Indonesia Buka Peluang Bid Tuan Rumah Piala Dunia 2042, Gandeng Australia dan Selandia Baru - Semua Halaman - Bolasport
BOLASPORT.COM - Menteri Pemuda dan Olahraga sekaligus Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menilai peluang Indonesia untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia semakin terbuka seiring perubahan format penyelenggaraan yang kini melibatkan lebih dari satu negara.
Menurut Erick, Indonesia sejatinya pernah mencoba masuk dalam persaingan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034 melalui bidding bersama Australia.
Namun, upaya tersebut harus kandas setelah FIFA memberikan hak tuan rumah kepada Arab Saudi.
"Ya kita sempat waktu itu bidding bersama Australia untuk 2034, tetapi tentu kalah dengan Saudi," kata Erick.
Meski demikian, Erick menegaskan peluang Indonesia belum tertutup.
Ia menilai edisi Piala Dunia 2042 bisa menjadi target yang lebih realistis untuk diperjuangkan.
"Yang berikutnya kan 2038."
"Saya tidak tahu apakah kesempatan Asia ada pada saat itu karena habis Saudi."
"Akses berikutnya empat tahun lagi, 2042," ujarnya.
Erick menjelaskan, rotasi tuan rumah antar-konfederasi akan menjadi faktor penting dalam menentukan peluang suatu negara atau kawasan menjadi penyelenggara Piala Dunia.
Setelah Arab Saudi menjadi tuan rumah pada 2034, FIFA masih harus mempertimbangkan kawasan lain yang belum mendapatkan giliran.
"Kita mesti lihat setelah Saudi itu bagaimana."
"Sebelumnya Eropa, lalu Saudi."
"Mungkin Afrika? Kalau bukan Afrika, bisa saja Amerika Latin atau Asia."
Baca Juga: Link Streaming Piala Dunia 2026 - Portugal Vs Uzbekistan Pukul 00.00 WIB
"Jadi 2042 mungkin lebih fleksibel," ucap Erick.
Lebih lanjut, Erick menilai format Piala Dunia yang kini diikuti 48 negara membuat penyelenggaraan oleh satu negara menjadi semakin sulit.
Ia mencontohkan Piala Dunia 2026 yang digelar bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Begitu pula Piala Dunia 2030 yang akan melibatkan Spanyol, Portugal, dan Maroko.
"Dengan sekarang 48 negara, saya rasa sulit untuk Piala Dunia dilakukan oleh satu negara saja."
"Kita bisa lihat Amerika yang begitu besar saja bergandengan dengan Meksiko dan Kanada."
"Yang berikutnya juga bergandengan, Portugal, Maroko, dan Spanyol," tutur Erick.
Karena itu, Indonesia berpotensi kembali mengajukan diri melalui skema tuan rumah bersama.
Opsi kerja sama dengan negara-negara Asia Tenggara maupun kawasan Oseania menjadi salah satu kemungkinan yang bisa dipertimbangkan.
"Kalau bidding, mungkin dengan Asia Tenggara atau mungkin dengan Oseania, Australia dan New Zealand. Kita lihat nanti," katanya.
Meski peluang menjadi tuan rumah semakin terbuka, Erick menegaskan peningkatan prestasi Timnas Indonesia tetap menjadi prioritas utama.
Menurutnya, kenaikan peringkat FIFA akan memberikan banyak keuntungan bagi Indonesia dalam berbagai kompetisi internasional, termasuk saat pembagian pot undian.
"Yang jelas kita harus pelan-pelan menata ranking tim nasional kita supaya naik."
"Karena kenaikan ranking itu memberikan akses yang lebih baik dalam kompetisi."
Baca Juga: Oxford United Segera Gaet Pelatih Baru, Ole Romeny bakal Dididik Legenda Arsenal
"Biasanya kalau ranking lebih bagus, posisi di pot undian juga lebih menguntungkan," ujar Erick.
Saat ini, PSSI masih berupaya membawa Timnas Indonesia menembus 100 besar ranking FIFA dunia.
Erick optimistis target tersebut bisa dicapai melalui program pembinaan yang sedang dijalankan bersama pelatih Timnas Indonesia, John Herdman.
"Kita masih coba menuju 100 besar."
"Dengan Coach Jon sekarang, kita coba sama-sama."
"Kita sudah lakukan dengan serius dan akan terus berusaha lagi," ucap Erick.
Di akhir pernyataannya, Erick berharap Indonesia suatu saat mampu tampil di Piala Dunia sebagai peserta, bukan sekadar calon tuan rumah.
"Mudah-mudahan," kata Erick.