Kritik Zlatan Ibrahimovic Usai Cristiano Ronaldo Teriak "Saya Kembali" - Kompas
KOMPAS.com - Mantan pemain Timnaas Swedia, Zlatan Ibrahimovic, melayangkan kritik terhadap aksi yang ditunjukkan oleh kapten Portugal, Cristiano Ronaldo, di ajang Piala Dunia 2026.
Reaksi ini mencuat setelah Cristiano Ronaldo mengumumkan pesannya ke hadapan kamera pasca-pertandingan Timnas Portugal melawan Uzbekistan di matchday kedua Grup K Piala Dunia 2026 di Stadion Houston, Selasa (23/6/2026) waktu setempat atau Rabu dini hari WIB..
Kritik dari Zlatan Ibrahimovic tersebut menyasar momen ketika sang striker veteran berteriak "Saya kembali" tepat ke arah lensa kamera setelah mencetak dua gol.
Menurut Ibrahimovic, ungkapan emosional itu dirasa berlebihan mengingat kualitas lawan yang dihadapi oleh timnya pada pertandingan Grup K tersebut adalah timnas Uzbekistan.
Ronaldo Kesal Disinggung Soal Messi Usai Ukir Rekor, Langsung Potong Pertanyaan Wartawan
Saat bertugas menjadi komentator di studio Fox Sports, sosok bertubuh jangkung itu mengaku sama sekali tidak terkesan dengan selebrasi yang dilakukan oleh sang megabintang.
Baca juga: Ronaldo Bangkit dari Pekan Kelam, Panen Rekor Usai Disebut Habis
"Itu adalah pertandingan untuk mencetak gol. Itu adalah pertandingan bagi Portugal untuk mencetak banyak gol," kata Zlatan Ibrahimovic dikutip dari Goal English, Rabu (246/2026).
"Mengenai pesannya, saya pikir dia tidak pernah pergi. Saya tidak tahu mengapa dia mengatakan 'Saya kembali'."
Ketegangan emosional tersebut terjadi sesaat setelah adanya insiden pelanggaran di mana sang pemain mendorong Jerome Opoku di penghujung paruh pertama.
Baca juga: Usai Tahan Imbang Spanyol, Kiper Cape Verde Kebanjiran Follower IG dari 50.000 Jadi 10 Juta
Setelah sempat melewati laga pembuka yang sulit tanpa gol saat ditahan imbang 1-1 oleh DR Congo, penyerang berusia 41 tahun itu memastikan kamera menangkap pesannya dengan jelas usai membawa timnya unggul dalam laga yang berakhir dengan skor telak 5-0 tersebut.
Ukiran Rekor Sejarah Baru
Terlepas dari komentar miring yang diterimanya, sang penyerang membuka keunggulan pada menit keenam melalui sepakan kaki kanan memanfaatkan operan Joao Cancelo, sebelum memperlebar keunggulan di menit ke-39 berkat asis dari Bruno Fernandes.

Lihat Foto
Torehan dua gol ini secara resmi menempatkannya sebagai pencetak gol tertua kedua sepanjang sejarah turnamen, hanya berada di belakang Roger Milla yang mencetak gol di usia 42 tahun pada 1994 silam.
Baca juga: Bersanding dengan Messi, Ronaldo Torehkan Rekor Ajaib di Piala Dunia
Gol-gol tersebut juga mengukuhkan namanya sebagai satu-satunya pesepak bola di dunia yang mampu mencetak gol dalam enam edisi turnamen yang berbeda sejak debutnya pada tahun 2006
Walau rival abadinya, Lionel Messi, memiliki jumlah penampilan edisi yang sama, ia sempat absen mencatatkan nama di papan skor pada edisi 2010, meski saat ini La Pulga masih memimpin rekor gol keseluruhan dengan 18 gol berbanding 10 gol miliknya.
Skenario Babak Gugur dan Potensi Duel Klasik
Dengan kepastian tiket kelolosan ke fase gugur yang sudah berada di depan mata, perhatian publik kini mulai beralih pada potensi terjadinya laga klasik menghadapi Argentina.
Menanggapi kemungkinan bentrokan akbar tersebut, sang penyerang memilih bersikap tenang dan tetap fokus pada target jangka pendek tim.
Baca juga: Rekap Hasil Piala Dunia 2026: Ronaldo Pecah Telur, Kolombia ke 32 Besar
"Saya tidak tahu bagaimana menjawabnya. Tapi, yah, itu akan luar biasa. Yang terpenting adalah menang hari ini dan kami berhasil melakukannya," kata Ronaldo.
Tim nasional kini membidik poin penuh pada pertandingan pamungkas melawan Kolombia di Stadion Miami, Sabtu (27/6/2026) waktu setemoat atau Minggu pukul 06.30 WIB, demi memastikan status sebagai jawara Grup K.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Lampaui Messi, Ronaldo Cetak Rekor Ini di Piala Dunia 2026