Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Piala Dunia Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial Timnas Jepang Timnas Tunisia

    Laga Ke-1.000 Piala Dunia Dapat Sentuhan Emas Istimewa - SUMATERAEKSPRES.ID

    3 min read

     

    Laga Ke-1.000 Piala Dunia Dapat Sentuhan Emas Istimewa


    PENGADIL: Wasit asal Rumania Istvan Kovacs akan menjadi pengadil laga ke-1.000 di Piala Dunia pada partai Jepang melawan Tunisia di Monterrey, Meksiko. -Foto : instagram istvankovacofficial-

    Reporter: Novis |

    Editor: Dede Sumeks |

    Sabtu , 20 Jun 2026 - 21:26

    MONTERREY, SUMATERAEKSPRES.ID - Panggung megah Piala Dunia 2026 kembali menghadirkan momen bersejarah. Duel Jepang melawan Tunisia yang digelar di Monterrey, Meksiko, pada Minggu (21/6) WIB, resmi tercatat sebagai pertandingan ke-1.000 dalam sejarah turnamen sepak bola paling bergengsi di planet ini.

    Laga fase grup tersebut bukan sekadar pertarungan memperebutkan poin dan menjaga asa lolos ke babak berikutnya.

    Iklan Google/Link Sponsor

    BACA JUGA: Kontroversial, Wasit Terbaik Afrika Gagal Jadi Pengadil di Piala Dunia 2026 Lantaran Visa Bermasalah

    BACA JUGA:Kawal Laga Tanpa Drama, Honda DBL with Kopi Good Day 2025 South Sumatera Libatkan 9 Wasit dan 8 Petugas Meja

    Atmosfer pertandingan terasa berbeda karena FIFA menyiapkan penghormatan khusus bagi wasit asal Rumania, Istvan Kovacs, yang dipercaya memimpin duel bersejarah tersebut.

    Kovacs, yang kini berusia 41 tahun dan menjalani Piala Dunia keduanya, tampil dengan seragam spesial beraksen emas.

    Tak hanya itu, sebuah lencana emas bertuliskan angka 1.000 juga menghiasi kostumnya sebagai simbol pertandingan bersejarah yang menjadi tonggak perjalanan sepak bola dunia.

    Ketua Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina, mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian tersebut. "Ini pertandingan yang sangat spesial karena menjadi laga ke-1.000 dalam sejarah Piala Dunia," ujarnya saat memperkenalkan seragam eksklusif tersebut.

    Menurut Collina, memimpin pertandingan bersejarah seperti ini merupakan kehormatan besar bagi seorang pengadil lapangan. "Menjadi wasit di laga ini layak mendapatkan sesuatu yang istimewa," katanya.

    Sentuhan warna emas pada kostum dan lencana menjadi simbol penghargaan atas momentum langka tersebut.

    Catatan bersejarah itu hadir 96 tahun setelah Piala Dunia pertama kali digelar di Uruguay pada 1930.

    Sejak saat itu, turnamen ini berkembang menjadi panggung terbesar sepak bola dunia yang menghadirkan ribuan gol, drama injury time, adu penalti menegangkan, hingga aksi gemilang para bintang lapangan hijau.

    Menariknya, edisi Piala Dunia 2026 sendiri menyumbang jumlah pertandingan yang sangat besar. Dengan format baru yang melibatkan 48 negara peserta, total 104 laga akan dimainkan sepanjang turnamen.

    Jumlah tersebut menjadi kontribusi signifikan terhadap sejarah panjang kompetisi yang terus berkembang dari generasi ke generasi.

    Komentar
    Additional JS