menpora Sebut Prabowo Sepakat Anggaran Pelatnas Multiyears



    Jakarta -

    Menpora Erick Thohir memastikan komitmen Presiden Prabowo Subianto terkait anggaran multiyears untuk Pelatnas. Dukungan tersebut dinilai penting mengingat semakin banyak atlet Indonesia yang menunjukkan prestasi.

    Hal itu disampaikan Erick usai bertemu dengan Prabowo di kediaman pribadi di Hambalang, Jawa Barat, Jumat (19/6), untuk melaporkan perkembangan serta rencana pelaksanaan sejumlah program strategis Kementerian Pemuda dan Olahraga yang menjadi bagian dari program prioritas Presiden.

    Dalam pertemuan tersebut, orang nomor 1 di Kemenpora itu melaporkan secara khusus sejumlah program prioritas Kementerian Pemuda dan Olahraga, termasuk soal pembinaan atlet jangka panjang.

    Erick menegaskan kunci keberhasilan prestasi atlet ialah anggaran Pelatnas jangka panjang.

    "Bahwa kebijaksanaan mengenai anggaran, karena yang namanya Pelatnas tidak mungkin dianggarkan per tahun, itu harus multi years, dan Bapak Presiden sepakat karena memang mempersiapkan bagaimana masa depan atlet kita untuk Olimpiade, SEA Games, Asian Games, apalagi hari ini banyak sekali para atlet kita mulai menunjukkan prestasinya," kata Menpora Erick.

    Presiden Prabowo, lanjut Menpora Erick, menyatakan dukungannya terhadap skema pembiayaan dan kebijakan yang memungkinkan pembinaan atlet dilakukan secara berkelanjutan.

    "Nah ini yang Bapak Presiden dorong karena itu persiapan dari tentu SEA Games, Asian Games, Olimpiade, mesti benar-benar dilakukan. Apalagi Bapak Presiden sudah memperhatikan kebijaksanaan bonus yang cukup baik, baik sekali bahkan. Di mana bonus ini 1 miliar (rupiah), nanti Asian Games dan Olimpiade pasti angkanya lebih baik lagi," ujarnya.

    Selain soal anggaran Pelatnas, Menpora berusia 55 tahun ini juga menyampaikan program pengembangan sertifikasi pelatihan bagi penyandang disabilitas agar dapat memiliki kesempatan menjadi pelatih dan berkontribusi dalam pembinaan olahraga nasional.

    Hal ini juga bentuk komitmen pemerintah untuk membekali para atlet dengan kemampuan, agar mereka bisa bertahan setelah pensiun.

    "Yang pasti Bapak Presiden sangat peduli dengan olahraga disabilitas. Makanya salah satu program yang memang kita terus dorong bagaimana masyarakat disabilitas di Indonesia ini kan totalnya hampir 23,9 juta atau 25,9 juta yang gemar berolahraga. Itu hampir 11 persen," ujarnya.

    "Artinya dengan itu Bapak Presiden ingin mendorong para orang disabilitas ini benar-benar diperhatikan. Nah salah satunya kita punya, yang saya sampaikan Bapak Presiden, program bagaimana sertifikasi kepelatihan untuk mereka," kata Erick.

    Sebagai bagian dari strategi jangka panjang tersebut, Erick turut memaparkan rencana pembangunan Akademi Olahraga Nasional yang akan menjaring dan membina talenta olahraga sejak usia dini, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah. Rencana ini juga merupakan upaya membangun ekosistem olahraga nasional yang lebih terintegrasi, modern, dan berkelanjutan.

    Erick menyebut pemerintah juga terus mengkaji skema dana pensiun atlet sebagai bagian dari upaya meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan para olahragawan setelah menyelesaikan masa pengabdiannya di dunia olahraga.

    (mcy/ran)

    Komentar
    Additional JS