0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    CONNECTING TRANSMISSION...
    Home Adhyaksa FC Berita Featured ILeague Malut United Sepak Bola Sepak Bola Indonesia Spesial Super League

    I.League Sudah Terima Surat Perpindahan Kandang Klub Super League, Malut United atau Adhyaksa FC? - Semua Halaman - Bolasport

    6 min read

     

    I.League Sudah Terima Surat Perpindahan Kandang Klub Super League, Malut United atau Adhyaksa FC? - Semua Halaman - Bolasport.com

    Terverifikasi Administratif dan Faktual oleh Dewan Pers

  • Home
  • SUPER LEAGUE
  • Jumat, 19 Juni 2026 | 20:47 WIB

    Malut United diisukan bakal pindah homebase pada Super League 2026/2027. Semarang, Jawa Tengah disebut-sebut jadi calon markas mereka musim depan (MALUT UNITED FC)

    BOLASPORT.COM - Pengelola kompetisi Super LeagueI.League buka suara soal isu perpindahan homebase dua tim jelang pembukaan musim 2026/2027.

    Kedua tim yang dimaksud adalah tim promosi, Adhyaksa FC dan Malut United.

    Adhyaksa FC yang berstatus tim promosi tengah sibuk mencari markas baru.

    Ada dua kota yang sudah muncul dalam bidikan klub milik Kejaksaan Agung Republik Indonesia tersebut.

    Kota pertama yang diincar adalah Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

    Stadion Tuah Pahoe diperkirakan bakal menjadi markas mereka musim depan.

    Pengakuan tersebut sudah disampaikan langsung oleh Presiden klub Adhyaksa FC, Eko Setyawan.

    Eko Setyawan mengaku sudah melakukan pendekatan resmi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk penggunaan homebase.

    Baca Juga: Update Bursa Transfer Adhyaksa FC - Sang Jaksa Sudah Lepas 16 Pemain

    "Kami datang ke Palangka Raya untuk menindaklanjuti pembicaraan yang sudah berlangsung dua tahun lalu dengan Pak Gubernur terkait kerja sama pembangunan sepak bola di Kalimantan Tengah."

    "Saat itu beliau menyampaikan bahwa daerah ini memiliki banyak talenta muda yang berpotensi menjadi pemain profesional bahkan memperkuat Timnas Indonesia," ujar Eko.

    Namun, ada isu yang tak kalah heboh bahwa Adhyaksa FC telah mendekati Ternate sebagai markas mereka musim depan.

    Surat yang diduga ditulis oleh pihak klub sudah beredar di media sosial jadi sumber dari isu tersebut.

    Isu tersebut juga membuat Malut United yang sudah dua musim bermarkas di Ternate harus angkat kaki ke Semarang dengan isu yang sama.

    Tentu, dua surat dari Adhyaksa FC dan Malut United yang beredar di media sosial belum bisa dikonfirmasi kebenaran.

    Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra menjawab isu yang sudah menjadi bola liar di masyarakat.

    Pihak I.League belum menerima surat permintaan resmi dari kedua klub.

    Baca Juga: Beredar Isu Malut United Berganti Nama dan Pindah Home Base di Jateng

    "Yang pasti kami berbicara dalam lingkup fungsi dan tata kelola sebuah organisasi sepakbola," ujar Asep Saputra kepada awak media termasuk BolaSport.com di Jakarta pada Jumat (19/6/2026).

    "Kalau secara spesifik memang kami belum mendapatkan sesuatu yang resmi."

    "Namun memang ada satu surat yang ditembuskan kepada kami terkait perubahan tersebut."

    "Sekali lagi, ada beberapa aspek organisasi yang memang harus dijalankan dan kami masih belum dalam otoritas untuk memberikan tanggapan secara langsung karena ada prosedur organisasi yang harus dilalui."

    "Tentu setiap anggota PSSI memiliki hak masing-masing apabila ingin melakukan perubahan dan lain sebagainya."

    "Semua itu memiliki mekanisme tersendiri secara organisasi," imbuhnya.

    Meski begitu, I.League tetap menegaskan akan ada konsekuensi yang harus diterima klub andai mengubah homebase sebelum musim bergulir.

    Pasalnya, setiap tim sudah melakukan pendaftaran stadion sebelum kompetisi berakhir dan dipublikasikan di laman resmi I.League.

    Adhyaksa FC mendaftarkan Banten International Stadium dan Malut United mendaftarkan Stadion Kie Raha.

    "Kalau dari sisi match operation, sekali lagi ini bukan bentuk spekulasi, tetapi sebagai bagian dari prosedur yang berlaku."

    "Apabila terjadi perubahan venue kompetisi, maka stadion yang diajukan tetap harus memenuhi standar yang telah ditetapkan," ujar Asep.

    "Artinya, jika ada perubahan dari stadion yang sebelumnya disubmit dalam siklus lisensi, maka stadion pengganti harus memiliki standar yang sama."

    "Selain itu, kami juga akan melakukan pengecekan karena sudah ada standar yang wajib dipenuhi oleh klub."

    "Standar tersebut bukan hanya yang tercantum dalam PSSI Stadium Infrastructure Regulation 2021, tetapi juga mencakup beberapa penekanan tambahan. Misalnya pencahayaan stadion minimal 1.600 lux dan kapasitas minimal 5.000 single seat."

    "Apabila tidak memenuhi standar tersebut maupun persyaratan lainnya, tentu ada konsekuensinya."

    "Namun yang pasti, setiap stadion yang diajukan akan melalui proses pengecekan terlebih dahulu," imbuhnya.

    Komentar
    Additional JS