0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Mehdi Taremi Piala Dunia Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial

    Mehdi Taremi Bicara Blak-blakan soal Perlakuan Buruk yang Dihadapi Iran di Piala Dunia 2026 - Semua Halaman - Bolasport

    6 min read

     

    Mehdi Taremi Bicara Blak-blakan soal Perlakuan Buruk yang Dihadapi Iran di Piala Dunia 2026 - Semua Halaman - Bolasport.com

    BOLASPORT.COM - Kapten Timnas Iran, Mehdi Taremi, mengirim pesan menohok kepada FIFA sebagai buntut pengalaman tak menyenangkan di Piala Dunia 2026. Ia bicara blak-blakan soal masalah visa hingga kendala logistik.

    Timnas Iran tiba di Los Angeles pada Minggu (14/6/2025) dari markas mereka di Tijuana, Meksiko, tepat di dekat perbatasan dengan Amerika Serikat.

    Lokasinya sekitar 225 kilometer dari stadion tempat mereka bertanding melawan Selandia Baru di SoFi Stadium, Inglewood, Amerika Serikat, Selasa (16/6/2026) pukul 08.00 WIB.

    Jelang menghadapi Selandia Baru ini, Mehdi Taremi berbicara blak-blakan terkait pengalaman yang tak menyenangkan dan penuh tantangan yang dihadapi Timnas Iran.

    Ia mencurahkan pengalaman tak menyenangkan dari masalah visa hingga perubahan keputusan terkait lapangan latihan.

    Baca Juga: Piala Dunia 2026 - Tanding di AS, Striker Timnas Iran: Perasaan Saya Nggak Enak

    "Saya sudah merasakan ketegangan sejak pertama kali kami tiba di Piala Dunia ini," ujar Mehdi Taremi sebagaimana dikutip BolaSport.com dari Independent, Senin (15/6/2026).

    "Di turnamen mana pun yang diwarnai ketegangan, kami tidak akan merasakan pengalaman indah yang selalu kami bicarakan dengan kedamaian dan kegembiraan."

    "Saya tahu bukan hanya kami saja. Saya tahu beberapa negara mengalami masalah visa dan perubahan terkait pemusatan latihan."

    "Sebelum kami tiba, perasaan, sensasi yang biasanya dirasakan orang-orang, bagaimana mereka menantikan Piala Dunia, saya rasa kali ini mungkin mereka tidak merasakan hal yang sama," tegasnya.

    Pemain berusia 33 tahun tersebut bahkan menkritik FIFA yang gagal menyampaikan pesan perdamaian dan kegembiraan.

    "Ketegangan semacam ini merusak kegembiraan itu dan merusak pesan dari FIFA serta masyarakat kami, yaitu bahwa sepak bola membawa perdamaian," kata Taremi.

    Penyerang Olympiacos tersebut juga berharap apa yang dirasakan oleh Iran tak akan pernah terjadi kepada penggemar.

    Ia berharap semua orang bisa merasakan suasana yang lebih baik untuk mendukung tim kebanggaannya di ajang pesta dunia ini.

    "Saya merasa Piala Dunia kali ini seharusnya bisa menghadirkan suasana yang lebih baik daripada yang ada sekarang, tetapi saya berharap di masa depan situasinya akan lebih baik bagi semua penggemar, apa pun tim yang mereka dukung di Piala Dunia," ucapnya.

    Tim nasional Iran memang sebenarnya berencana berlatih di Tucson, Arizona, sebelum pecahnya perang antara pemerintah mereka dengan AS, tetapi dengan cepat pindah ke Baja California.

    FIFA kemudian menolak keinginan Iran untuk memainkan pertandingan babak penyisihan grup Piala Dunia di luar Amerika Serikat, dengan alasan logistik dan kontrak yang tidak memungkinkan hal itu.

    Juru bicara Timnas Iran mengatakan pada Minggu (14/6/2026) bahwa dua anggota tim humas mereka ditolak visanya ke Amerika Serikat untuk pertandingan pembuka.

    Tim nasional Iran dan para pendukungnya yang ikut serta juga menghadapi berbagai masalah terkait tiket pertandingan.

    Menghadapi situasi ini, pelatih Timnas Iran Amir Ghalenoei mengatakan bahwa situasi ini tentu tak menyenangkan karena sepak bola seharusnya membawa kebahagiaan.

    Namun, ia menegaskan tim akan tetap fokus karena bagi orang Iran, mereka akan mengubah kesulitan menjadi peluang.

    Mereka akan bekerja keras untuk bisa membawa tim meraih hasil maksimal dalam laga perdana ini.

    Baca Juga: Piala Dunia 2026 - Ngeri, Mayat Membusuk Ditemukan Dekat Markas Latihan Timnas Iran

    "Tanpa ragu, hal ini akan berdampak negatif pada semangat sepak bola. Sepak bola seharusnya menyatukan bangsa dan budaya," jelas Amir Ghalenoei.

    "Baik menang maupun kalah, itu adalah perasaan pribadi kami, tetapi sepak bola sebagai permainan adalah tentang menghadirkan kegembiraan."

    "Kondisi-kondisi ini telah memengaruhi fokus teknis kami, tetapi saya benar-benar berusaha memastikan para pemain saya tetap fokus pada strategi dan teknik."

    Mantan pemain Inter Milan, Taremi, pun menegaskan dirinya tak peduli soal politik.

    Menurutnya, tujuan Iran jelas dalam ajang empat tahunan ini, yakni untuk bisa melangkah sejauh mungkin.

    Oleh karena itu, ia menegaskan tim akan bekerja keras agar bisa membawa kebahagiaan untuk semua orang Iran.

    "Kami bermain untuk semua orang Iran, baik yang berada di luar negeri maupun di Iran," ungkap Mehdi Taremi.

    "Orang-orang memiliki pendapat yang berbeda, tetapi kami di sini untuk mempersatukan orang-orang dan kami akan berusaha membawa kebahagiaan bagi semua orang Iran di mana pun mereka tinggal."

    "Kami tidak terlibat dalam politik. Kami di sini untuk bermain sepak bola," tuturnya.

     

    Komentar
    Additional JS