Mengapa Jumlah Pemain Sepak Bola 11 Vs 11? Ini Asal-usulnya - Kompas
Mengapa Jumlah Pemain Sepak Bola 11 Vs 11? Ini Asal-usulnya
KOMPAS.com - Sepak bola merupakan salah satu olahraga yang populer di penjuru dunia.
Salah satu alasan sepak bola digemari hampir semua orang, karena permainan ini mudah dimainkan oleh siapa saja dan bisa dilakukan di mana saja.
Sepak bola dimainkan oleh dua tim yang masing-masing terdiri dari 11 orang, termasuk satu penjaga gawang.
Namun, bagaimana sejarahnya permainan sepak bola 11 vs 11 pemain?
Bos Supplier Motor Listrik Jadi Tersangka Baru MBG, Berperan Mark Up Harga
Baca juga: Mengenang Dua Tahun Tragedi Kanjuruhan, Peristiwa Terburuk dalam Sejarah Sepak Bola Indonesia
Berawal dari olahraga di Italia
Cikal bakal sepak bola disebut berasal dari sebuah permainan asal Kota Florence, Italia, bernama Calcio Storico Fiorentino pada abad ke-16.
Dilansir dari laman Feel Florence, sejak abad pertengahan Calcio Storico dikenal sebagai "sepak bola berkostum", karena para pemain yang selalu mengenakan kostum saat bertanding.
Baca juga: Mahasiswa Kaget TNI Ikut Jaga Demo: Fungsi Mereka Pertahanan, Bukan Keamanan
Konon, olahraga ini berakar dari permainan Bangsa Romawi yang disebut "Herpastum", di mana para pemain bertarung mendapatkan bola untuk dilempar ke gawang lawan.
Sekitar tahun 1400-an, permainan ini juga banyak dimainkan oleh para bangsawan di atas Sungai Arno yang membeku.

Lihat Foto
Kompetisi Calcio Storico biasanya berlangsung di lapangan pasir persegi panjang berukuran 100 x 50 meter yang terletak di Piazza Santa Croce.
Setiap tim dari empat distrik menurunkan 27 pemain untuk berjibaku dengan satu tujuan yang disebut caccia atau berburu. Maknanya, para pemain harus membawa bola ke gawang besar di ujung lapangan untuk memenangkan permainan.
Olahraga ini mengizinkan pemainnya menggunakan seni bela diri untuk menjatuhkan lawan ke tanah. Calcio Storico juga tidak mengena adanya pergantian pemain atau waktu istirahat.
Baca juga: 10 Stadion Sepak Bola Terbesar di Dunia, Satu dari Asia Tenggara
Jumlah pemain berubah
Dilansir dari The Guardian (2011), terdapat perdebatan mengenai "bapak" dari sepak bola modern.
Sebagian percaya bahwa sepak bola berawal dari Calcio Storico yang merupakan tradisi sejak zaman Romawi. Permainan ini lalu meluas hingga ke Inggris.
Sementara, pendapat lain mengatakan, Inggris lah yang menjadi pelopor pertama, karena permainan bola besar ini disebut telah dikenal antara sejak tahun 1400 dan 1600-an.
Baca juga: Piala Dunia 2026 Bisa Ditonton di TV Apa dan Live Streaming di Mana?
Di luar dari perdebatan itu, ada aturan yang menjadi hal penting dalam sejarah sepak bola.
Pada abad ke-19, warga Inggris mengenal permainan sepak bola yang disebut folk football. Berbeda dengan Calcio Stroico yang terdiri dari 27 pemain, setiap tim di folk football berisikan 15 hingga 21 pemain.
Pertandingan baru dimulai apabila kedua regu memiliki jumlah anggota yang sama.

Lihat Foto
Baca juga: Ratusan Kepala Sekolah Mundur Dari Jabatan, Diduga Ada Temuan BPK
Aturan dibakukan 11 pemain
Seiring waktu, sepak bola semakin populer dan digemari khususnya di kalangan pelajar dan mahasiswa Inggris. Dikutip dari laman Britannica, setiap sekolah memiliki aturan mereka sendiri.
Perbedaan aturan ini kemudian dianggap menyulitkan hingga akhirnya pada awal tahun 1843, muncul upaya untuk membakukan dan mengubah aturan permainan bola oleh mahasiswa Cambridge University.
Aturan tersebut dikenal dengan "Peraturan Cambridge" yang baru disebarluaskan pada 1863 oleh klub-klub sepak bola milik para alumni.
Peraturan Cambirdge disebut memengaruhi terciptanya aturan resmi permainan sepak bola, termasuk jumlah pemain 11 orang yang ditetapkan oleh Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) pada tahun yang sama.
Pemain sepak bola semakin lengkap ketika posisi penjaga gawang ditambahkan pada 1871.
Baca juga: 10 Pemain Sepak Bola Termahal di Dunia 2024: Bellingham, Haaland, dan Mbappe Berbagi Tempat
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Pekerja Kantoran Dukung Demo Mahasiswa, Tak Masalah Jalan Pulang Terdampak