Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Berita Featured Piala Dunia Sepak Bola Sepak Bola Internasional Spesial Timnas Belanda Timnas Maroko

    Kapten Maroko Bongkar Modal Singkirkan Belanda Lewat Adu Penalti di Piala Dunia 2026 - Viva

    6 min read

     

    kapten Maroko Achraf Hakimi

    Selasa, 30 Juni 2026 - 14:13 WIB

    VIVA Maroko sukses menorehkan kisah sensasional di Piala Dunia 2026. Singa Atlas memastikan langkah ke babak 16 besar setelah menyingkirkan Belanda lewat drama adu penalti dengan skor 3-2, usai bermain imbang 1-1 hingga 120 menit pada babak 32 besar di Estadio Monterrey, Selasa pagi WIB, 30 Juni 2026.

    Baca Juga

    Kemenangan ini mengantar Maroko menghadapi tuan rumah Kanada pada babak 16 besar yang dijadwalkan berlangsung Minggu, 5 Juli 2026 dini hari WIB.

    Di balik keberhasilan tersebut, kapten Maroko Achraf Hakimi mengungkapkan faktor utama yang membawa timnya mampu melewati salah satu kandidat kuat juara dunia itu. Menurutnya, para pemain sudah memahami karakter permainan Belanda sehingga mampu tetap tenang meski sempat tertinggal lebih dulu.

    Baca Juga

    "Kami tahu jenis permainan ini, kami tahu melawan siapa kami bermain," kata Hakimi dikutip Reuters.

    "Kami harus fokus dan kuat secara fisik tetapi juga mental," lanjutnya.

    Baca Juga

    Bek Paris Saint-Germain itu juga menyampaikan apresiasi kepada para pendukung yang memenuhi stadion. Menariknya, selain ribuan suporter Maroko, banyak pendukung tuan rumah Meksiko ikut memberikan dukungan sepanjang pertandingan.

    Atmosfer luar biasa memang terasa di Estadio Monterrey. Nyanyian suporter Maroko terus menggema sejak awal laga, bahkan banyak fans Meksiko ikut meneriakkan slogan "No era penal" sebagai sindiran terhadap kontroversi penalti saat Belanda menyingkirkan Meksiko pada Piala Dunia 2014.

    Jalannya Pertandingan

    Pertandingan berlangsung ketat sejak menit awal. Maroko justru tampil lebih berbahaya pada babak pertama melalui Neil El Aynaoui dan Achraf Hakimi. Namun, kiper Belanda Bart Verbruggen berkali-kali melakukan penyelamatan penting untuk menjaga gawangnya tetap aman.

    Belanda baru menemukan ritme permainan setelah Ronald Koeman memasukkan Wout Weghorst pada babak kedua. Pergantian itu langsung memberikan dampak besar.

    Pada menit ke-72, Cody Gakpo membawa Belanda unggul. Berawal dari duel udara Weghorst yang diteruskan Crysencio Summerville, Gakpo menyambar bola dengan sepakan mendatar yang gagal dihentikan Yassine Bounou.

    Gol tersebut menjadi momen emosional bagi penyerang Liverpool itu. Gakpo terlihat menangis saat merayakan gol bersama rekan-rekannya setelah beberapa hari sebelumnya ia dan pasangannya kehilangan calon buah hati.

    Saat Belanda mulai percaya diri menguasai pertandingan, Maroko justru memberikan pukulan telak di masa injury time. Pemain pengganti Chemsdine Talbi mengirim umpan silang akurat yang disambut sundulan Issa Diop. Bek jangkung itu berhasil mengungguli Virgil van Dijk dalam duel udara sebelum menaklukkan Verbruggen dan memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan.

    Belanda Gagal di Adu Penalti

    Pada babak tambahan waktu, kedua tim saling menciptakan peluang, tetapi penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat skor tetap bertahan 1-1 hingga 120 menit.

    Drama pun berlanjut ke adu penalti. Belanda sebenarnya mengawali adu penalti dengan baik lewat Teun Koopmeiners. Namun, Neil El Aynaoui gagal membalas setelah tendangannya membentur mistar.

    Situasi berubah ketika Justin Kluivert gagal mencetak gol. Maroko kemudian menyamakan kedudukan melalui Soufiane Rahimi.

    Setelah Wout Weghorst dan Chemsdine Talbi sama-sama sukses menjalankan tugasnya, Quinten Timber justru melepaskan tendangan yang melenceng jauh.

    Maroko sebenarnya memiliki kesempatan memastikan kemenangan lebih cepat, tetapi tendangan Hakimi membentur tiang gawang.

    Nasib Belanda akhirnya ditentukan pada penalti terakhir. Crysencio Summerville gagal menaklukkan Bounou setelah sepakannya ditepis sang kiper.

    Ismael Saibari kemudian tampil sebagai algojo penentu. Gelandang PSV Eindhoven itu menjalankan tugasnya dengan sempurna sekaligus memastikan Maroko menang adu penalti 3-2.

    Pelatih Timnas Belanda Ronald Koeman

    Panen Hujatan Publik, Ronald Koeman Pasang Badan soal Taktik Belanda usai Tersingkir dari Piala Dunia 2026

    Pelatih Timnas Belanda, Ronald Koeman, memberi penjelasan soal permainan melawan Maroko. Permainan De Oranje yang bertahan di sepanjang laga berujung kepada hasil pahit.

    img_title

    VIVA.co.id

    30 Juni 2026

    Komentar
    Additional JS