0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Adhyaksa FC Berita Featured Kalteng Putra Liga Indonesia Spesial Super League

    Kalteng Putra Bubar dan Masih Tercantum di Daftar Sanksi FIFA, Adhyaksa FC Comot Stadion Tuah Pahoe untuk Super League - Semua Halaman - Bolasport

    6 min read

     

    Kalteng Putra Bubar dan Masih Tercantum di Daftar Sanksi FIFA, Adhyaksa FC Comot Stadion Tuah Pahoe untuk Super League - Semua Halaman - Bolasport.com

    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • SUPER LEAGUE
  • Minggu, 14 Juni 2026 | 11:06 WIB


    Adhyaksa FC dalam persaingan menuju promosi ke Super League musim depan. (INSTAGRAM/@ADHYAKSAFCBANTEN)

    BOLASPORT.COM - Klub Super League 2026-2027, Adhyaksa FC akan memanfaatkan Stadion Tuah Pahoe, Palangka Raya sebagai kandang.

    Pencarian homebase atau kandang Adhyaksa FC untuk Super League 2026-2027 sepertinya akan berakhir di Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

    Bahkan tim berjuluk The Prosecutor tersebut sudah mengajak PSSI dan pemprov Kalteng untuk meninjau langsung calon kandang mereka yakni Stadion Tuah Pahoe.

    Hal ini terbukti dalam unggahan Dispora Kalteng di instagram.

    "Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, menyambut kedatangan jajaran pengurus pusat Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) di Stadion Tuah Pahoe, Palangka Raya, Rabu (10/6/2026)," tulis Dispora Kalteng.

    Baca Juga: Semen Padang Tetapkan Skuad Final Tatap Championship 2026-2027, Janji Pakai 2 Naturalisasi dan Beberapa Pemain Timnas Indonesia

    "Kunjungan tersebut dirangkaikan dengan kegiatan konsolidasi dan peninjauan sarana-prasarana stadion guna membahas penguatan infrastruktur serta pengembangan kompetisi sepak bola di Kalimantan Tengah," tambahnya.

    Presiden klub Adhyaksa FC, Eko Setyawan sendiri blak-blakan ingin menggunakan Stadion Tuah Pahoe sebagai kandang klubnya.

    Ia mengaku ingin melanjutkan Kalteng Putra sebagai perwakilan Palangka Raya di kasta tertinggi.

    "Kami datang dengan manajemen yang profesional," ujar Eko.

    "Adhyaksa FC lahir dari kompetisi amatir dan berhasil menembus kasta tertinggi sepak bola Indonesia dalam waktu empat tahun."

    "Kami ingin melanjutkan semangat yang pernah dibangun Kalteng Putra ketika tampil di Liga 1," tambahnya.

    Stadion Tuah Pahoe sebelumnya digunakan Kalteng Putra selama mengikuti kompetisi Liga 1 2019.

    Baca Juga: Tunaikan Wasiat Choirul Huda Lagi, Dendy Sulistyawan Pulang ke Persela dengan Ambisi Promosi ke Super League

    CEO Kalteng Putra Agustiar SabranCEO Kalteng Putra Agustiar Sabran (Istimewa)

    Laskar Isen Mulang pada akhirnya harus terdegradasi di akhir musim.

    Status Kalteng Putra saat ini adalah bubar setelah tidak ikut kompetisi Liga Nusantara 2024-2025.

    Dengan demikian, mereka otomatis terdegradasi ke Liga 4 atau kasta terbawah.

    Hingga kini, belum terdengar lagi Kalteng Putra akan memulai kompetisi dari kasta bawah.

    Di sisi lain, Kalteng Putra jug masih tercantum di daftar sanksi FIFA hingga Juni 2026.

    Masalah finansial menjadi problem utama mereka sehingga terjadi penunggakan gaji kepada pemain.

    "Untuk mengklarifikasi beberapa hal kaitannya dengan tunggakan-tunggakan, saat ini memang yang paling bermasalah Kalteng Putra,” kata Direktur PT LIB, Ferry Paulus pada Februari 2024 lalu.

    Baca Juga: Hasil Piala Dunia 2026 - Duel Ranking Top 10 Tak Jamin Laga Seru, Brasil Vs Maroko Berakhir Tanpa Pemenang

    Penyerang Persib Bandung, Ezechiel N'Douassel (kedua dari kanan), berduel dengan bek Kalteng Putra, Abdul Rahman Abanda (paling kanan), dalam lanjutan Liga 1 2019 di Stadion Tuah Pahoe, Palangkaraya, Jumat (1/11/2019).Penyerang Persib Bandung, Ezechiel N'Douassel (kedua dari kanan), berduel dengan bek Kalteng Putra, Abdul Rahman Abanda (paling kanan), dalam lanjutan Liga 1 2019 di Stadion Tuah Pahoe, Palangkaraya, Jumat (1/11/2019). (AYA SUGIANTO/BANJARMASIN POST)

    Komentar
    Additional JS